CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS
Cendekia Journal of PharmacyCendekia Journal of PharmacyAsma bronkial ditandai dengan peradangan saluran nafas kronis, dan timbul secara klinis penyempitan jalan nafas (mengi dan dyspnea) dan batuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis sebagai terapi asma terhadap ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma. Mencit betina Balb/C 25 ekor yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 5 kelompok. Kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), teofilin (K3), ekstrak propolis (K4), kombinasi teofilin ekstrak propolis (K5). Pada hari ke-0 mencit disensitisasi dengan 10µg OVA 1 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal. Pada hari ke-14 20µg OVA 2 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal. Pada hari ke-21, ke-23, ke-25 mencit diinhalasi OVA1%. Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok K3 diberi teofilin 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis dosis 4 mg/hari dan kelompok K5 diberi kombinasi teofilin ekstrak propolis. Pada hari ke-40 mencit diterminasi untuk dianalisis ketebalan otot polos bronkiolus. Perbandingan antara kelompok negatif rata-rata 5,35±0,06 µm dapat diturunkan dengan ekstrak propolis (K4) rata-rata 3,73±0,2 µm, p=0,01 artinya antara kelompok kontrol negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna secara statistik. Ekstrak propolis terbukti dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit asma.
Asma bronkial ditandai dengan peradangan saluran nafas kronis, dan timbul secara klinis penyempitan jalan nafas (mengi dan dyspnea) dan batuk.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis sebagai terapi asma terhadap ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma.Mencit betina Balb/C 25 ekor yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 5 kelompok.Kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), teofilin (K3), ekstrak propolis (K4), kombinasi teofilin ekstrak propolis (K5).Pada hari ke-0 mencit disensitisasi dengan 10µg OVA 1 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal.Pada hari ke-14 20µg OVA 2 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal.Pada hari ke-21, ke-23, ke-25 mencit diinhalasi OVA1%.Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok K3 diberi teofilin 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis dosis 4 mg/hari dan kelompok K5 diberi kombinasi teofilin ekstrak propolis.Pada hari ke-40 mencit diterminasi untuk dianalisis ketebalan otot polos bronkiolus.Perbandingan antara kelompok negatif rata-rata 5,35±0,06 µm dapat diturunkan dengan ekstrak propolis (K4) rata-rata 3,73±0,2 µm, p=0,01 artinya antara kelompok kontrol negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna secara statistik.Ekstrak propolis terbukti dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit asma.Ekstrak propolis dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma.Penelitian lanjutan dapat fokus pada mekanisme kerja aktif flavonoid dan fenolik dalam ekstrak propolis terhadap peradangan bronkus, pengujian efek terapi kombinasi propolis dengan obat anti-asma lain seperti inhaled corticosteroid, serta evaluasi respons imun jangka panjang pada model hewan.Selain itu, studi banding antara varietas propolis dari daerah berbeda untuk menilai konsistensi efek farmakologisnya juga bisa menjadi arah penelitian baru.Pemantauan parameter histologis tambahan seperti perubahan membran basal dan aktivitas mediator inflamasi seperti histamin atau interleukin-6 (IL-6) di paru-paru mencit asma juga diperlukan untuk memperkuat mekanisme antiasma propolis.Asma bronkial ditandai dengan peradangan saluran nafas kronis, dan timbul secara klinis penyempitan jalan nafas (mengi dan dyspnea) dan batuk.Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis sebagai terapi asma terhadap ketebalan otot polos bronkiolus pada mencit asma.Mencit betina Balb/C 25 ekor yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 5 kelompok.Kontrol normal (K1), kontrol negatif (K2), teofilin (K3), ekstrak propolis (K4), kombinasi teofilin ekstrak propolis (K5).Pada hari ke-0 mencit disensitisasi dengan 10µg OVA 1 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal.Pada hari ke-14 20µg OVA 2 mg Alhidrogel dalam 0,5 mL NaCl steril 0,9% secara intraperitoneal.Pada hari ke-21, ke-23, ke-25 mencit diinhalasi OVA1%.Pada hari ke-26 sampai ke-39 kelompok K3 diberi teofilin 0,338 mg/hari, kelompok K4 diberi ekstrak propolis dosis 4 mg/hari dan kelompok K5 diberi kombinasi teofilin ekstrak propolis.Pada hari ke-40 mencit diterminasi untuk dianalisis ketebalan otot polos bronkiolus.Perbandingan antara kelompok negatif rata-rata 5,35±0,06 µm dapat diturunkan dengan ekstrak propolis (K4) rata-rata 3,73±0,2 µm, p=0,01 artinya antara kelompok kontrol negatif dan kelompok ekstrak propolis ada perbedaan yang bermakna secara statistik.Ekstrak propolis terbukti dapat menurunkan ketebalan otot polos bronkiolus mencit asma.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada mekanisme kerja aktif flavonoid dan fenolik dalam ekstrak propolis terhadap peradangan bronkus, pengujian efek terapi kombinasi propolis dengan obat anti-asma lain seperti inhaled corticosteroid, serta evaluasi respons imun jangka panjang pada model hewan. Selain itu, studi banding antara varietas propolis dari daerah berbeda untuk menilai konsistensi efek farmakologisnya juga bisa menjadi arah penelitian baru. Pemantauan parameter histologis tambahan seperti perubahan membran basal dan aktivitas mediator inflamasi seperti histamin atau interleukin-6 (IL-6) di paru-paru mencit asma juga diperlukan untuk memperkuat mekanisme antiasma propolis.
