UM SURABAYAUM SURABAYA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraStilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraPermasalahan dalam penelitian ini adalah representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi budaya Jawa dan Barat serta akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan membaca novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo, menginventarisasi data, mereduksi data, menganalisis data, dan memberi simpulan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa representasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo menampilkan berbagai sikap, adat dan ritual sebagai suatu budaya masyarakat Jawa, seperti upacara kematian, Panggih, dan Tedak Siti. Representasi budaya Barat yang terdapat dalam novel ini meliputi sikap individualistik yang tercermin dalam pemakai budaya Barat. Gaya hidup bebas serta cara berpikir dan bertindak yang mengutamakan sikap disiplin. Sedangkan akulturasi budaya Jawa dan Barat dalam novel ini di antaranya terjadinya seks bebas, gaya hidup, dan tafsir mimpi yang berkembang di Jawa dan Barat.
Representasi budaya Jawa dalam novel Rahvayana karya Sujiwo Tejo mencakup upacara kematian, Panggih, Tedak Siti, dan mitos yang dianggap oleh masyarakat Jawa.Representasi budaya Barat meliputi perilaku individualistik, gaya hidup modern, dan disiplin.Akulturasi budaya Jawa dan Barat terwujud dalam praktik seks bebas, adaptasi budaya Barat dalam kehidupan Jawa, dan penggunaan tafsir mimpi di masyarakat.
Arus globalisasi memperkuat interaksi budaya Jawa dan Barat, sehingga penelitian lanjutan bisa memusatkan pada pengaruh teknologi digital terhadap perubahan ritulisasi budaya tradisional. Alternatif lain, menganalisis simbol-simbol campuran (hybrid symbols) dalam budaya populer Indonesia sebagai wujud akulturasi. Selain itu, perbandingan representasi budaya dalam karya sastra kontemporer yang menggabungkan mitos lokal dan nilai universal dapat menjadi arah studi baru untuk memperkaya pemahaman tentang dinamika budaya kontemporer.
| File size | 201.51 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UPI YAIUPI YAI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan visioner dalam film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), dengan fokusPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi gaya kepemimpinan visioner dalam film Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018), dengan fokus
UNANDUNAND Penelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajar bahasa Jepang dari Indonesia cenderung tidak menyadari tingkatan status sosial yang berbeda serta menggunakanPenelitian ini mengungkapkan bahwa pembelajar bahasa Jepang dari Indonesia cenderung tidak menyadari tingkatan status sosial yang berbeda serta menggunakan
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Program ini direkomendasikan sebagai model pembelajaran berbasis budaya yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain guna memperkuat identitas lokalProgram ini direkomendasikan sebagai model pembelajaran berbasis budaya yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain guna memperkuat identitas lokal
LITPAMLITPAM Integrasi teori semiotika Peirce dengan teori warna Cerrato memperkaya penelitian ini, menawarkan analisis multidimensi yang mengungkapkan logo sebagaiIntegrasi teori semiotika Peirce dengan teori warna Cerrato memperkaya penelitian ini, menawarkan analisis multidimensi yang mengungkapkan logo sebagai
UNPANDUNPAND Ini merupakan lokasi yang ideal untuk membangun gedung pusat budaya karena mudah diakses dan strategis dekat dengan bandara. Diperkirakan seni budaya JawaIni merupakan lokasi yang ideal untuk membangun gedung pusat budaya karena mudah diakses dan strategis dekat dengan bandara. Diperkirakan seni budaya Jawa
STTSIMPSONSTTSIMPSON Artikel ini menggambarkan Coenrad Laurens Coolen sebagai pendiri gereja pribumi di kalangan abangans di Ngoro, Jawa Timur abad ke-19. Coolen memperkenalkanArtikel ini menggambarkan Coenrad Laurens Coolen sebagai pendiri gereja pribumi di kalangan abangans di Ngoro, Jawa Timur abad ke-19. Coolen memperkenalkan
STAIALANWARSTAIALANWAR Konteks masyarakat Desa Jurug adalah masyarakat terbuka dan ramah akan ragam tradisi termasuk mitoni, sebuah tradisi yang dilestarikan secara turun temurunKonteks masyarakat Desa Jurug adalah masyarakat terbuka dan ramah akan ragam tradisi termasuk mitoni, sebuah tradisi yang dilestarikan secara turun temurun
USDUSD Namun, warisan ini tidak lagi dikenali oleh generasi muda. Modernisasi, teknologi, dan kedatangan penduduk baru diduga menjadi latar belakangnya. SebagaiNamun, warisan ini tidak lagi dikenali oleh generasi muda. Modernisasi, teknologi, dan kedatangan penduduk baru diduga menjadi latar belakangnya. Sebagai
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah criterion-based selection dan teknik internal sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasiTeknik pengambilan sampel yang digunakan adalah criterion-based selection dan teknik internal sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi
STIE BINAKARYASTIE BINAKARYA Perkembangan teknologi di era Industri 4. 0 telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran digitalPerkembangan teknologi di era Industri 4. 0 telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi strategi pemasaran digital
POLIMEDIAPOLIMEDIA Pelatihan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan AI text-to-video generator untuk media pembelajaran. Peserta mampu menghasilkanPelatihan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan AI text-to-video generator untuk media pembelajaran. Peserta mampu menghasilkan
STTSIMPSONSTTSIMPSON Namun, pekerja misi perlu mempelajari budaya dan kemudian menyortir unsur-unsur budaya mana yang harus ditinggalkan agar budaya yang sama dapat digunakanNamun, pekerja misi perlu mempelajari budaya dan kemudian menyortir unsur-unsur budaya mana yang harus ditinggalkan agar budaya yang sama dapat digunakan