STTAASTTAA
Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat AgungKisah Sarah dan Hagar, sebagaimana diceritakan dalam narasi Alkitab, merupakan ilustrasi yang tajam tentang kekuatan destruktif dari kebencian dan kemampuannya untuk melucuti kemanusiaan individu. Melalui metode analisis pustaka, artikel ini mengeksplorasi dinamika hubungan Sarah dan Hagar, mengkaji bagaimana kebencian menyebabkan dehumanisasi Hagar, seorang perempuan yang terjebak dalam konflik antara keputusasaan dan ketidakamanan Sarah. Dengan analisis yang cermat terhadap teks tersebut dan implikasinya, ditegaskan bahwa kebencian, secara eksplisit maupun implisit, dapat melucuti kemanusiaan seseorang, dan berujung pada siklus penindasan dari generasi ke generasi. Analisis ini tidak hanya menyoroti kisah-kisah tertentu dalam Alkitab tetapi juga menawarkan wawasan yang lebih luas, terutama kaitan kisah ini dengan kehidupan manusia kontemporer terutama persoalan dehumanisasi yang berakar pada kebencian. Pada akhirnya, alternatif jawaban untuk dehumanisasi adalah rehumanisasi berbasis pemahaman manusia sebagai citra Allah.
Kisah Sarah dan Hagar memperlihatkan kebencian sebagai akar dehumanisasi yang muncul dari ketidakamanan dan perbedaan status sosial.Dehumanisasi ini menghasilkan siklus penindasan yang berdampak pada keluarga dan generasi mendatang.Rehumanisasi berbasis pemahaman kemanusiaan sebagai citra Allah menjadi solusi untuk memulihkan martabat dan hubungan antarmanusia.
Penelitian lanjutan dapat (1) membandingkan narasi Sarah-Hagar dengan kasus dehumanisasi kontemporer dalam konteks rasial, gender, atau politik, (2) mengeksplorasi peran media digital dalam memperkuat atau mengatasi proses dehumanisasi melalui framing berita, dan (3) menganalisis praktik rehumanisasi secara transkultural, termasuk dampak intervensi agama atau filsafat terhadap penerimaan yang lain dalam masyarakat pluralistik.
| File size | 403.41 KB |
| Pages | 37 |
| DMCA | Report |
Related /
STTABSTTAB Praktik evangelisasi online menuntut pengembangan misiologi digital yang kontekstual, etis, dan berbasis pada keaslian pesan. Oleh karena itu, gereja perluPraktik evangelisasi online menuntut pengembangan misiologi digital yang kontekstual, etis, dan berbasis pada keaslian pesan. Oleh karena itu, gereja perlu
STTAASTTAA Perdebatan antara Barth dan Przywara tentang analogia entis merupakan perdebatan klasik antara Roma Katolik dan Protestan tentang teologi natural dan wahyuPerdebatan antara Barth dan Przywara tentang analogia entis merupakan perdebatan klasik antara Roma Katolik dan Protestan tentang teologi natural dan wahyu
STTAASTTAA Alkitab, sebagai firman Tuhan yang diilhamkan oleh Roh Kudus, tidak hanya akurat dalam hal doktrin dan etika, tetapi juga dalam sejarah dan sains. PenulisAlkitab, sebagai firman Tuhan yang diilhamkan oleh Roh Kudus, tidak hanya akurat dalam hal doktrin dan etika, tetapi juga dalam sejarah dan sains. Penulis
STTAASTTAA Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.Pemimpin gereja perlu memahami proses perubahan, membedakan antara yang mutlak dan relatif dalam Alkitab, dan memfokuskan pada panggilan Tuhan yang utama.
STTAASTTAA Praxis way of knowing dapat difungsikan sebagai proses mengenal dan memahami dalam pendidikan Kristen. Perlu perubahan paradigma dan praktek metode mengajarPraxis way of knowing dapat difungsikan sebagai proses mengenal dan memahami dalam pendidikan Kristen. Perlu perubahan paradigma dan praktek metode mengajar
STTAASTTAA Sebagai pewaris teologi Injili dari negara-negara Barat, teologi Indonesia sering dituduh terlalu terpengaruh oleh pemikiran Barat yang dianggap tidakSebagai pewaris teologi Injili dari negara-negara Barat, teologi Indonesia sering dituduh terlalu terpengaruh oleh pemikiran Barat yang dianggap tidak
STTAASTTAA Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,Amanat Agung Belum Selesai Matius 28 18 20 Lukas 24 46 47. AMANAT AGUNG BELUM SELESAI Matius 28:18-20; Lukas 24:46-47. Diperlukan kolaborasi gereja,
STTAASTTAA Hubungan antara dikaisounh dan tujuan epistel Roma terletak pada makna dikaisounh dan hubungannya dengan Injil. 21‑26 menunjukkan bahwa dikaisounh tidakHubungan antara dikaisounh dan tujuan epistel Roma terletak pada makna dikaisounh dan hubungannya dengan Injil. 21‑26 menunjukkan bahwa dikaisounh tidak
Useful /
STTABSTTAB Fenomena ini menjadi indikator kuat dari dekadensi kepemimpinan yang tidak lagi berpijak pada nilai-nilai alkitabiah dan prinsip teologi etis yang seharusnyaFenomena ini menjadi indikator kuat dari dekadensi kepemimpinan yang tidak lagi berpijak pada nilai-nilai alkitabiah dan prinsip teologi etis yang seharusnya
STTABSTTAB Perspektif ini menempatkan kasih (agape) sebagai pusat formasi iman yang menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan penghargaan terhadap keberagaman.Perspektif ini menempatkan kasih (agape) sebagai pusat formasi iman yang menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sosial dan penghargaan terhadap keberagaman.
STTABSTTAB Radikalisme yang berkembang di tengah lembaga pendidikan keagamaan menjadi bom waktu dan tantangan serius bagi kehidupan masyarakat sosial dan kerukunan.Radikalisme yang berkembang di tengah lembaga pendidikan keagamaan menjadi bom waktu dan tantangan serius bagi kehidupan masyarakat sosial dan kerukunan.
STTAASTTAA A. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010), x 160h. Penulis buku ini, yang menyelesaikan studinya di Presbyterian School of Christian Education, Richmond-Virginia,A. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010), x 160h. Penulis buku ini, yang menyelesaikan studinya di Presbyterian School of Christian Education, Richmond-Virginia,