MANDALANURSAMANDALANURSA

JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara Universal Health Coverage (UHC) dan insiden kanker serviks melalui analisis komparatif antara Indonesia dan Australia. Tujuan utama adalah memahami bagaimana cakupan layanan kesehatan memengaruhi pelaporan kasus kanker serviks pada dua negara dengan struktur sistem kesehatan yang berbeda. Analisis menunjukkan bahwa tingkat cakupan UHC yang lebih tinggi cenderung berhubungan dengan peningkatan deteksi kasus kanker serviks, menyoroti peran penting sistem skrining dan akses layanan kesehatan. Selain itu, terdapat perbedaan signifikan dalam struktur dan kualitas layanan kesehatan antara kedua negara yang memengaruhi beban penyakit secara keseluruhan. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan program skrining dan vaksinasi, khususnya di negara dengan cakupan UHC terbatas. Temuan diharapkan dapat berkontribusi pada penelitian selanjutnya serta menjadi dasar pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Analisis menunjukkan bahwa koefisien regresi UHC terhadap insiden kanker serviks bersifat positif di kedua negara namun tidak signifikan secara statistik (p > 0,05), sehingga hipotesis hubungan linier positif tidak dapat diterima.Perbandingan rata‑rata insiden mengungkapkan Indonesia memiliki tingkat kanker serviks yang jauh lebih tinggi daripada Australia (p < 0,001), sedangkan perbedaan koefisien regresi UHC antara kedua negara tidak terbukti signifikan.Perbedaan signifikan dalam distribusi variabel serta kesenjangan dalam cakupan skrining dan vaksinasi menandakan perlunya penelitian lebih lanjut dengan data yang lebih luas serta kolaborasi internasional untuk memperkuat program HPV di Indonesia.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak kausal ekspansi Universal Health Coverage terhadap insiden kanker serviks dengan menggunakan data panel longitudinal yang mencakup lebih banyak negara berpendapatan menengah ke bawah, sehingga meningkatkan kekuatan statistik dan generalisasi temuan. Selanjutnya, diperlukan studi implementasi campuran (mixed‑methods) untuk mengevaluasi efektivitas program vaksinasi HPV serta skrining terintegrasi di Indonesia, dengan fokus pada disparitas regional, kesiapan sistem kesehatan, dan faktor sosial‑kultural yang memengaruhi penerimaan. Terakhir, dikembangkan model prediktif yang memadukan indeks kesiapan EMDO, tingkat cakupan UHC, dan variabel sosio‑ekonomi untuk memproyeksikan beban kanker serviks, yang kemudian divalidasi melalui data prospektif guna mendukung perencanaan kebijakan berbasis bukti.

  1. Kanker Serviks | GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh. kanker serviks galenical... doi.org/10.29103/jkkmm.v2i1.10134Kanker Serviks GALENICAL Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh kanker serviks galenical doi 10 29103 jkkmm v2i1 10134
  2. Mapping the extraordinary measure disease outbreak (EMDO): An analysis of health regulations in Indonesia... doi.org/10.1002/wmh3.593Mapping the extraordinary measure disease outbreak EMDO An analysis of health regulations in Indonesia doi 10 1002 wmh3 593
  3. Frontiers | Management and Prevention Strategies for Non-communicable Diseases (NCDs) and Their Risk... doi.org/10.3389/fpubh.2020.574111Frontiers Management and Prevention Strategies for Non communicable Diseases NCDs and Their Risk doi 10 3389 fpubh 2020 574111
Read online
File size484.61 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test