RADEN FATAHRADEN FATAH

Usroh: Jurnal Hukum Keluarga IslamUsroh: Jurnal Hukum Keluarga Islam

Pelaksanaan mediasi diharapkan dapat mengurangi atau menekan tingginya angka perceraian, namun pada kenyataannya tingkat keberhasilan masih tergolong rendah sehingga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, peran mediator yang profesional dan memiliki teknik keterampilan yang tepat sangat dibutuhkan agar proses mediasi benar-benar bisa berjalan secara optimal dalam menciptakan pilihan-pilihan damai bagi para pihak yang bersengketa. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan peran dan fungsi mediator serta teknik keterampilan yang diterapkan oleh mediator sehingga bisa diketahui strategi mediasi yang efektif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris dengan Teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediator memiliki peran dan fungsi sebagai pihak netral yang membantu menyelesaikan konflik dengan menciptakan kondisi yang kondusif bagi para pihak untuk mencapai kesepakatan damai. Dalam praktiknya, Mediator M2C menggunakan 4 keterampilan dalam proses mediasi yaitu keterampilan komunikasi, perundingan, perorganisasian, dan fasilitasi.

Mediasi seharusnya menjadi alternatif penyelesaian sengketa, seringkali tidak mampu mengatasi masalah perceraian yang disebabkan oleh berbagai hal.Oleh karena itu, keterampilan dan strategi yang digunakan oleh mediator non hakim di Pengadilan Agama Kota Malang menjadi faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan mediasi.Mediator memiliki peran penting dalam proses mediasi sebagai pihak netral yang membantu menyelesaikan konflik dengan mendorong kesepakatan yang adil bagi kedua belah pihak.Dalam pelaksanaannya, mediator harus memiliki beberapa keterampilan dan teknik agar strategi mediasi dapat berjalan efektif.Beberapa keterampilan dan teknik yang harus dimiliki adalah keterampilan komunikasi, negosiasi, organisasi, dan fasilitasi.

Untuk meningkatkan keberhasilan mediasi dalam kasus perceraian, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model pelatihan khusus bagi mediator non hakim. Model pelatihan ini dapat mencakup simulasi kasus perceraian yang kompleks, dengan skenario yang melibatkan berbagai faktor penyebab perceraian, seperti ekonomi, perselisihan, dan perjudian online. Dengan demikian, mediator dapat meningkatkan keterampilan dan strategi mereka dalam menangani kasus-kasus perceraian yang semakin beragam dan kompleks. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi peran teknologi dalam mediasi, seperti penggunaan platform online untuk mediasi jarak jauh atau pengembangan aplikasi mediasi yang dapat memfasilitasi komunikasi dan negosiasi antara pihak-pihak yang bersengketa. Teknologi dapat membantu meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi proses mediasi, terutama dalam kasus-kasus di mana jarak geografis menjadi tantangan. Terakhir, penelitian dapat menyelidiki dampak mediasi terhadap hubungan pasca-perceraian. Dengan memahami bagaimana mediasi dapat mempengaruhi hubungan antara mantan pasangan, penelitian dapat mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah konflik berkelanjutan dan mempromosikan perdamaian jangka panjang. Dengan menggabungkan pelatihan khusus, inovasi teknologi, dan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak mediasi, penelitian selanjutnya dapat meningkatkan keberhasilan mediasi dalam kasus perceraian dan berkontribusi pada upaya mengurangi tingkat perceraian di masyarakat.

Read online
File size336.18 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test