NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO
Moderasi : Journal of Islamic StudiesModerasi : Journal of Islamic StudiesPerubahan zaman telah memengaruhi pola transmisi, otoritas, dan penerimaan hadis dalam masyarakat Muslim. Artikel ini mengkaji dinamika studi hadis kontemporer, dengan menekankan peran pesantren sebagai lembaga tradisional yang memelihara sanad (rantai transmisi), otoritas, dan metodologi kritik hadis. Tiga temuan utama muncul. Pertama, transformasi metode transmisi hadis: dari pola-pola yang mapan dari talaqqī, ijazah, dan sanad di pesantren menjadi bentuk-bentuk baru di luar kendali otoritas ilmiah, sehingga menimbulkan tantangan bagi otentikasi riwayyah (pelaporan). Kedua, munculnya partisipasi masyarakat yang luas dalam mengutip, menafsirkan, dan menyebarluaskan hadis secara instan tanpa metodologi ulūm al-ḥadīṡ, yang berpotensi mendistorsi pemahaman. Ketiga, kontestasi otoritas: pesantren berfungsi sebagai penjaga sanad dan kritik matan (terjemahan), tetapi pada saat yang sama menghadapi tantangan dari figur non-tradisional yang memperoleh legitimasi agama melalui popularitas sosial, bukan otoritas ilmiah. Studi ini menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis dalam menjaga keaslian hadis dengan mengintegrasikan metodologi klasik—kritik sanad dan matan—dan respons kontekstual terhadap kebutuhan kontemporer. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya wacana studi hadis dengan menyoroti hubungan antara keaslian, penerimaan sosial, dan peran institusional pesantren. Secara praktis, artikel ini berkontribusi kepada pendidik, peneliti, dan dai dalam merumuskan strategi pengajaran hadis yang otentik, kritis, dan relevan dengan tantangan kontemporer.
Penelitian ini menegaskan bahwa pesantren masih berperan sebagai pusat penting dalam menjaga kesinambungan transmisi hadis melalui mekanisme talaqqī, sanad, dan ijāzah yang telah menjadi tradisi sejak berabad-abad.Akan tetapi, otoritas keilmuan yang terbangun dari sanad tidak lagi berdiri sendiri dalam lanskap keagamaan kontemporer.Kehadiran figur-figur non-tradisional, derasnya arus informasi digital, serta logika distribusi media yang mementingkan popularitas telah menimbulkan kontestasi otoritas yang tidak dapat diabaikan.bagaimana mempertahankan legitimasi ilmiah hadis di tengah masyarakat yang semakin terbiasa dengan cara-cara instan dalam mengakses pengetahuan agama.Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa masa depan otoritas hadis ditentukan oleh kemampuan pesantren untuk menjaga kesinambungan sanad sekaligus mengartikulasikan ulang metodologi klasik dalam bahasa dan medium yang sesuai dengan kebutuhan kontemporer.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai model adaptasi pesantren dalam menghadapi tantangan diseminasi hadis melalui media sosial, dengan fokus pada bagaimana pesantren dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperkuat literasi hadis dan melawan misinformasi. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak program-program revitalisasi pesantren terhadap pemahaman dan praktik hadis di kalangan santri dan masyarakat umum, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan program tersebut. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi adaptasi pesantren di berbagai wilayah Indonesia, dengan mempertimbangkan perbedaan konteks sosial, budaya, dan ekonomi, guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik dan relevan.
| File size | 368.71 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UMBUMB Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin, baik di masjid, surau, maupun di rumah-rumah warga, dengan membaca surat Yasin, tahlil, dan doa bersama.Kegiatan ini biasanya dilakukan secara rutin, baik di masjid, surau, maupun di rumah-rumah warga, dengan membaca surat Yasin, tahlil, dan doa bersama.
UNIMMANUNIMMAN Faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). KesimpulanFaktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). Kesimpulan
YAYASANBHZYAYASANBHZ Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan status anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat berdasarkan hukum positif Indonesia serta menurut hukumPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan status anak yang lahir dari perkawinan tidak tercatat berdasarkan hukum positif Indonesia serta menurut hukum
STAIMUTTAQIENSTAIMUTTAQIEN Melalui pendidikan, kesadaran, dan penerapan etika teknologi yang mengimplementasikan nilai-nilai Islam, setiap individu terhindar dari dampak buruk kehidupanMelalui pendidikan, kesadaran, dan penerapan etika teknologi yang mengimplementasikan nilai-nilai Islam, setiap individu terhindar dari dampak buruk kehidupan
ALJAMIAHALJAMIAH Islam Rasional merupakan karya yang ditujukan sebagai buku teks bagi mahasiswa studi Islam, terutama bagi mereka yang ingin memahami kembali cara mempelajariIslam Rasional merupakan karya yang ditujukan sebagai buku teks bagi mahasiswa studi Islam, terutama bagi mereka yang ingin memahami kembali cara mempelajari
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Manusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk berbudaya (beradab). Sebagai makhluk berbudaya, dorongan biologis manusia diatur sedemikian rupa denganManusia diciptakan oleh Allah SWT sebagai makhluk berbudaya (beradab). Sebagai makhluk berbudaya, dorongan biologis manusia diatur sedemikian rupa dengan
QAUMIYYAHQAUMIYYAH Eksistensi organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah di Yogyakarta, dan Nahdathul Ulama di Jawa Timur, Nahdhatul Wathon di Nusa TenggaraEksistensi organisasi-organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah di Yogyakarta, dan Nahdathul Ulama di Jawa Timur, Nahdhatul Wathon di Nusa Tenggara
QAUMIYYAHQAUMIYYAH Begitu pula dalam upaya penguatan civil society, muslim menduduki posisi terdepan yang bisa diharapkan bisa menjadi pengimbang dari kekuatan negara yangBegitu pula dalam upaya penguatan civil society, muslim menduduki posisi terdepan yang bisa diharapkan bisa menjadi pengimbang dari kekuatan negara yang
Useful /
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Hukum Islam menyediakan dasar normatif, tetapi memberikan keunggulan kompetitif hanya saat diimplementasikan melalui kepastian regulasi, standar sertifikasiHukum Islam menyediakan dasar normatif, tetapi memberikan keunggulan kompetitif hanya saat diimplementasikan melalui kepastian regulasi, standar sertifikasi
KOMPETIFKOMPETIF Secara khusus, dengan adanya aplikasi ini, proses simpan pinjam menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dikontrol, sehingga mampu meningkatkan kepuasanSecara khusus, dengan adanya aplikasi ini, proses simpan pinjam menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dikontrol, sehingga mampu meningkatkan kepuasan
UAIUAI Program ini memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan masakan khas Tiongkok yang digemari masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat di Panti AsuhanProgram ini memberikan penyuluhan dan pelatihan pembuatan masakan khas Tiongkok yang digemari masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat di Panti Asuhan
UAIUAI Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan sebagai pelatihan dan pendampingan untuk memahami serta menyusun pelaporan keuangan BUMDes. PermasalahanKegiatan pengabdian masyarakat ini dimaksudkan sebagai pelatihan dan pendampingan untuk memahami serta menyusun pelaporan keuangan BUMDes. Permasalahan