JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA
Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialJurnal Dialektika: Jurnal Ilmu SosialKebakaran hutan dan lahan (Karhutla) merupakan salah satu ancaman ekologis dan sosio-ekonomi terbesar di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi yang secara geografis didominasi oleh kawasan hutan dan rawa gambut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla dan stakeholder dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi melalui tiga dimensi utama: koordinasi antar lembaga, strategi operasional, dan faktor pendukung serta penghambat dalam implementasi operasional. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis kebijakan, serta validasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla di Jambi dikategorikan sebagai cukup efektif tetapi belum optimal. Koordinasi antar lembaga telah berjalan dengan baik pada fase respons darurat, tetapi masih lemah pada aspek pencegahan dan pemulihan pasca kebakaran. Strategi operasional Satuan Tugas menunjukkan efektivitas tinggi dalam penegakan hukum, tetapi masih menghadapi hambatan dalam distribusi fasilitas, kekurangan sumber daya manusia, dan integrasi data antar lembaga. Faktor pendukung utama meliputi ketersediaan sumber daya manusia terlatih, dukungan logistik, penggunaan teknologi deteksi dini, dan partisipasi aktif masyarakat melalui program Masyarakat Peduli Api (MPA). Sebaliknya, hambatan utama meliputi sinergi institusi yang lemah, komunikasi dan infrastruktur terbatas, serta kondisi geografis dan cuaca ekstrem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla akan meningkat jika sistem koordinasi dikembangkan menjadi komando terpadu permanen lintas lembaga, didukung oleh Sistem Peringatan Dini Geospasial berbasis teknologi, pelatihan lintas sektor berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Temuan ini menekankan kebutuhan akan transformasi dari model responsif menuju sistem ketahanan lingkungan yang adaptif dan berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla di Provinsi Jambi dipengaruhi oleh kualitas koordinasi antar lembaga, strategi operasional adaptif, dan kemampuan untuk mengelola faktor pendukung dan menghilangkan faktor penghambat secara sistematis.Koordinasi antara stakeholder, yang melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat, telah cukup berhasil dalam konteks respons darurat, tetapi masih menunjukkan kelemahan dalam aspek pencegahan dan pemulihan pasca kebakaran.Sifat reaktif komunikasi antar lembaga menunjukkan kebutuhan akan transformasi menuju sistem koordinasi yang lebih proaktif dan berkelanjutan (Robbins & Coulter, 2018).Dari perspektif strategi operasional, efektivitas operasi bersama didukung oleh tiga dimensi utama.kesiapan sumber daya manusia, penggunaan teknologi deteksi dini, dan mekanisme komando terintegrasi.Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar upaya Satuan Tugas masih diarahkan pada respons cepat terhadap kebakaran, daripada mitigasi dan pencegahan dini.Penggunaan teknologi berbasis satelit dan sistem pemantauan digital seperti ASAP Digital dan SIPONGI telah meningkatkan kecepatan deteksi hotspot, tetapi belum diimbangi dengan kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang merata di seluruh Jambi (BNPB, 2021).Faktor pendukung seperti ketersediaan sumber daya manusia terlatih, dukungan logistik, dan partisipasi aktif masyarakat melalui Masyarakat Peduli Api (MPA) juga mempengaruhi kesuksesan operasi.Sebaliknya, hambatan seperti komunikasi antar lembaga yang terbatas, ketidakseimbangan sumber daya, dan kondisi geografis dan cuaca ekstrem menjadi tantangan signifikan dalam implementasi di lapangan.Secara konseptual, penelitian ini mengonfirmasi bahwa efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla di Jambi belum sepenuhnya terwujud karena sistem koordinasi dan operasional masih didorong oleh peristiwa, aktif hanya selama krisis dan pasif di luar keadaan darurat.Oleh karena itu, pendekatan tata kelola kolaboratif yang diarahkan pada siklus penuh manajemen bencana, mencakup pencegahan, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan, diperlukan (Ansell & Gash, 2008).Secara umum, hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa efektivitas operasi bersama Satuan Tugas Karhutla di Provinsi Jambi berada dalam kategori cukup efektif tetapi belum optimal, dengan kesuksesan yang paling jelas dalam aspek respons cepat dan penegakan hukum, sementara aspek pencegahan, pendidikan publik, dan integrasi data masih memerlukan penguatan institusional dan kebijakan yang lebih berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian dan temuan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan model koordinasi permanen dan adaptif untuk Satuan Tugas Karhutla, dengan sistem komando terintegrasi lintas lembaga yang menghubungkan TNI, Polri, BPBD, BMKG, dan KLHK dalam jaringan komando geospasial tunggal. Model koordinasi ini akan memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif terhadap kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.. . 2. Menerapkan model komunikasi transformasional yang diarahkan pada pembangunan kepercayaan dan pembelajaran kolektif jangka panjang di antara stakeholder, bukan hanya koordinasi situasional selama krisis. Model komunikasi ini akan memperkuat sinergi dan kolaborasi antar lembaga, serta meningkatkan partisipasi dan keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan.. . 3. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lintas sektor melalui pelatihan bersama, modernisasi fasilitas dan infrastruktur, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan lingkungan. Strategi ini akan memperkuat ketahanan ekologis jangka panjang dan memastikan bahwa upaya pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan berkelanjutan dan efektif.
