STIETRIBHAKTISTIETRIBHAKTI

JURNAL MANAJEMEN BISNIS TRI BHAKTIJURNAL MANAJEMEN BISNIS TRI BHAKTI

Budaya organisasi merupakan salah satu elemen penting yang dapat mempengaruhi tingkat kepuasan karyawan. Betapa pentingnya budaya organisasi yang berlaku diperusahaan, membuat pimpinan perusahaan, perlu memikirkan bagaimana caranya agar budaya organisasi yang tercipta, dapat menginsipasi karyawan untuk berkinerja dengan baik. Kantor Pemasaran Sakura Regency 3 memiliki budaya organisasi yang berbeda dengan budaya organisasi kantor pemasaran properti lainnya. Budaya organisasi yang belaku di Kantor Pemasaran Sakura Regency 3 mengikuti budaya kerja organisasi Jepang pada umumnya, seperti: ketepatan waktu, bekerja keras, serta fokus terhadap pekerjaan yang sedang dilakukannya. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan KSO Sakura Regency 3 Jatimulya Indah. Adapun metode penelitian yang dipakai adalah analisis deskriptif kuantitatif. Sampel didalam penelitian ini berjumlah 55 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, sedangkan kepuasaan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa Budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Diperoleh nilai t hitung untuk budaya organisasi (X1) sebesar 0,069 dan nilai t tabel sebesar 2,00665 artinya t hitung< t tabel 2,00665 dengan nilai signifikan 0,945.Nilai signifikasi tersebut lebih besar dari 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya budaya organisasi (X1) tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.Sementara itu, untuk hipotesis kedua, didapatkan hasil bahwa kepuasaan kerja terhadap kinerja karyawan.maka dapat diperoleh t hitung untuk kepuasaan kerja (X2) sebesar 4,022 dan nilai t tabel sebesar 2,00665 dengan nilai signifikan 0,000.Nilai signifikasi tersebut lebih kecil dari 0,05 maka Ho di tolak dan Ha diterima , artinya Kepuasaan kerja (X2) memiliki pengaruh posituf dan signifikan terhadap kinerja karyawan.Hal ini disebabkan oleh bila karyawan merasa puas dalam bekerja maka semakin giat dan semangat dalam melakukan pekerjaan dan akan membuat kinerja karyawan semakin meningkat.Sedangkan untuk hipotesis ketiga didapatkan hasil bahwa variabel budaya organisasi dan kepuasaan kerja secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan.Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai F hitung 9,660 > F tabel 3,18 dengan hasil uji F atau secara simutan 0,000 < 0,05.Hal ini mengandung arti bahwa pengaruh budaya organisasi dan kepuasaan kerja secara simultan terhadap kinerja karyawan sebesar 27,1 %.Untuk sisanya (100%- 27,1%)= 72,9 % di pengaruhi oleh variabel atau faktor lain yang tidak dimasukan dalam penelitian ini.

Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada: (1) Analisis faktor-faktor spesifik yang menyebabkan budaya organisasi Jepang tidak efektif diimplementasikan di KSO Sakura Regency 3, seperti perbedaan budaya nasional atau adaptasi karyawan terhadap aturan ketat. (2) Studi tentang bagaimana komponen budaya organisasi Jepang (seperti ketepatan waktu dan fokus kerja) dapat disesuaikan dengan konteks kerja lokal tanpa mengurangi kepuasan karyawan. (3) Penelitian lanjutan perlu mengeksplorasi variabel lain yang memengaruhi kinerja, seperti motivasi intrinsik, lingkungan kerja, atau kebijakan manajemen, terutama untuk menjelaskan 72,9% pengaruh dari faktor yang tidak terukur dalam penelitian ini.

  1. #minat beli#minat beli
  2. #pengaruh budaya#pengaruh budaya
Read online
File size638.02 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-376
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test