YCNYCN

Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan PemberdayaanJurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan

Isu gizi pada anak sekolah dasar menjadi tantangan serius baik secara global maupun nasional, dengan angka malnutrisi, stunting, dan obesitas yang masih tinggi. Di Indonesia, data SSGI 2022 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 21,6%, dan di Sulawesi Selatan sebesar 27,2%. Fokus pengabdian ini adalah pada rendahnya pemahaman anak terhadap pentingnya sarapan dan pola makan seimbang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang pola makan seimbang melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis media video. Kegiatan dilaksanakan di SD Muhammadiyah 1 Palopo dengan melibatkan 100 siswa kelas 5 dan 6. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pemutaran video edukatif dari YouTube, diskusi interaktif, kuis, dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa, dari kategori Sangat Baik sebesar 13,9% menjadi 28,3% dan penurunan kategori Kurang dari 13,9% menjadi 5%. Edukasi berbasis video terbukti menjadi strategi yang efektif dan menyenangkan dalam meningkatkan pemahaman anak tentang pentingnya sarapan dan gizi seimbang.

Edukasi gizi berbasis video terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SD tentang pentingnya sarapan serta pola makan seimbang.Pendekatan partisipatif dan visual berhasil meningkatkan keterlibatan siswa dan mendorong perubahan perilaku sehat.Oleh karena itu, disarankan agar metode ini diintegrasikan ke dalam program UKS dan pembelajaran tematik serta didukung dengan pendampingan berkelanjutan.

Penelitian lanjutan sebaiknya menilai keberlanjutan peningkatan pengetahuan yang diperoleh melalui edukasi gizi berbasis video dengan melakukan tindak lanjut evaluasi pengetahuan serta kebiasaan makan siswa setelah satu hingga dua tahun pasca‑intervensi, sehingga dapat diketahui apakah efek positif tetap terjaga dalam jangka panjang. Selain itu, studi komparatif antara video edukatif interaktif dan aplikasi mobile berbasis gamifikasi dapat dilakukan untuk mengukur perbedaan efektivitas dalam meningkatkan literasi gizi, motivasi belajar, dan perubahan perilaku makan pada anak sekolah dasar, dengan mempertimbangkan aspek keterlibatan dan kepuasan pengguna. Analisis biaya‑manfaat dari masing‑masing metode juga penting untuk memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi dampak keterlibatan orang tua melalui penyediaan materi video gizi di rumah serta sesi diskusi keluarga, guna menilai peningkatan frekuensi sarapan dan konsumsi makanan bergizi pada anak. Dengan mengintegrasikan faktor lingkungan rumah dalam intervensi, diharapkan dapat tercapai perubahan perilaku gizi yang lebih konsisten dan berkelanjutan.

Read online
File size440.59 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test