MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi lapangan, kajian literatur, dan wawancara. Otonomi daerah berfungsi sebagai jembatan emas untuk mempercepat pembangunan di Indonesia, khususnya di daerah pinggiran. Pembangunan tersebut mencakup berbagai aspek sesuai semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kabupaten Belu, sebagai salah satu wilayah perbatasan, telah mengalami perubahan positif dalam pelaksanaan otonomi daerah, terutama pada bidang pariwisata dan infrastruktur budaya.

Otonomi daerah berperan sebagai jembatan emas yang mempercepat pembangunan wilayah perbatasan, sehingga Kabupaten Belu menunjukkan kemajuan signifikan dalam infrastruktur, budaya, dan pariwisata.Pencapaian infrastruktur meliputi PLBN Motaain, jalur sabuk merah, serta rencana pembangunan rumah sakit internasional pada tahun 2026.sedangkan perkembangan budaya terlihat pada pertunjukan tarian likurai dan produksi kain ikat berwarna alami, dan pariwisata berkembang melalui destinasi PLBN, wisata alam Fulan Fehan yang meraih penghargaan API 2020, serta wisata religi Patung Perawan Maria di Teluk Gurita.Semua atraksi tersebut telah menjadi ikon yang memperkuat identitas dan daya tarik Kabupaten Belu.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana mekanisme pengawasan masyarakat dapat mengurangi praktik KKN dalam pelaksanaan otonomi daerah di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Belu. Penelitian tersebut dapat menggunakan pendekatan campuran antara survei kuantitatif terhadap persepsi warga dan studi kasus wawancara dengan aparat lokal untuk mengukur efektivitas partisipasi publik. Penelitian lain dapat mempelajari dampak jangka panjang pembangunan infrastruktur border, seperti PLBN dan jalur sabuk merah, terhadap pertumbuhan ekonomi mikro di komunitas sekitar. Fokusnya adalah mengidentifikasi perubahan pendapatan, peluang kerja, dan akses pasar bagi pelaku usaha lokal setelah selesai proyek infrastruktur. Penelitian ketiga dapat mengevaluasi keberlanjutan pengembangan budaya dan pariwisata, khususnya promosi ikat berwarna alami dan tarian likurai, dalam memperkuat identitas regional serta menarik wisatawan internasional. Studi ini dapat melibatkan analisis data kunjungan wisatawan, wawancara dengan seniman, serta penilaian kebijakan pemasaran budaya daerah. Dengan mengintegrasikan temuan dari ketiga studi tersebut, kebijakan otonomi daerah dapat dirumuskan lebih responsif terhadap kebutuhan sosial‑ekonomi dan pelestarian budaya di wilayah perbatasan.

Read online
File size253.02 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test