MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Studi ini meneliti representasi maskulinitas dalam tubuh perempuan melalui karakter Kiriko dalam film The Boy and the Heron (2023), disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Menggunakan teori feminis Jo Ann Arinder, penelitian ini menekankan bagaimana Kiriko mewujudkan sifat maskulin seperti kekuatan fisik, keberanian, dan kepemimpinan yang secara tradisional dikaitkan dengan pria dalam konstruksi gender. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis naratif dari visual dan dialog, studi ini mengungkapkan bahwa Kiriko berfungsi sebagai simbol perlawanan terhadap stereotip wanita yang pasif dan lemah. Dia muncul sebagai figur yang penuh kasih sayang yang juga melindungi dan memimpin, sehingga menghapus batas-batas antara maskulinitas dan femininitas. Temuan ini menegaskan bahwa representasi gender dalam animasi dapat bersifat cair, menciptakan ruang untuk interpretasi baru tentang identitas perempuan dalam media populer. Studi ini juga menggambarkan bagaimana Studio Ghibli secara konsisten menampilkan karakter perempuan yang kompleks dan kuat, sambil mempromosikan nilai-nilai yang mengarah pada perubahan sosial dalam cerita visualnya.

Peneliti menemukan kesimpulan bahwa Kiriko sebagai karakter perempuan adalah figur yang tidak setuju dengan sistem patriarki.Karakternya menyatakan secara tidak langsung bahwa jika wanita diberikan ruang yang sama dengan pria, kemampuan dan kapasitas mereka tidak tidak sama antara pria dan wanita.Figur Kiriko hadir sebagai bentuk kolaborasi feminin dan maskulin yang tidak selalu tentang gender.Gambaran Kiriko sebagai kombinasi wanita dan pria membuatnya dekat dengan kehidupan nyata.Kiriko bukan simbol kebebasan sejati bagi wanita, tetapi figur Kiriko adalah format baru untuk wanita modern saat ini yang tidak lagi terikat oleh dominasi patriarki.Karakterisasi Kiriko, yang menunjukkan latar belakang Perang Dunia II, tidak membuatnya harus mengikuti aturan patriarki, yang merupakan contoh tidak langsung bahwa hal-hal seperti wanita menjadi seperti pria bukanlah hal baru, tetapi dalam praktiknya hal-hal seperti itu tidak mendapatkan perhatian dan seolah-olah diabaikan.

Berdasarkan temuan penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis respons penonton terhadap film ini dan menguji karakter perempuan secara keseluruhan dalam film The Boy and the Heron. Kedua, studi dapat dilakukan untuk menyelidiki bagaimana representasi maskulinitas dalam karakter perempuan seperti Kiriko mempengaruhi pemahaman masyarakat tentang maskulinitas dan femininitas dalam konteks budaya yang lebih luas. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana film-film Studio Ghibli, termasuk The Boy and the Heron, mempromosikan nilai-nilai yang mengarah pada perubahan sosial dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada pemahaman masyarakat tentang gender dan peran sosial. Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman kita tentang representasi gender dalam media populer dan dampak potensialnya terhadap masyarakat.

  1. Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Maskulinitas Perempuan Dalam Film Disney Cruella... e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/JLMI/article/view/3885Analisis Semiotika John Fiske Mengenai Representasi Maskulinitas Perempuan Dalam Film Disney Cruella e journal sari mutiara ac index php JLMI article view 3885
Read online
File size387.56 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test