GONTORGONTOR

Journal of Industrial Hygiene and Occupational HealthJournal of Industrial Hygiene and Occupational Health

Tingginya risiko kebakaran di rumah sakit, pemerintah telah menetapkan peraturan yang mewajibkan setiap rumah sakit untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian kebakaran. Buku Saku Kebakaran menjadi pilihan peneliti sebagai media edukasi pengetahuan dan sikap siaga kebakaran karena dapat mencakup konsep kebakaran mulai dari tahap pencegahan hingga pengendalian kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari pemberian Buku Saku Kebakaran terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran pada pekerja rumah sakit. Jenis penelitian ini menggunakan quasi experimental yang dibagi menjadi 2 kelompok. Sampel pada penelitian ini sebanyak 46 responden di setiap kelompok. Hasil uji analisis Wilcoxon pada pengetahuan kelompok eksperimen menunjukkan Asymp. Sig sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), pengetahuan kelompok kontrol menunjukkan Asymp. Sig sebesar 0,102 (p > 0,05). Pada sikap siaga kelompok eksperimen menunjukkan Asymp Sig. sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), sikap siaga kelompok kontrol menunjukkan Asymp. Sig. sebesar 0,083 (p > 0,05). Hasil uji analisis Mann-Whitney pada pengetahuan menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), pada sikap siaga menunjukkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,000 (p ≤ 0,05). Terdapat efektifitas yang signifikan antara Buku Saku Kebakaran terhadap pengetahuan dan sikap siaga kebakaran pada pekerja gedung rawat jalan Rumah Sakit X.

Pemberian buku saku kebakaran terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siaga kebakaran di rumah sakit.Hasil uji statistik Wilcoxon dan Mann-Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok yang diberi intervensi dengan kelompok kontrol.Intervensi melalui buku saku mampu membentuk memori jangka panjang dan meningkatkan kesiapsiagaan pekerja terhadap risiko kebakaran.

Pertama, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas buku saku kebakaran dalam jangka panjang, misalnya dengan mengamati retensi pengetahuan dan sikap pekerja setelah tiga atau enam bulan pasca-intervensi. Kedua, sebaiknya dilakukan studi komparatif tentang efektivitas buku saku dibandingkan dengan media edukasi digital seperti aplikasi atau video pendek interaktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan kebakaran di lingkungan rumah sakit. Ketiga, perlu dikaji pengaruh variabel pengganggu seperti usia, tingkat pendidikan, dan frekuensi pelatihan rutin terhadap efektivitas buku saku, agar dapat dikembangkan program edukasi yang lebih personal dan tepat sasaran. Penelitian-penelitian ini akan membantu memahami durasi efek intervensi, memilih media terbaik sesuai kebutuhan pengguna, dan mengidentifikasi faktor individu yang memengaruhi keberhasilan edukasi keselamatan kebakaran. Dengan demikian, rumah sakit dapat merancang strategi edukasi yang lebih berkelanjutan dan efisien. Studi longitudinal akan mengungkap ketahanan hasil intervensi, uji media alternatif bisa meningkatkan keterlibatan pekerja, dan analisis faktor pengganggu membuka jalan bagi pendekatan edukasi berbasis data. Kombinasi ketiganya akan memperkaya sistem manajemen keselamatan kebakaran di rumah sakit.

  1. #buku saku#buku saku
  2. #rumah sakit swasta#rumah sakit swasta
Read online
File size449.92 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-3aY
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test