- Forest and Land Fire Control: Realizing The Policy Effectiveness | Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan.... doi.org/10.21787/mp.6.1.2022.15-27Forest and Land Fire Control Realizing The Policy Effectiveness Matra Pembaruan Jurnal Inovasi Kebijakan doi 10 21787 mp 6 1 2022 15 27
- Analisis Stakeholder dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi... doi.org/10.33087/jiubj.v23i3.4603Analisis Stakeholder dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Batang Hari Provinsi Jambi doi 10 33087 jiubj v23i3 4603
- HRMARS - Sustainabiility of Non-Profit Organisations; Organizational Development Process Model. hrmars... doi.org/10.6007/ijarbss/v10-i16/8313HRMARS Sustainabiility of Non Profit Organisations Organizational Development Process Model hrmars doi 10 6007 ijarbss v10 i16 8313
| File size | 1.78 MB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
GREENPUBGREENPUB Hasil ini menunjukkan potensi usaha mikro untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekonomi ketika didukung oleh pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan. ProgramHasil ini menunjukkan potensi usaha mikro untuk meningkatkan ketahanan sosial-ekonomi ketika didukung oleh pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan. Program
JOURNALKEBERLANJUTANJOURNALKEBERLANJUTAN Grindle, yaitu isi kebijakan dan konteks kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun manfaat program telah dirasakan oleh masyarakat, terutamaGrindle, yaitu isi kebijakan dan konteks kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun manfaat program telah dirasakan oleh masyarakat, terutama
LENTERANUSALENTERANUSA Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Karang Asih, maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledgeMelalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Karang Asih, maka terjadi sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat sebagai wujud knowledge
MDPMDP Di era komputer dan internet saat ini, sangat penting bagi siswa untuk memahami cara menggunakan teknologi dengan benar. Program pengabdian masyarakat,Di era komputer dan internet saat ini, sangat penting bagi siswa untuk memahami cara menggunakan teknologi dengan benar. Program pengabdian masyarakat,
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING (2) Menganalisa dampak dari program pengembangan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga Semambu Eco farming dalam pemanfaatan limbah di Desa Pulau Semambu.(2) Menganalisa dampak dari program pengembangan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga Semambu Eco farming dalam pemanfaatan limbah di Desa Pulau Semambu.
PORTALPUBLIKASIPORTALPUBLIKASI Ini sangat bagus untuk menunjang kemajuan di bidang pendidikan bagi generasi mendatang dengan menanamkan nilai kepedulian dan kerja sama untuk mencapaiIni sangat bagus untuk menunjang kemajuan di bidang pendidikan bagi generasi mendatang dengan menanamkan nilai kepedulian dan kerja sama untuk mencapai
IIKNUTUBANIIKNUTUBAN Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyegarkan fisik dan mental, serta mempersatukan kekuatan dan keakraban warga di lingkungan Dusun I, Desa Loru,Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyegarkan fisik dan mental, serta mempersatukan kekuatan dan keakraban warga di lingkungan Dusun I, Desa Loru,
STIKES KESDAM UDAYANASTIKES KESDAM UDAYANA Metode: Pendidikan kesehatan daring selama 90 menit diberikan pada 22 peserta dengan menggunakan media power point dan video. Perbedaan tingkat pengetahuanMetode: Pendidikan kesehatan daring selama 90 menit diberikan pada 22 peserta dengan menggunakan media power point dan video. Perbedaan tingkat pengetahuan
Useful /
JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA Berdasarkan analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan publik memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat, sementara pelayananBerdasarkan analisis, penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan publik memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan masyarakat, sementara pelayanan
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Memperkuat sumber daya, pendidikan, dan penegakan hukum sangat penting untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dalam mencegah stunting. Penelitian iniMemperkuat sumber daya, pendidikan, dan penegakan hukum sangat penting untuk meningkatkan efektivitas kebijakan dalam mencegah stunting. Penelitian ini
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Selain itu, penerapan aplikasi OSS serta sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah memperkuat iklim investasi yang kondusif, menjadikanSelain itu, penerapan aplikasi OSS serta sinkronisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah memperkuat iklim investasi yang kondusif, menjadikan
KEMENDAGRIKEMENDAGRI Data dianalisis menggunakan pengkodean kualitatif, yang melibatkan pengumpulan, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwaData dianalisis menggunakan pengkodean kualitatif, yang melibatkan pengumpulan, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa