JRTPPIJRTPPI

Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran IndustriJurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

Evaluasi kualitas air tanah yang tidak terkekang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin di Kota Padang, Sumatera Barat, telah dilakukan untuk menilai dampak leachate terhadap kualitas air yang digunakan oleh masyarakat sekitar. Sampel air tanah dikumpulkan dari sepuluh titik strategis di sekitar TPA, dengan dukungan dari JPS. Karakteristik leachate yang dianalisis meliputi pH, suhu, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), total padatan terlarut (TDS), total padatan tersuspensi (TSS), dan konsentrasi logam berat seperti Pb, Cu, Mn, As, Cd, Cr, dan Fe. Suhu dan tingkat pH diukur menggunakan termometer dan pH meter, masing-masing. Konsentrasi logam berat ditentukan menggunakan Spektroskopi Absorpsi Atom (AAS), sementara nilai BOD, COD, TDS, dan TSS dinilai melalui metode gravimetri. Hasil pengujian untuk berbagai parameter, termasuk bau, rasa, suhu, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), dan tingkat logam berat (Pb, Cu, Mn, As, Cd, Cr, dan Fe), umumnya berada di bawah standar kualitas yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 416 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001. Namun, tingkat pH air tanah yang tidak terkekang yang diukur antara 3,04 dan 6,05, yang tidak memenuhi persyaratan Pemerintah untuk semua sumur uji. Selain itu, leachate tampaknya tidak memengaruhi kualitas air tanah yang tidak terkekang di sekitar TPA Air Dingin. Secara keseluruhan, kualitas air tanah di daerah ini umumnya memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001.

Berdasarkan penelitian, kualitas air tanah yang tidak terkekang di sekitar TPA Air Dingin memenuhi standar yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.416 tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No.Hanya sampel 5 dan 8 yang menunjukkan bau dan rasa yang dapat diamati, sementara sampel 1 menunjukkan nilai Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang sedikit melebihi standar yang dipersyaratkan.Selain itu, semua sampel menunjukkan nilai pH yang berkisar antara 3,04 hingga 6,05, yang berada di bawah batas yang diizinkan (6,5–9,0).Secara keseluruhan, leachate dari timbunan sampah tidak berdampak signifikan terhadap parameter fisik dan kimia air tanah yang tidak terkekang di sekitar TPA Air Dingin, di mana kandungan logam berat Pb, Cd, Cu, As, Cr, dan Fe berada di bawah ambang batas yang diperbolehkan.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk menginvestigasi penyebab pH rendah pada air tanah di sekitar TPA Air Dingin, serta dampaknya terhadap kelarutan dan mobilitas logam berat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan sistem leachate treatment yang lebih efektif dan ramah lingkungan, seperti penggunaan bioremediasi atau teknologi berbasis tanaman. Ketiga, penting untuk melakukan pemantauan kualitas air tanah secara berkala dan komprehensif, tidak hanya di sekitar TPA, tetapi juga di wilayah hilir, untuk mendeteksi dini potensi pencemaran dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat. Dengan demikian, pengelolaan TPA dapat dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, demi menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Read online
File size395.55 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-3Ab
DMCAReport

Related /

ads-block-test