UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Hernia inguinalis merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan banyak ditemukan di bagian bedah, terutama pada laki-laki. Faktor risiko utama yang diduga berkontribusi terhadap kejadian hernia inguinalis meliputi usia, indeks massa tubuh (IMT), dan jenis pekerjaan yang meningkatkan tekanan intraabdominal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, indeks massa tubuh (IMT), dan pekerjaan dengan kejadian hernia inguinalis di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi Case-Control yang dilakukan secara retrospektif menggunakan data rekam medis tahun 2022–2024. Sampel berjumlah 162 pasien yang terdiri dari 81 pasien dengan hernia inguinalis (kasus) dan 81 pasien dengan hernia lainnya (kontrol). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia (p=0,000) dan pekerjaan (p=0,000) dengan kejadian hernia inguinalis. Dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara IMT dengan kejadian hernia inguinalis (p=0,432). Kesimpulan: Usia dan pekerjaan memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian hernia inguinalis, namun indeks massa tubuh tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hernia inguinalis.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa usia memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hernia inguinalis, dengan mayoritas kasus terjadi pada kelompok usia dewasa awal hingga dewasa akhir.Indeks Massa Tubuh (IMT) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian hernia inguinalis.Pekerjaan menunjukkan hubungan yang signifikan, di mana sebagian besar kasus hernia inguinalis ditemukan pada individu dengan pekerjaan berintensitas berat.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko lain yang mungkin berperan dalam kejadian hernia inguinalis, seperti riwayat penyakit sebelumnya, aktivitas fisik, atau faktor genetik. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara usia dan pekerjaan dengan kejadian hernia inguinalis, serta untuk mengeksplorasi mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut. Ketiga, penelitian yang berfokus pada dampak intervensi gaya hidup, seperti program latihan penguatan otot inti atau modifikasi pekerjaan, terhadap pencegahan hernia inguinalis pada kelompok berisiko tinggi dapat memberikan wawasan berharga untuk strategi pencegahan yang efektif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang etiologi hernia inguinalis dan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan penanganan yang lebih baik.

Read online
File size534.45 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test