UNSULTRAUNSULTRA
Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Sultra Civil Engineering Journal (SCiEJ)Dengan menganalisis pelaksanaan proyek kerja, diharapkan dapat mengetahui perbandingan antara rencana dan realisasi, efektivitas waktu pelaksana dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan pada pekerjaan rekonstruksi jalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data berupa kurva S, RAB, data cadangan, laporan mingguan, laporan bulanan dan data kuesioner untuk faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan, seperti cuaca ekstrem, koordinasi antar instansi, keterlambatan pengujian material, pengalaman pelaksana dan ketersediaan alat. Berdasarkan hasil pengumpulan dan analisis data, waktu yang terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan rekonstruksi jalan telah mengalami keterlambatan karena nilai deviasi minus, yaitu pada bulan Februari -0,225%, Maret -4,855%, April -10,118%, Mei -20,606%, Juni -37,379%, Juli -57,111%, dan Agustus -55,379%. Data untuk nilai efektivitas kerja pada agregat kelas B pada bulan April adalah 0,4 bulan, Mei 0,87, Juni 0,90, Juli 0,87, dan Agustus 0,87. Untuk agregat kelas A, nilai efektivitasnya adalah 0,13 pada bulan Mei, 0,17 pada bulan Juni, 0,35 pada bulan Juli, dan 0,90 pada bulan Agustus. Sedangkan untuk pekerjaan pengaspalan AC-BC, nilai efektivitasnya adalah 0,4.
Pada Bulan Februari - Agustus, rencana dan realisasi tidak sesuai, dimana deviasi keterlambatan paling besar terjadi pada bulan Juli yaitu -57,111%.Nilai efektifitas waktu pekerjaan agregat kelas B Bulan April - Agustus rata – rata 0,79.Pekerjaan agregat kelas A Bulan Mei - Agustus rata – rata 0,39.Pekerjaan pengaspalan AC-BC pada bulan Agustus 0,4.Faktor yang mempengaruhi efektifitas pelaksanaan pekerjaan adalah faktor cuaca koordinasi antara instansi 3,30, faktor cuaca ekstrim 3,0, faktor keterlambatan pengujian bahan 2,90, faktor pengalaman pelaksana 2,90, faktor ketersediaan alat 2,90.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelaksanaan pekerjaan, terutama faktor cuaca ekstrem dan koordinasi antar instansi yang memiliki nilai rangking tertinggi. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan metode manajemen proyek yang lebih efektif dalam menangani faktor-faktor tersebut. Ketiga, studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi-strategi mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk mengurangi dampak negatif dari faktor-faktor tersebut terhadap efektivitas pelaksanaan pekerjaan.
| File size | 493.61 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL STIAYAPPIMAKASSARJOURNAL STIAYAPPIMAKASSAR Teori Rational Choice memandang individu sebagai agen rasional yang membuat keputusan berdasarkan perhitungan untung-rugi guna memaksimalkan kepentinganTeori Rational Choice memandang individu sebagai agen rasional yang membuat keputusan berdasarkan perhitungan untung-rugi guna memaksimalkan kepentingan
UPPUPP Berdasarkan hasil perhitungan, seluruh variabel penelitian memiliki nilai rata-rata dalam kategori sedang/cukup (2,60–3,39). Hal ini menunjukkan bahwaBerdasarkan hasil perhitungan, seluruh variabel penelitian memiliki nilai rata-rata dalam kategori sedang/cukup (2,60–3,39). Hal ini menunjukkan bahwa
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Faktor pendukung meliputi landasan hukum yang jelas, alur pendanaan yang baik, loyalitas pegawai, dan alur data informasi yang baik. Sementara itu, faktorFaktor pendukung meliputi landasan hukum yang jelas, alur pendanaan yang baik, loyalitas pegawai, dan alur data informasi yang baik. Sementara itu, faktor
UncenUncen Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies mangrove yang didominasi oleh Rhizophora apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa. R. mucronata mendominasiHasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 10 spesies mangrove yang didominasi oleh Rhizophora apiculata, R. mucronata, dan R. stylosa. R. mucronata mendominasi
UNRAMUNRAM Terjalin kesepahaman antara tim pengabdi dan pihak sekolah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan. Implementasi kegiatan berupa pelatihanTerjalin kesepahaman antara tim pengabdi dan pihak sekolah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai program berkelanjutan. Implementasi kegiatan berupa pelatihan
UNRAMUNRAM Generasi Z didorong memahami dan menerapkan nilai-nilai seperti kejujuran, kecendekiaan, kepatutan, keteguhan, usaha, dan rasa malu dalam kehidupan sehari-hari.Generasi Z didorong memahami dan menerapkan nilai-nilai seperti kejujuran, kecendekiaan, kepatutan, keteguhan, usaha, dan rasa malu dalam kehidupan sehari-hari.
UNSULTRAUNSULTRA H. Abdullah Silondae, Jalan Laute, dan Jalan Malik Raya dengan lalu lintas kendaraan yang padat, di mana Jalan Drs. Abdullah Silondae merupakan rute transportasiH. Abdullah Silondae, Jalan Laute, dan Jalan Malik Raya dengan lalu lintas kendaraan yang padat, di mana Jalan Drs. Abdullah Silondae merupakan rute transportasi
UNDANAUNDANA Evaluasi hasil ERD yang berhasil dibangkitkan kemudian dievaluasi menggunakan metode expert judgement. Dari hasil evaluasi berdasarkan beberapa studi kasusEvaluasi hasil ERD yang berhasil dibangkitkan kemudian dievaluasi menggunakan metode expert judgement. Dari hasil evaluasi berdasarkan beberapa studi kasus
Useful /
UPPUPP Proporsi campuran beton metode DoE untuk beton fc 30 MPa per meter kubik secara teoritis adalah semen sebesar 513,16 kg, agregat halus 426,88 kg, agregatProporsi campuran beton metode DoE untuk beton fc 30 MPa per meter kubik secara teoritis adalah semen sebesar 513,16 kg, agregat halus 426,88 kg, agregat
UPPUPP Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis data Rencana Anggaran Biaya (RAB) aktual yang diperoleh dari Dinas PekerjaanMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis data Rencana Anggaran Biaya (RAB) aktual yang diperoleh dari Dinas Pekerjaan
UncenUncen Berdasarkan kajian genetik, HIV dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Setiap subtipe HIV-1 menunjukkan pola distribusi yang bervariasiBerdasarkan kajian genetik, HIV dikelompokkan menjadi dua jenis utama, yaitu HIV-1 dan HIV-2. Setiap subtipe HIV-1 menunjukkan pola distribusi yang bervariasi
UncenUncen Parameter tersebut diproporsi menjadi empat kelas: sangat sesuai, sesuai, saat ini tidak sesuai, dan secara permanen tidak sesuai. Hasil penelitian menunjukkanParameter tersebut diproporsi menjadi empat kelas: sangat sesuai, sesuai, saat ini tidak sesuai, dan secara permanen tidak sesuai. Hasil penelitian menunjukkan