UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan produktivitas individu. Treatment fisioterapi telah terbukti menjadi salah satu metode non-farmakologis yang efektif dalam penanganan LBP. Fisioterapi berperan dalam peningkatan fleksibilitas lumbal dan mengurangi nyeri LBP. Berbagai teknik fisioterapi dapat diterapkan, termasuk TENS, dan Infrared. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling pada 31 pasien fisioterapi yang mengalami Low Back Pain di RSUD Kota Tanjungpinang. Data dikumpulkan dengan lembar observasi schober test dan VAS (visual analouge scale). Analisis data dilakukan dengan uji statistik paired t test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah fisioterapi dilakukan, fleksibilitas lumbal terbatas menurun drastis menjadi 6,5%, sementara pasien dengan fleksibilitas normal meningkat menjadi 93,5%. Dan terjadi perbaikan signifikan pada tingkat nyeri, di mana 64,5% pasien nyeri ringan, 35,5% mengalami nyeri sedang, dan tidak ada lagi pasien yang mengalami nyeri berat atau sangat berat. Hasil uji paired sample t-test memperoleh nilai p-value sebesar 0,000. Kesimpulan: Pemberian fisioterapi (TENS dan Infrared) efektif pada penanganan kasus Low Back Pain yang ditinjau dari fleksibilitas lumbal di RSUD Kota Tanjung pinang.

Pemberian fisioterapi (TENS dan Infrared) efektif pada penanganan kasus Low Back Pain yang ditinjau dari fleksibilitas lumbal di RSUD Kota Tanjungpinang.Sebelum diberikan fisioterapi, lebih dari setengah pasien (58,1%) memiliki fleksibilitas normal, sementara 41,9% lainnya mengalami keterbatasan fleksibilitas lumbal.Setelah intervensi, jumlah pasien dengan fleksibilitas terbatas menurun menjadi 6,5%, dan pasien dengan fleksibilitas normal meningkat menjadi 93,5%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas fisioterapi TENS dan Infrared dengan metode penanganan LBP lainnya, seperti latihan peregangan atau terapi manual. Kedua, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari fisioterapi TENS dan Infrared dalam mencegah kekambuhan LBP dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor individual, seperti usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas fisik, dan kondisi psikologis, yang dapat memengaruhi respons pasien terhadap fisioterapi TENS dan Infrared, sehingga penanganan dapat disesuaikan secara lebih personal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitas dan optimalisasi penanganan LBP melalui fisioterapi, serta memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

  1. Infrared Therapy for Chronic Low Back Pain: A Randomized, Controlled Trial - Gale - 2006 - Pain Research... doi.org/10.1155/2006/876920Infrared Therapy for Chronic Low Back Pain A Randomized Controlled Trial Gale 2006 Pain Research doi 10 1155 2006 876920
  2. Vol. 2 No. 4 (2024): Insight : International Journal of Social Research | International Journal of Social... journal.wrpublishing.id/index.php/pi/issue/view/6Vol 2 No 4 2024 Insight International Journal of Social Research International Journal of Social journal wrpublishing index php pi issue view 6
Read online
File size300 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test