| File size | 177.82 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam sitrat pada belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L. ) dan belimbing wuluh kering di Desa Oti, KecamatanPenelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar asam sitrat pada belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L. ) dan belimbing wuluh kering di Desa Oti, Kecamatan
UnwahasUnwahas Emulgel dapat meningkatkan penghantaran obat sehingga dapat lebih mudah menembus kulit dan meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Komponen bahan penyusunEmulgel dapat meningkatkan penghantaran obat sehingga dapat lebih mudah menembus kulit dan meningkatkan aktivitas farmakologisnya. Komponen bahan penyusun
UnwahasUnwahas Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan uji aktivitas antibakteri terhadap StaphylococcusEvaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus
UnwahasUnwahas Penuaan kulit adalah proses biologis yang dipengaruhi oleh aspek internal (genetika, hormon, dan proses metabolisme) dan eksternal (paparan jangka panjangPenuaan kulit adalah proses biologis yang dipengaruhi oleh aspek internal (genetika, hormon, dan proses metabolisme) dan eksternal (paparan jangka panjang
UNSOEDUNSOED Nilai %Tp menunjukkan bahwa semua sampel memberikan perlindungan kategori tabir surya. Berdasarkan hasil tersebut, fraksi etil asetat paling efektif melindungiNilai %Tp menunjukkan bahwa semua sampel memberikan perlindungan kategori tabir surya. Berdasarkan hasil tersebut, fraksi etil asetat paling efektif melindungi
STIK SAMSTIK SAM Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bahan aktif ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. ) denganPenelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan bahan aktif ekstrak anggur hitam (Vitis vinifera L. ) dengan
STIK SAMSTIK SAM Penyakit Jantung Iskemik salah satu kondisi yang utamanya muncul adanya penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis, spasme, atau kombinasiPenyakit Jantung Iskemik salah satu kondisi yang utamanya muncul adanya penyempitan arteri koroner akibat proses aterosklerosis, spasme, atau kombinasi
STIK SAMSTIK SAM Pada hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang mempengaruhi terhadap kegagalan pengendalian DM Tipe II yaitu lama menderita (p = 0,000), perilakuPada hasil analisis bivariat menunjukkan variabel yang mempengaruhi terhadap kegagalan pengendalian DM Tipe II yaitu lama menderita (p = 0,000), perilaku
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Selain itu, pada hasil kelas XI MIA 2, indikator interpretasi diperoleh 46 %, analisis 59,5 %, dan inferensi 25,5 %, sedangkan di kelas XI MIA 3 diperolehSelain itu, pada hasil kelas XI MIA 2, indikator interpretasi diperoleh 46 %, analisis 59,5 %, dan inferensi 25,5 %, sedangkan di kelas XI MIA 3 diperoleh
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Berdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat fesesBerdasarkan perhitungan penentuan kadar nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) pada pelet dari fermentasi limbah ikan cakalang menggunakan perekat feses
UNSOEDUNSOED , Leucas lavandulifolia Sm. , dan Perilla frutescens (L. ) Britton. Ekstrak dari keempat spesies Lamiaceae dievaluasi untuk kapasitas antioksidannya menggunakan, Leucas lavandulifolia Sm. , dan Perilla frutescens (L. ) Britton. Ekstrak dari keempat spesies Lamiaceae dievaluasi untuk kapasitas antioksidannya menggunakan
UNSOEDUNSOED Senyawa nitrothioxantion memiliki nilai IC50 yang lebih tinggi untuk sel kanker kolorektal WiDr dibandingkan thioxanthenol, tetapi menunjukkan nilai IC50Senyawa nitrothioxantion memiliki nilai IC50 yang lebih tinggi untuk sel kanker kolorektal WiDr dibandingkan thioxanthenol, tetapi menunjukkan nilai IC50