UMKLAUMKLA

WASATHON Jurnal Pengabdian MasyarakatWASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kondisi defisit neurologis akibat trauma, stroke dan kecatatan fisik pada penyandang disabilitas menyebabkan pasien harus tirah baring atau menggunakan kursi roda dalam waktu yang lama. Tirah baring dan atau posisi tubuh terfiksasi lama meningkatkan risiko ulkus dekubitus. Upaya pencegahan dekubitus dapat dilakukan dengan dukungan nutrisi yang optimal, mengurangi gesekan, tekanan, tarikan, melakukan perubahan posisi secara berkala dan perawatan luka dekubitus.

Rerata tingkat pengetahuan sebelum pelatihan 61,50±8,69, dan tingkat pengetahuan setelah pelatihan 94,70±4,33.Terdapat peningkatan yang signifikan tingkat pengetahuan peserta tentang pencegahan dan perawatan dekubitus setelah pemberian pelatihan.Pelatihan perawatan luka mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan praktik teknik dasar perawatan luka dikubitus bagi penyandang disabilitas, keluarga dan pendamping.

Perlu dilakukan follow up dari praktek perawatan luka dekubitus pada klien penyandang disabilitas. Rencana tindak lanjut perlu kolaborasi antara tenaga kesehatan, relawan dan institusi sosial untuk mendukung keberlanjutan program dan layanan kesehatan bagi kelompok disabilitas. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui efektivitas pelatihan perawatan luka dekubitus dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas. Selain itu, perlu dilakukan analisis biaya-manfaat dari pelatihan perawatan luka dekubitus untuk mengetahui efisiensi program ini.

Read online
File size231.07 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test