STTAASTTAA

Jurnal Amanat AgungJurnal Amanat Agung

Kisah Sarah dan Hagar, sebagaimana diceritakan dalam narasi Alkitab, merupakan ilustrasi yang tajam tentang kekuatan destruktif dari kebencian dan kemampuannya untuk melucuti kemanusiaan individu. Melalui metode analisis pustaka, artikel ini mengeksplorasi dinamika hubungan Sarah dan Hagar, mengkaji bagaimana kebencian menyebabkan dehumanisasi Hagar, seorang perempuan yang terjebak dalam konflik antara keputusasaan dan ketidakamanan Sarah. Dengan analisis yang cermat terhadap teks tersebut dan implikasinya, ditegaskan bahwa kebencian, secara eksplisit maupun implisit, dapat melucuti kemanusiaan seseorang, dan berujung pada siklus penindasan dari generasi ke generasi. Analisis ini tidak hanya menyoroti kisah-kisah tertentu dalam Alkitab tetapi juga menawarkan wawasan yang lebih luas, terutama kaitan kisah ini dengan kehidupan manusia kontemporer terutama persoalan dehumanisasi yang berakar pada kebencian. Pada akhirnya, alternatif jawaban untuk dehumanisasi adalah rehumanisasi berbasis pemahaman manusia sebagai citra Allah.

Kisah Sarah dan Hagar memperlihatkan kebencian sebagai akar dehumanisasi yang muncul dari ketidakamanan dan perbedaan status sosial.Dehumanisasi ini menghasilkan siklus penindasan yang berdampak pada keluarga dan generasi mendatang.Rehumanisasi berbasis pemahaman kemanusiaan sebagai citra Allah menjadi solusi untuk memulihkan martabat dan hubungan antarmanusia.

Penelitian lanjutan dapat (1) membandingkan narasi Sarah-Hagar dengan kasus dehumanisasi kontemporer dalam konteks rasial, gender, atau politik, (2) mengeksplorasi peran media digital dalam memperkuat atau mengatasi proses dehumanisasi melalui framing berita, dan (3) menganalisis praktik rehumanisasi secara transkultural, termasuk dampak intervensi agama atau filsafat terhadap penerimaan yang lain dalam masyarakat pluralistik.

Read online
File size403.41 KB
Pages37
DMCAReport

Related /

ads-block-test