UNSERAUNSERA

Seminar Nasional Pengabdian MasyarakatSeminar Nasional Pengabdian Masyarakat

Sampah menjadi permasalahan lingkungan yang terus meningkat, termasuk di lingkungan sekolah yang merupakan tempat pembentukan karakter dan perilaku peduli lingkungan sejak dini. Kurangnya kesadaran dan keterampilan dalam pengelolaan sampah di kalangan siswa dan tenaga pendidik menyebabkan perlunya intervensi melalui pendekatan edukatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan oleh Kelompok KKM 29 Universitas Serang Raya (UNSERA) di SMPIT Widya Cendekia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga sekolah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai pengelolaan sampah, pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik, praktik pengolahan sampah organik menjadi biopori, serta pembuatan Celengan Sampah yang diberi nama Ekolibra. Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan siswa sebagai peserta aktif. Siswa yang dilibatkan berjumlah 121 orang berasal kelas 7 dan 8. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan, kemampuan teknis dalam pengelolaan sampah, serta komitmen dari pihak sekolah untuk melanjutkan program secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterlibatan mahasiswa melalui program KKM dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung upaya pengelolaan lingkungan di satuan pendidikan. Hasil evaluasi pasca kegiatan menunjukkan bahwa 85,7% siswa sangat memahami cara memilah sampah dan bersedia untuk melakukan pemilahan tersebut, serta bersedia melanjutkan pengolahan sampah organik menjadi biopori dan menjalankan program pengumpulan sampah kemasan plastik ke dalam Celengan Sampah.

Kegiatan pengabdian masyarakat di SMPIT Widya Cendekia menunjukkan bahwa pendekatan edukatif‑partisipatif dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan teknis siswa dalam pengelolaan sampah, terbukti dari 85,7 % siswa yang memahami cara memilah sampah dan bersedia melanjutkan praktik secara mandiri.Keberhasilan program didukung oleh sinergi antara guru, siswa, manajemen sekolah, dan mahasiswa KKM, yang memungkinkan integrasi pembelajaran pengalaman secara aktif.Selain itu, inovasi Celengan Sampah memperkenalkan konsep ekonomi sirkular, menumbuhkan kesadaran nilai ekonomi dari sampah kemasan plastik.

Penelitian lanjutan dapat meneliti dampak jangka panjang intervensi edukatif‑partisipatif terhadap perilaku pengelolaan sampah siswa, misalnya dengan melakukan studi longitudinal selama tiga hingga lima tahun untuk mengukur keberlanjutan perubahan kesadaran dan praktik. Selain itu, studi komparatif antara sekolah menengah pertama dengan karakteristik sosial‑ekonomi berbeda dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi skalabilitas program, sehingga strategi dapat disesuaikan untuk konteks yang lebih luas. Selanjutnya, analisis ekonomi terhadap model Celengan Sampah (Ekolibra) diperlukan untuk mengevaluasi kontribusinya terhadap ekonomi sirkular, termasuk estimasi nilai ekonomi sampah plastik yang dikelola dan potensi pendapatan bagi sekolah, guna memperkuat dasar kebijakan dan keberlanjutan finansial program.

  1. Revitalisasi dan Pembuatan Biopori di SMAN 2, SMAN 3 dan SMAK Satya Wacana Salatiga Selaras dengan Misi... journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/13385Revitalisasi dan Pembuatan Biopori di SMAN 2 SMAN 3 dan SMAK Satya Wacana Salatiga Selaras dengan Misi journal uhamka ac index php solma article view 13385
Read online
File size456.44 KB
Pages6
Short Linkhttps://juris.id/p-3u3
DMCAReport

Related /

ads-block-test