LITERACYINSTITUTELITERACYINSTITUTE

Indonesian Journal of Community ServicesIndonesian Journal of Community Services

Prevalensi gangguan perilaku (Conduct Disorder/ CD) secara global di antara pelaku pelanggaran remaja berkisar antara 2% hingga 10%, menjadikannya masalah signifikan. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh penyalahgunaan narkoba dan zat terhadap gangguan perilaku pada pelaku pelanggaran muda. Penelitian menggunakan desain deskriptif. Populasi target berjumlah 250 orang. Sebanyak 68 pelaku pelanggaran remaja dipilih sebagai sampel dengan teknik random dasar dan sensus. Kuesioner CDS yang dimodifikasi serta panduan wawancara untuk peserta FGDS dan informan kunci digunakan untuk mengumpulkan data primer. Analisis data kualitatif dilakukan dengan SPSS, sementara data kuantitatif dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif dan inferensial, serta disajikan dalam tabel dan gambar. Temuan penelitian menunjukkan mayoritas responden (68,3%) adalah pelaku pertama kali, dan hampir tidak menunjukkan gejala gangguan perilaku yang serius. Namun, terdapat hubungan yang kuat, positif, dan signifikan (p<0,05) antara CD dan variabel keluarga (r=0,797), penyalahgunaan narkoba dan zat (r=0,906), serta ADHD (r=0,895) pada pelaku pelanggaran remaja. Hasil juga menunjukkan bahwa gangguan perilaku dipengaruhi secara positif dan signifikan secara statistik oleh variabel independen yang digunakan dalam penelitian, termasuk penyalahgunaan narkoba dan zat.

Penelitian menemukan bahwa penyalahgunaan narkoba dan zat berhubungan kuat, positif, dan signifikan dengan gangguan perilaku pada pelaku pelanggaran remaja, dengan koefisien korelasi r=0,906 dan peningkatan satu poin penyalahgunaan narkoba meningkatkan 0,863 poin gangguan perilaku.Temuan juga menunjukkan bahwa pelaku pelanggaran muda memiliki keinginan kuat untuk menggunakan narkoba, mengonsumsi dalam jumlah besar, dan mengabaikan aspek kehidupan lain.Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengembangkan intervensi pencegahan primer, sekunder, dan tersier yang disesuaikan dengan konteks sosial‑keluarga dan lingkungan.

Penelitian lanjutan dapat (1) mengeksplorasi peran faktor psikologis seperti ADHD secara longitudinal untuk menentukan bagaimana interaksi antara ADHD dan penyalahgunaan zat mempengaruhi perkembangan gangguan perilaku pada remaja; (2) menguji efektivitas program intervensi keluarga berbasis pendidikan tentang penggunaan zat dalam mengurangi tingkat gangguan perilaku, dengan desain percobaan terkontrol di beberapa institusi pemasyarakatan remaja; (3) menyelidiki pengaruh kondisi sosial‑ekonomi dan lingkungan komunitas terhadap hubungan antara penyalahgunaan narkoba dan gangguan perilaku, menggunakan pendekatan campuran dan analisis multilevel; (4) menilai dampak program rehabilitasi berbasis keterampilan hidup yang mengintegrasikan pendidikan kesehatan mental dan pencegahan penyalahgunaan zat, guna mengidentifikasi strategi pencegahan yang paling efektif bagi populasi pelaku pelanggaran remaja.

  1. Influence of Drug Substance on Conduct Disorders Among Children at Manga Institution, Kisii, Kenya |... ojs.literacyinstitute.org/index.php/ijcs/article/view/1852Influence of Drug Substance on Conduct Disorders Among Children at Manga Institution Kisii Kenya ojs literacyinstitute index php ijcs article view 1852
Read online
File size850.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test