PEDSCIJPEDSCIJ

Pediatric Sciences JournalPediatric Sciences Journal

Pendahuluan: Manfaat klinis formula berbasis peptida tetap kontroversial pada anak kritis. Tujuan: Melakukan tinjauan kritis untuk membandingkan efek formula berbasis peptida versus formula polimerik standar terhadap toleransi pemberian makanan dan apakah hal ini memengaruhi hasil pada anak kritis. Metode: Pencarian online di PubMed, Cochrane, dan NEJM dengan kata kunci Peptide-based Formula, Standard Formula, Critically ill Children, dan Enteral Feeding. Hasil: Tiga artikel ditemukan: satu studi case‑control dan dua studi kohort prospektif. Hasil studi case‑control menunjukkan pasien kritis yang menerima formula berbasis peptida mengalami penurunan signifikan dalam gangguan pemberian makanan dan distensi abdomen serta mencapai pemberian enteral penuh lebih cepat dibandingkan dengan formula standar. Hasil kohort pertama menunjukkan formula berbasis peptida lebih ditoleransi pada anak pasca operasi usus, dan studi kedua menyatakan bahwa memilih formula berbasis peptida sebagai resep pertama untuk nutrisi enteral terkait dengan tingkat keparahan klinis yang lebih tinggi pada pasien. Kesimpulan: Formula berbasis peptida lebih ditoleransi dibandingkan formula polimerik standar pada pasien pediatrik kritis.

Formula berbasis peptida lebih ditoleransi dibandingkan formula polimerik standar pada anak kritis.Namun, pemilihan pasien yang menerima formula berbasis peptida memerlukan evaluasi lebih lanjut karena biaya nutrisi enteral dengan formula tersebut lebih tinggi.Oleh karena itu, diperlukan uji coba terkontrol secara acak (RCT) untuk menguji hipotesis keunggulan formula berbasis peptida atau asam amino dibandingkan formula standar pada anak kritis.

Penelitian selanjutnya dapat menguji secara acak (RCT) efektivitas formula berbasis peptida dibandingkan formula standar dalam mengurangi durasi ventilasi mekanik pada anak kritis, dengan memantau hasil klinis dan toleransi nutrisi selama perawatan intensif. Selanjutnya, studi ekonomi dapat mengevaluasi cost‑effectiveness penggunaan formula peptida dengan memperhitungkan biaya formula, lama rawat inap, dan biaya perawatan sekunder, untuk menentukan strategi nutrisi yang paling efisien dalam unit perawatan intensif pediatrik. Selain itu, penelitian observasional longitudinal dapat membandingkan berbagai jenis formula peptida (misalnya, dengan profil asam amino berbeda) terhadap pertumbuhan, status gizi, dan kualitas hidup jangka panjang anak setelah keluar dari rumah sakit, guna mengidentifikasi formula paling optimal untuk populasi tertentu. Penelitian-penelitian ini diharapkan memberikan bukti kuat bagi pedoman klinis dan membantu pengambilan keputusan yang berbasis data.

  1. Personalized Nutrition in the Pediatric ICU: Steering the Shift from Acute Stress to Metabolic Recovery... doi.org/10.3390/nu16203523Personalized Nutrition in the Pediatric ICU Steering the Shift from Acute Stress to Metabolic Recovery doi 10 3390 nu16203523
  2. Peptide-based formula versus standard-based polymeric formula for critically ill children: is it superior... doi.org/10.5114/aoms.2020.94157Peptide based formula versus standard based polymeric formula for critically ill children is it superior doi 10 5114 aoms 2020 94157
  3. Gastrointestinal Tolerance and Protein Absorption Markers with a New Peptide Enteral Formula Compared... doi.org/10.3390/nu13072362Gastrointestinal Tolerance and Protein Absorption Markers with a New Peptide Enteral Formula Compared doi 10 3390 nu13072362
  4. 0. zmuy 7md ro figa uiga jwvc eo zy doi.org/10.3389/fphar.2021.7358410 zmuy 7md ro figa uiga jwvc eo zy doi 10 3389 fphar 2021 735841
  5. Continuous versus Intermittent Enteral Tube Feeding for Critically Ill Patients: A Prospective, Randomized... doi.org/10.3390/nu14030664Continuous versus Intermittent Enteral Tube Feeding for Critically Ill Patients A Prospective Randomized doi 10 3390 nu14030664
Read online
File size352.17 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test