YMPAIYMPAI

Jurnal Masyarakat Sehat IndonesiaJurnal Masyarakat Sehat Indonesia

Akses air bersih masih menjadi masalah global dan di Indonesia. Masyarakat Indonesia masih bergantung pada air dari sumur gali, yang seringkali tidak memenuhi persyaratan kualitas air bersih seperti kadar besi dan Total Disolved Solid (TDS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kombinasi arang tongkol jagung dan arang sekam padi dalam mengurangi kadar besi dan TDS pada air sumur gali. Peneliti menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan rancangan pretest-posttest One Group. Empat perlakuan diberikan pada sampel air sumur gali: perlakuan kontrol, perlakuan 1 (50% tongkol jagung : 50% sekam padi), perlakuan 2 (75% tongkol jagung : 25% sekam padi), dan perlakuan 3 (25% tongkol jagung : 75% sekam padi), dengan enam kali pengulangan. Uji One Way ANNOVA digunakan untuk menganalisis data. Hasil pengukuran kontrol menunjukkan kadar besi rata-rata 2,49 mg/l dan TDS 252 ppm. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kelompok perlakuan dengan nilai p-value 0,000 menunjukkan penurunan yang signifikan dalam kadar besi dan TDS, dengan kelompok perlakuan 2 (75% tongkol jagung : 25% sekam padi) menunjukkan efektivitas tertinggi dengan penurunan kadar besi dari 2,49 menjadi 0,17 mg/l (92,91%) dan kadar TDS dari 252 menjadi 167 ppm (33,13%).

Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi media arang sekam padi dan arang tongkol jagung efektif menurunkan kadar besi dan TDS dalam air sumur gali.Kelompok perlakuan dengan nilai p-value 0,000 menunjukkan penurunan signifikan.Perlakuan dengan rasio 75% arang tongkol jagung dan 25% arang sekam padi merupakan yang paling efektif, mampu mengurangi kadar besi dari 2,49 mg/l menjadi 0,17 mg/l dan TDS dari 252 ppm menjadi 167 ppm, memenuhi standar kualitas air bersih yang ditetapkan.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan rasio kombinasi arang tongkol jagung dan arang sekam padi, tidak hanya untuk menurunkan kadar besi dan TDS, tetapi juga untuk menghilangkan kontaminan lain seperti bakteri dan logam berat lainnya. Selain itu, studi perlu dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari filter air berbasis arang ini, termasuk frekuensi penggantian media filter dan potensi regenerasi arang untuk keberlanjutan. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk menguji efektivitas filter ini pada berbagai jenis air sumur dengan karakteristik kualitas yang berbeda, serta mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran partikel arang, laju aliran air, dan desain filter untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi proses filtrasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan aplikatif untuk pengembangan teknologi pengolahan air bersih yang terjangkau dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Read online
File size510.7 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test