STKIP PASUNDANSTKIP PASUNDAN

Jurnal Master Penjas & OlahragaJurnal Master Penjas & Olahraga

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kebugaran jasmani dan persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode korelasional. Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh siswa yang mengikuti pembelajaran pendidikan jasmni, yaitu laki-laki 41 siswa dan perempuan 34 siswa jadi sebanyak 75 orang. Instrumen penelitian ini adalah TKJI 16-19 tahun dan angket. Berdasarkan hasil pengolahan data, disimpulkan bahwa: 1). Tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani yaitu dengan nilai rhitung -0,656 > rtabel 0,514 dengan taraf 5%, karena nilai rsquare sebesar 0,006 atau setara 0,6%, korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan, karena nilai sebesar 99,4% tidak ada hubungan 2). Tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani yaitu dengan nilai rhitung -0,191 < rtabel 0,849 dengan taraf 5%, sehingga dapat disimpulakan tidak ada hubungan karena nilai rsquare sebesar 0,000 atau setara 0,0%, 3). Tidak ada hubungan yang signifikan antara TKJI dan Persepsi siswa terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasamni yaitu dengan rhitung -0,678 > rtabel 0,500 dan rhitung -0,267 < rtabel 0,790 dengan taraf singnifikan 5%, karena nilai rsquare sebesar 0,007 atau setara 0,7%. Akan tetapi korelasi tersebut sangat lemah sehingga diabaikan, karena nilai sebesar 99,3% tidak ada hubungan.

Tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dengan Hasil Belajar Siswa.Tidak ada hubungan yang signifikan antara Persepsi siswa dengan Hasil Belajar Siswa.Tidak ada hubungan yang signifikan antara Tingkat Kesegaran Jasmani dan Persepsi Siswa secara bersama-sama dengan hasil Belajar Siswa.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan ke tiga hal: pertama, menguji pengaruh kombinasi intervensi kebugaran jasmani dan aktivitas fisik rutin terhadap peningkatan hasil belajar akademik siswa di berbagai tingkat pendidikan. Kedua, mempelajari peran motivasi intrinsik dan ekstrinsik sebagai mediator antara persepsi siswa terhadap pendidikan jasmani dengan hasil belajar mereka. Ketiga, mengeksplorasi dampak lingkungan sekolah (seperti fasilitas olahraga dan kebijakan kesehatan) terhadap hubungan antara kebugaran jasmani dan prestasi belajar siswa. Studi-studi ini dapat melibatkan sampel yang lebih heterogen untuk memperluas generalisasi temuan.

Read online
File size817.22 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test