MES BOGORMES BOGOR

Sci-tech JournalSci-tech Journal

Acne vulgaris adalah penyakit kulit kronis yang multifaktorial yang ditadai dengan adanya peradangan pada unit pilosebasea seperti komedo, papul, pustul, nodul dan kista, yang biasanya muncul dibagian wajah, tubuh bagian atas, dan lengan atas. Kualitas tidur adalah suatu keadaan yang menunjukkan adanya kemampuan individu untuk tidur dan memperoleh jumlah istirahat sesuai dengan kebutuhannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan derajat keparahan acne vulgaris pada siswa‑siswi kelas X di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, Provinsi Lampung tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan metode penelitian survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa‑siswi kelas X yang berjumlah 285 di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, Provinsi Lampung tahun 2024. Terdapat 74 sampel menggunakan rumus Slovin sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan observasi derajat keparahan acne vulgaris, analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji non‑parametrik yaitu uji chi‑square dengan SPSS versi 26. Hasil dari penelitian didapatkan 50 responden.

Sebagian besar siswa kelas X SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung (67,6%) mengalami kualitas tidur yang buruk, dan 39,2% menunjukkan derajat keparahan acne vulgaris sedang.Analisis statistika menunjukkan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur yang buruk dan peningkatan derajat keparahan acne vulgaris (p ≤ 0,05).Dengan demikian, kualitas tidur merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap keparahan acne vulgaris pada remaja.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki peran kadar melatonin sebagai mediator antara kualitas tidur dan keparahan acne vulgaris pada remaja, sehingga dapat menjelaskan mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut. Selanjutnya, studi observasional yang menilai pengaruh penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur terhadap kualitas tidur dan tingkat keparahan acne, dengan menggunakan pemantauan tidur objektif seperti actigraphy, dapat memberikan gambaran lebih jelas tentang faktor lingkungan modern. Selain itu, dilakukan percobaan longitudinal dengan intervensi program kebersihan tidur (sleep hygiene) selama enam bulan untuk mengevaluasi apakah perbaikan kebiasaan tidur dapat menurunkan derajat keparahan acne vulgaris secara signifikan, sehingga memberikan dasar empiris bagi strategi pencegahan yang berbasis perilaku.

  1. Hubungan Kualitas Tidur dengan Derajat Keparahan Acne Vulgaris pada Siswa-Siswi Kelas X di Sma Muhammadiyah... mes-bogor.com/journal/index.php/stj/article/view/487Hubungan Kualitas Tidur dengan Derajat Keparahan Acne Vulgaris pada Siswa Siswi Kelas X di Sma Muhammadiyah mes bogor journal index php stj article view 487
  2. Maintenance - Universitas Palangka Raya. maintenance universitas palangka raya pengembangan perawatan... doi.org/10.37304/jkupr.v8i1.1500Maintenance Universitas Palangka Raya maintenance universitas palangka raya pengembangan perawatan doi 10 37304 jkupr v8i1 1500
Read online
File size429.4 KB
Pages14
Short Linkhttps://juris.id/p-3Cy
DMCAReport

Related /

ads-block-test