STITPNSTITPN

MANAZHIMMANAZHIM

Pendidikan Indonesia mewajibkan setiap mahasiswa melakukan penelitian. Setiap kali melaksanakan penelitian, terdapat banyak metode dalam proses pembuatan yang biasa disebut metodologi penelitian, yang berguna untuk membedakan jenis-jenis penelitian yang dilakukan. Terdapat beberapa macam metodologi penelitian termasuk kuantitatif, kualitatif, murni, terapan, evaluasi, deskriptif, eksplanatori, eksperimental, non‑eksperimental, eks‑post‑facto, survei, studi kasus, dan penelitian tindakan yang masing‑masing memiliki karakteristik, kelemahan, dan kelebihan khusus. Dengan melakukan kajian literatur dan pendekatan analisis isi, penulis menemukan pola baru dalam pelaksanaan penelitian, yaitu menggabungkan dua jenis penelitian, kualitatif dan kuantitatif, yang sebelumnya dianggap tidak memungkinkan. Ringkasan artikel ini ditujukan untuk pengembangan peradaban pendidikan di Indonesia.

Penelitian sosial ini menjadi menarik dan kompleks ketika peneliti tidak hanya terfokus pada hubungan antar variabel, melainkan juga menggali anatomi variabel secara mendalam melalui konstruksi teoretis yang mencakup definisi kontekstual, dimensi, dan indikator sebagai variabel eksogen.Karena kompleksitas eksplorasi tiap variabel, diperlukan pendekatan kualitatif melalui analisis isi sebagai penelitian eksploratori, yang mendasari munculnya paradigma baru yaitu metode penelitian neuro, yaitu investigasi interkoneksi yang menggabungkan pola “kualitatif‑kuantitatif‑kualitatif melampaui mixed‑methods tradisional.Paradigma ini menawarkan alternatif tambahan untuk memahami hubungan variabel secara empiris dalam populasi.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keefektifan metode Neuro Research dengan membandingkan hasilnya terhadap studi mixed‑methods tradisional dalam konteks pendidikan menengah, sehingga dapat mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasannya secara empiris. Selanjutnya, diperlukan penerapan Neuro Research pada proses pembelajaran daring untuk menguji bagaimana kombinasi tiga tahap (kualitatif‑kuantitatif‑kualitatif) dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi kompleks, terutama pada mata pelajaran STEM. Akhirnya, studi longitudinal yang melacak dampak penggunaan Neuro Research terhadap peningkatan kualitas penelitian mahasiswa selama tiga tahun terakhir dapat memberikan wawasan tentang kontribusi metode ini terhadap perkembangan kompetensi metodologis dan budaya akademik di perguruan tinggi Indonesia.

Read online
File size331.28 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test