KIPMIKIPMI

Communications in Science and TechnologyCommunications in Science and Technology

Penelitian ini menginvestigasi pengaruh distribusi Titik Kontrol Tanah (GCP) terhadap akurasi pemetaan lereng berbasis UAV dan analisis stabilitas. Tiga konfigurasi GCP—hanya di atas, vertikal, dan diagonal—diuji. Akurasi dievaluasi menggunakan fotogrametri UAV dan dibandingkan dengan data geodetik GPS. Pengaturan GCP vertikal menghasilkan akurasi tertinggi, mengurangi total RMSE sebesar 89,6% (dari 52,93 mm menjadi 5,50 mm). Konfigurasi diagonal, meskipun sedikit kurang akurat (RMSE 61,26 mm), meningkatkan cakupan spasial. Analisis stabilitas lereng menggunakan metode elemen hingga (FEM) mengkonfirmasi keandalan pengaturan vertikal untuk penilaian lereng. Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa optimasi tata letak GCP dapat secara signifikan meningkatkan presisi model sambil mengurangi pekerjaan lapangan. Karya ini berkontribusi pada pemantauan lereng yang efisien dan akurat dengan GCP yang lebih sedikit, sehingga cocok untuk aplikasi geoteknik skala besar. Penelitian selanjutnya akan berfokus pada penerapan konfigurasi ini pada medan bervegetasi dan lebih kompleks serta mengintegrasikan otomatisasi untuk implementasi yang lebih luas dan terukur.

Studi ini menyimpulkan bahwa konfigurasi Titik Kontrol Tanah (GCP) vertikal adalah yang paling efektif untuk pemodelan lereng berbasis UAV dan analisis stabilitas, mencapai akurasi spasial tertinggi dengan RMSE total 5,50 mm dan Faktor Keamanan (SF) 1,72, sangat mendekati referensi geodetik GPS.Meskipun konfigurasi diagonal memberikan cakupan spasial yang lebih luas dan meningkatkan stabilitas dibandingkan penempatan GCP hanya di atas, akurasinya sedikit lebih rendah.Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup evaluasi konfigurasi GCP di medan bervegetasi dan kompleks, serta mengintegrasikan optimasi kepadatan GCP, sistem geodetik real-time, dan teknologi AI untuk peningkatan skalabilitas dan presisi dalam analisis stabilitas lereng dan mitigasi bencana.

Penelitian lanjutan sangat krusial untuk memperluas penerapan teknik fotogrametri UAV dalam analisis stabilitas lereng, terutama di lingkungan yang lebih menantang. Pertama, mengingat keterbatasan yang diidentifikasi terkait vegetasi, studi di masa depan dapat menginvestigasi secara komprehensif bagaimana jenis dan kepadatan vegetasi yang beragam—seperti hutan lebat, semak belukar, atau padang rumput—secara spesifik memengaruhi pemilihan konfigurasi Titik Kontrol Tanah (GCP) yang paling optimal dan akurasi keseluruhan model elevasi. Pertanyaan penelitian kunci adalah apakah model pembelajaran mesin atau algoritma koreksi berbasis kecerdasan buatan dapat dikembangkan untuk secara efektif mengidentifikasi dan mengkompensasi kesalahan yang diinduksi oleh vegetasi, sehingga menjaga presisi data di medan yang kompleks. Kedua, untuk mengatasi isu skalabilitas dalam pemetaan area luas, pengembangan sistem otomatisasi penerbangan UAV yang adaptif adalah prioritas. Riset selanjutnya dapat berfokus pada perancangan algoritma yang memungkinkan UAV secara dinamis mengoptimalkan penempatan dan kepadatan GCP berdasarkan analisis kondisi terrain real-time, memungkinkan pemetaan efisien pada skala regional sambil mempertahankan akurasi tinggi. Terakhir, integrasi platform UAV dengan teknologi sensor lain seperti Ground Penetrating Radar (GPR) atau penggunaan swarm drone, bersamaan dengan sistem geodetik real-time, dapat menawarkan data geoteknik yang jauh lebih komprehensif. Ini akan memungkinkan pengembangan model Metode Elemen Hingga (FEM) yang lebih canggih dan responsif, yang mampu memberikan analisis stabilitas lereng dan pembaruan prediksi risiko secara instan, sangat mendukung upaya mitigasi bencana di area rawan.

  1. Optimizing ground control points for UAV photogrammetry: A case study in slope stability mapping | Communications... cst.kipmi.or.id/journal/article/view/1627Optimizing ground control points for UAV photogrammetry A case study in slope stability mapping Communications cst kipmi journal article view 1627
  1. #rhizopus arrhizus#rhizopus arrhizus
  2. #pembelajaran mesin#pembelajaran mesin
Read online
File size1.25 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-3rp
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test