USBYPKPUSBYPKP

Jurnal Abdimas Sang BuanaJurnal Abdimas Sang Buana

Salah satu dari negara-negara di dunia yang paling banyak memproduksi sampah adalah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada tahun 2021 terdapat 21,88 juta ton sampah yang dihasilkan dengan 35,68% di antaranya adalah sampah tidak terkelola. Komposisi sampah yang dihasilkan berdasarkan laporan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional di antaranya 41% adalah sampah sisa makanan dan 40,9% bersumber dari rumah tangga. Besarnya jumlah sampah dihasilkan tidaklah sedikit merupakan permasalahan yang belum dapat diatasi hingga saat ini bahkan di tingkat pedesaan. Berdasarkan hasil observasi, diketahui, bahwa pengetahuan dan pemahaman warga desa seputar pengelolaan dan pemilahan sampah masih terbatas. Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya fasilitas pendukung. Oleh karena itu, perlu diadakan edukasi dan sosialisasi pengelolaan sampah kepada warga Desa Cimekar. Salah satu pengolahannya dapat dilakukan dengan memanfaatkan budidaya belatung (maggot) BSF (Black Soldier Fly) dengan kemampuannya untuk mendegradasi bahan organik. Maggot yang telah berkembang sempurna juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan hewan sehingga dapat tercipta produk yang memiliki nilai ekonomis. Cara pengelolaan dan pemilahan sampah disampaikan melalui Program Pengabdian Masyarakat dengan diadakannya kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada warga RW 17 Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah di lingkungan warga.

Program pengabdian masyarakat yang meningkatkan kesadaran lingkungan melalui pengelolaan sampah dan budidaya maggot BSF di RW 17 Desa Cimekar telah berhasil menghasilkan produk turunan sampah organik serta meningkatkan kebersihan.Budidaya maggot diharapkan menjadikan RW 17 sebagai destinasi ekowisata dan mendukung kebijakan pemerintah daerah dalam pengelolaan sampah akhir.Kerjasama antara universitas, PT PLN Engineering, dan masyarakat memastikan hasil optimal dan keberlanjutan program.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak ekonomi jangka panjang dari budidaya maggot BSF terhadap pendapatan rumah tangga di komunitas pedesaan, sehingga dapat diketahui kontribusi nyata program terhadap kesejahteraan warga. Selanjutnya, diperlukan studi perbandingan efisiensi degradasi sampah organik antara maggot BSF dan maggot lalat hijau (Lucilia sericata) pada berbagai jenis limbah, untuk menentukan spesies yang paling optimal dalam konteks lokal. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan model skala menengah yang mengintegrasikan sistem pengelolaan sampah berbasis maggot ke dalam jaringan pengelolaan sampah kota, dengan menilai dampak lingkungan, sosial, dan kebijakan, sehingga hasilnya dapat direplikasi secara lebih luas dan berkelanjutan.

Read online
File size508.73 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test