POLIMDOPOLIMDO

Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan VokasiProsiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi

Rigid pavement adalah jenis perkerasan jalan yang menggunakan beton sebagai bahan utama. Beton harus dirawat (curing) agar bagian dalam dari beton tetap dingin, dan tidak terjadi keropos. Ada beberapa metode dalam curing beton, dan perbedaan metode curing akan menghasilkan kekuatan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa perbedaan hasil kuat tekan dari perbedaan metode curing di lapangan, laboratorium, dan tidak dirawat.

Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan yang telah dilakukan, dapat dilihat pada umur 7 hari nilai kuat tekan tertinggi didapatkan dengan curing direndam, dan terjadi penurunan diperawatan lapangan pada umur beton yang sama sebesar 3,97%, dan penurunan 8,49% pada beton yang dibiarkan, saat umur beton 14 hari kekuatan tertinggi dari semua metode ada pada metode curing direndam, dan terjadi penurunan 5,49% pada metode curing disiram dan 18,24% pada beton tak dirawat.Saat umur beton mencapai 28 hari, kuat tekan tertinggi didapatkan pada perawatan direndam, pada perawatan disiram terjadi penurunan 15,58% dari beton direndam, pada beton yang tak dirawat terjadi penurunan 29,82% dari beton direndam.

Penelitian selanjutnya dapat berfokus pada pengembangan metode curing yang lebih efektif untuk rigid pavement, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti suhu, kelembaban, dan waktu perawatan. Selain itu, studi komparatif antara metode curing yang berbeda dapat dilakukan untuk menentukan metode yang paling optimal dalam mencapai kuat tekan beton yang diinginkan. Terakhir, penelitian tentang pengaruh curing terhadap sifat-sifat beton lainnya, seperti kuat lentur dan durabilitas, juga dapat menjadi arah penelitian yang menarik.

Read online
File size231.71 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test