UNBUNB
Jurnal Nusa SylvaJurnal Nusa SylvaPemanfaatan Multi-Purpose Tree Species (MPTS) dalam sistem agroforestri di lahan miring memberikan solusi ekologi dan ekonomi untuk pengelolaan lahannya. Karakteristik fisiologis dan ekologi setiap jenis tanaman mempengaruhi kemampuan beradaptasi terhadap lereng, kemampuan menahan erosi, serta kontribusinya terhadap kesuburan tanah dan produktivitas agroforestri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi spesies MPTS pada tiga kemiringan lahan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung pada areal agroforestri yang mencakup tiga tipe kemiringan lahan berbeda, dengan kategori datar (8-15 %), sedang (15-25 %), curam (25-65 %). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan komposisi tanaman MPTS pada 3 kemiringan lahan agroforestri yang berbeda. Di kemiringan yang datar terdapat 10 spesies. Sedangkan kategori sedang sebanyak 9 spesies dan kategori curam sebanyak 10 spesies. Jenis MPTS rimba mendominasi pada kemiringan 8-15% dan 25-60%, sedangkan MPTS pertanian mendominasi pada kemiringan 15-25%.
Penelitian ini menunjukkan variasi jenis tanaman penyusun pada lahan dengan kemiringan yang berbeda.Lahan dengan kemiringan landai (8-15%) memiliki 10 jenis tanaman, kemiringan sedang (15-25%) memiliki 9 jenis tanaman, dan kemiringan curam (25-60%) memiliki 10 jenis tanaman.Tanaman yang paling banyak ditemukan berasal dari golongan MPTS (Multi-Purpose Tree Species), yang terdiri dari MPTS rimba dan MPTS pertanian.Berdasarkan habitusnya, tanaman yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri dari tiga kategori utama, yaitu pohon, perdu, dan herba.MPTS rimba memiliki peran ekologis yang penting, seperti menyediakan habitat bagi berbagai flora dan fauna, membantu konservasi tanah, serta menjaga siklus hidrologi dengan meningkatkan infiltrasi air dan mengurangi risiko erosi.
Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan MPTS rimba terhadap stabilitas tanah di lahan curam, membandingkan efektivitas berbagai jenis MPTS dalam mengurangi erosi pada kemiringan berbeda, serta mengeksplorasi potensi ekonomi MPTS pertanian di lahan sedang untuk meningkatkan pendapatan petani. Selain itu, studi tentang adaptasi spesies MPTS terhadap perubahan iklim dan kebijakan pengelolaan hutan yang lebih inklusif juga dapat menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian ini perlu menggabungkan pendekatan ekologi dan ekonomi untuk memastikan keberlanjutan sistem agroforestri dalam berbagai kondisi lingkungan.
| File size | 569.64 KB |
| Pages | 11 |
| Short Link | https://juris.id/p-nJ |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB The findings reveal that proactive action is the most significant factor influencing social capital in the community. To strengthen social capital, SukabungahThe findings reveal that proactive action is the most significant factor influencing social capital in the community. To strengthen social capital, Sukabungah
IPBIPB Cibuntu Pond merupakan salah satu danau perkotaan yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dengan luas permukaan maksimum 2,11 ha dan kedalamanCibuntu Pond merupakan salah satu danau perkotaan yang terletak di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dengan luas permukaan maksimum 2,11 ha dan kedalaman
IPBIPB Dalam menentukan kekuatan dan potensi yang dimiliki UINSA, diperlukan pemahaman yang baik dari pemangku kebijakan dan pengguna mengenai prinsip keberlanjutanDalam menentukan kekuatan dan potensi yang dimiliki UINSA, diperlukan pemahaman yang baik dari pemangku kebijakan dan pengguna mengenai prinsip keberlanjutan
UncenUncen Meskipun terdapat keragaman tinggi frugivora avian yang menghuni hutan hujan Papua, dan wilayah ini menghadapi tingkat gangguan hutan yang mengkhawatirkan,Meskipun terdapat keragaman tinggi frugivora avian yang menghuni hutan hujan Papua, dan wilayah ini menghadapi tingkat gangguan hutan yang mengkhawatirkan,
UncenUncen Spesies dengan nilai penting tertinggi pada 30 m adalah Cocos nucifera L. (63,84 %) untuk pohon dan Kleinhovia hospita L. (37,61 %) untuk sapling,Spesies dengan nilai penting tertinggi pada 30 m adalah Cocos nucifera L. (63,84 %) untuk pohon dan Kleinhovia hospita L. (37,61 %) untuk sapling,
UNILAUNILA Penelitian ini memperoleh 11 variasi skedul pengeringan. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ketebalan papan dan persentase kayu teras berkorelasiPenelitian ini memperoleh 11 variasi skedul pengeringan. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa ketebalan papan dan persentase kayu teras berkorelasi
UNILAUNILA Model kesesuaian habitat Elang Jawa di TNBTS menunjukkan kategori tinggi seluas 15. Evaluasi model dengan MaxEnt menunjukkan akurasi sangat baik denganModel kesesuaian habitat Elang Jawa di TNBTS menunjukkan kategori tinggi seluas 15. Evaluasi model dengan MaxEnt menunjukkan akurasi sangat baik dengan
UNILAUNILA Proses ini dilakukan pada potensial yang berbeda yakni; 4, 6, dan 8 volt dengan waktu kontak tetap selama 60 menit. Parameter ukur yang digunakan absorbansiProses ini dilakukan pada potensial yang berbeda yakni; 4, 6, dan 8 volt dengan waktu kontak tetap selama 60 menit. Parameter ukur yang digunakan absorbansi
Useful /
IPBIPB Hasil menunjukkan bahwa dari tujuh daerah penangkapan utama (DPI) di Teluk Saleh, trip optimal tertinggi harus dialokasikan pada DPI-7 dengan kira-kiraHasil menunjukkan bahwa dari tujuh daerah penangkapan utama (DPI) di Teluk Saleh, trip optimal tertinggi harus dialokasikan pada DPI-7 dengan kira-kira
UMMUMM UNCLOS 1982 yang belum dijabarkan secara rinci dalam suatu peraturan perundangan-undangan, menimbulkan terjadinya konflik kewenangan dalam pengelolaanUNCLOS 1982 yang belum dijabarkan secara rinci dalam suatu peraturan perundangan-undangan, menimbulkan terjadinya konflik kewenangan dalam pengelolaan
UMMUMM keberadaan nine dash line tersebut menimbulkan ketegangan antar negara di sekitar LCS, termasuk Indonesia. Terdapat beberapa mekanisme penyelesaian sengketakeberadaan nine dash line tersebut menimbulkan ketegangan antar negara di sekitar LCS, termasuk Indonesia. Terdapat beberapa mekanisme penyelesaian sengketa
UNILAUNILA Nilai MOE ketiga spesies kayu tergolong kelas kekuatan IV‑V, sedangkan MOR dan kekuatan kompresi sejajar serat tergolong kelas IV. Nilai kekerasan kayuNilai MOE ketiga spesies kayu tergolong kelas kekuatan IV‑V, sedangkan MOR dan kekuatan kompresi sejajar serat tergolong kelas IV. Nilai kekerasan kayu