CIVILIZACIVILIZA

IJoIS: Indonesian Journal of Islamic StudiesIJoIS: Indonesian Journal of Islamic Studies

Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam yang paling beragam, karena bergantung pada kepemimpinan Kiai yang dominan sebagai tokoh sentral dan elemen dasar pesantren. Kepemimpinan Kiai yang beragam dan diturunkan secara lintas generasi menjadi masalah khusus dalam pesantren. Selain itu, penekanan pada ilmu keagamaan serta kurangnya keterbukaan terhadap modernisasi membuat pesantren kurang menarik bagi masyarakat modern. Kualitas pendidikan yang menjadi pertimbangan publik dalam memilih sekolah menuntut pesantren untuk meningkatkan mutu agar dapat bertahan di era modern. Oleh karena itu, peran kepemimpinan Kiai dalam meningkatkan kualitas pendidikan pesantren diperlukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kepemimpinan Kiai dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Huda 453 serta mengidentifikasi hambatan pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan dengan pendekatan fenomenologis, mengandalkan teknik pengumpulan data observasi, studi dokumentasi, dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kiai menerapkan gaya demokratis dalam otoritasnya dan gaya paternalistik dalam karakteristiknya, serta terdapat gaya otokratis secara tidak langsung melalui pengaruhnya terhadap bawahan. Berdasarkan teori E. Mulyasa, peran Kiai meliputi pendidik, manajer, pemimpin, inovator, supervisor, dan motivator. Pengaruh Kiai sebagai tokoh sentral pesantren bertanggung jawab menjamin kualitas pendidikan serta melakukan perubahan dan pengembangan selaras dengan tujuan pesantren.

Kepemimpinan Kiai berperan penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang berkualitas di Pondok Pesantren Miftahul Huda 453.Gaya kepemimpinan demokratis dan paternalistik Kiai efektif dalam memengaruhi siswa serta mengelola institusi, dengan peran sebagai pendidik, manajer, inovator, supervisor, dan motivator, sementara peningkatan kualitas pendidikan dicapai melalui pembangunan fasilitas, lingkungan kondusif, dan penanaman nilai serta disiplin Islami.Namun, hambatan internal dan eksternal seperti partisipasi Kiai yang kurang efektif, perubahan struktur organisasi, dan keterbatasan dana masih mengganggu implementasi, sehingga diperlukan perhatian lebih pada aspek kepemimpinan dan manajemen pesantren untuk menjaga keberlanjutan peningkatan kualitas pendidikan.

Penelitian lanjutan dapat mengevaluasi bagaimana integrasi teknologi digital dalam proses pembelajaran pesantren mempengaruhi motivasi dan prestasi akademik siswa, dengan membandingkan model blended learning yang dipimpin oleh Kiai versus model tradisional. Fokus studi ini sebaiknya mencakup analisis persepsi siswa, guru, dan orang tua terhadap penggunaan platform e‑learning, serta mengidentifikasi faktor‑faktor pendukung dan penghambat dalam konteks lingkungan pesantren. Selanjutnya, penting untuk meneliti dampak strategi kepemimpinan partisipatif Kiai terhadap peningkatan kepercayaan publik, khususnya melalui mekanisme transparansi keuangan dan komunikasi berbasis media sosial, guna memahami hubungan antara keterbukaan institusional dan dukungan masyarakat. Penelitian dapat menggunakan pendekatan survei dan studi kasus untuk mengukur perubahan persepsi komunitas serta efeknya terhadap partisipasi donatur dan relawan. Penelitian ketiga dapat mengkaji efektivitas penerapan model pendanaan berbasis wakaf dan kemitraan usaha mikro dalam mengatasi keterbatasan dana pesantren, serta bagaimana model tersebut memengaruhi keberlanjutan program pengembangan fasilitas dan inovasi kurikulum. Metode campuran yang menggabungkan analisis keuangan, wawancara mendalam dengan pengelola wakaf, dan evaluasi outcome pendidikan akan memberikan gambaran komprehensif tentang kontribusi sumber daya alternatif tersebut. Dengan menjawab ketiga pertanyaan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh rekomendasi kebijakan yang lebih tepat dalam memperkuat kepemimpinan Kiai, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memastikan keberlanjutan finansial pesantren di era modern.

  1. The Impression of Kiai's Leadership in Managing Islamic Boarding Schools | International Journal... ejournal.unib.ac.id/index.php/IJER/article/view/11689The Impression of Kiais Leadership in Managing Islamic Boarding Schools International Journal ejournal unib ac index php IJER article view 11689
  2. Kiai's leadership in realizing independence Through the motivation and communication process (case... doi.org/10.51773/ajrs.v2i1.156Kiais leadership in realizing independence Through the motivation and communication process case doi 10 51773 ajrs v2i1 156
  3. Islamic orthodoxy-based character education: creating moderate Muslim in a modern pesantren in Indonesia... ijims.iainsalatiga.ac.id/index.php/ijims/article/view/5019Islamic orthodoxy based character education creating moderate Muslim in a modern pesantren in Indonesia ijims iainsalatiga ac index php ijims article view 5019
  4. Kiai's Transformative Leadership in Developing an Organizational Culture of Islamic Boarding Schools:... journal.staihubbulwathan.id/index.php/alishlah/article/view/5325Kiais Transformative Leadership in Developing an Organizational Culture of Islamic Boarding Schools journal staihubbulwathan index php alishlah article view 5325
Read online
File size393.09 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test