UTPUTP

JURNAL ILMIAH AGRINECAJURNAL ILMIAH AGRINECA

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan Benzyl Amino Purine (BAP) terhadap beberapa variabel pertumbuhan planlet anggrek DLB, meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah akar, dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengamatan jumlah daun pada konsentrasi NAA 1 ppm menunjukkan hasil sebesar 12,75, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 0 ppm. Di sisi lain, konsentrasi BAP tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap jumlah daun. Pada pengamatan tinggi tanaman, konsentrasi BAP 1 ppm menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, yaitu 4,38 cm. Penghitungan jumlah akar pada konsentrasi NAA 1 ppm menghasilkan 6,16, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi 0 ppm. Sementara itu, pada konsentrasi BAP 2 ppm, jumlah akar mencapai 6,41, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi BAP lainnya. Pengamatan panjang akar pada konsentrasi NAA 3 ppm menghasilkan akar terpanjang, yaitu 4,90 cm, yang lebih panjang secara signifikan dibandingkan dengan lainnya. Pemberian hormon pada berbagai konsentrasi memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan planlet anggrek, memberikan wawasan tentang propagasi anggrek melalui kultur jaringan.

Penelitian ini menunjukkan potensi NAA dan BAP dalam mengoptimalkan pertumbuhan planlet anggrek DLB dalam kultur jaringan.Pengamatan jumlah daun pada konsentrasi NAA 1 ppm menunjukkan hasil 12,75, yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan 0 ppm.Sementara itu, BAP tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap jumlah daun.Pengamatan tinggi tanaman menunjukkan bahwa konsentrasi BAP 1 ppm menghasilkan tinggi tanaman tertinggi, yaitu 4,38 cm.Penghitungan jumlah akar pada konsentrasi NAA 1 ppm menghasilkan 6,16, yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan 0 ppm.Sedangkan pada konsentrasi BAP 2 ppm, jumlah akar mencapai 6,41, yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi BAP lainnya.Pengamatan panjang akar pada konsentrasi NAA 3 ppm menghasilkan akar terpanjang, yaitu 4,90 cm, yang lebih panjang secara signifikan dibandingkan dengan konsentrasi lainnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang interaksi antara NAA dan BAP dalam kultur jaringan anggrek. Selain itu, penelitian tentang pengaruh kombinasi NAA dan BAP pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan kualitas planlet anggrek juga dapat dilakukan. Selain itu, penelitian tentang pengaruh kombinasi NAA dan BAP pada berbagai konsentrasi terhadap pertumbuhan dan kualitas planlet anggrek juga dapat dilakukan. Penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang optimasi pertumbuhan anggrek DLB secara in vitro.

  1. INDUKSI TUNAS UBI JALAR KUNING AKSESI ARNET SECARA IN VITRO DENGAN PEMBERIAN BAP | Gontor Agrotech Science... ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/agrotech/article/view/6814INDUKSI TUNAS UBI JALAR KUNING AKSESI ARNET SECARA IN VITRO DENGAN PEMBERIAN BAP Gontor Agrotech Science ejournal unida gontor ac index php agrotech article view 6814
  2. Pengaruh Naphthalene Acetic Acid (NAA) dan Kinetin terhadap Perkembangan Protocorm-Like Body (PLB) dan... jurnal.unpad.ac.id/agrikultura/article/view/32095Pengaruh Naphthalene Acetic Acid NAA dan Kinetin terhadap Perkembangan Protocorm Like Body PLB dan jurnal unpad ac agrikultura article view 32095
  3. Jurnal Plantklopedia: Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Program Studi Agroteknologi, Fakultas Sains... jurnal.umsrappang.ac.id/plantklopedia/article/view/503Jurnal Plantklopedia Jurnal Sains dan Teknologi Pertanian Program Studi Agroteknologi Fakultas Sains jurnal umsrappang ac plantklopedia article view 503
Read online
File size516.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test