STAIBSLLGSTAIBSLLG

Prodising ISIDProdising ISID

Kehidupan ini pada dasarnya adalah arena diplomasi, yang berarti setiap individu merupakan diplomat dalam tingkatan dan lingkungannya masing-masing. Beberapa kata lain yang bersinonim dengan diplomasi meliputi negosiasi dan lobi. Herb Cohen dalam bukunya You Can Negotiate Anything mengungkapkan bahwa Dunia Anda sesungguhnya adalah daftar negosiasi yang sangat panjang, dan suka atau tidak suka, Anda adalah seorang negosiator. Kedatangan umat Muslim ke berbagai negara telah menciptakan revolusi sosial yang luar biasa. Hal ini dikarenakan umat Muslim dan cendekiawan Muslim memberikan pencerahan, tidak hanya dalam aspek spiritualitas, tetapi juga intelektualitas kepada penduduk asli di wilayah yang mereka jelajahi. Mereka mentransfer perilaku mulia (akhlak karimah) yang kemudian menjadi kebiasaan sehari-hari. Dari kebiasaan tersebut, terbentuklah budaya, dan dari budaya menjelma menjadi peradaban paling berharga yang pernah dikenal umat manusia, peradaban yang tidak hanya mengutamakan pembangunan fisik, tetapi juga mental, spiritual, dan budaya secara umum. Dunia Barat pun, setelah berabad-abad berusaha menutupi, mengakui bahwa mereka berhutang budi kepada umat Islam dalam banyak hal, terutama di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian.

Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi Al-Amin yang jujur dan berakhlak mulia, menjadi fondasi utama dalam setiap tindakan dan diplomasinya, bahkan sebelum menerima wahyu.Kepemimpinan beliau menampilkan beragam bentuk diplomasi, mulai dari penyelesaian konflik internal seperti penetapan Hajar Aswad, pembentukan Piagam Madinah untuk persatuan, hingga strategi perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan Mekkah tanpa pertumpahan darah, yang selalu mengutamakan kepentingan jangka panjang umat.Metode diplomasinya menekankan pada persiapan matang, kesabaran, kelembutan, penyampaian kebaikan dengan kejujuran, serta penegakan kebenaran dan keadilan semata-mata karena Allah SWT.

Melihat pentingnya kejujuran dan diplomasi dalam membangun peradaban, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik. Pertama, di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang seringkali diwarnai disinformasi, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana prinsip kejujuran yang dicontohkan Rasulullah dapat diterapkan secara efektif dalam konteks diplomasi digital kontemporer. Pertanyaan yang muncul adalah, strategi komunikasi jujur seperti apa yang paling relevan untuk membangun kepercayaan di era media sosial dan berita instan? Penelitian ini dapat mengkaji kasus-kasus diplomasi digital dan mengevaluasi sejauh mana integritas dan transparansi, sebagai wujud kejujuran, dapat menjadi alat diplomasi yang ampuh atau justru menghadapi tantangan baru. Kedua, karena dokumen ini fokus pada teladan Rasulullah, akan sangat berharga untuk melakukan studi komparatif. Bagaimana konsep kejujuran dalam berdiplomasi dipahami dan diimplementasikan dalam tradisi kenegaraan atau ajaran agama lain di dunia? Dengan membandingkan pendekatan Rasulullah dengan filosofi diplomasi dari peradaban lain, kita bisa mengidentifikasi prinsip-prinsip universal atau keunikan model diplomasi Islam yang berbasis kejujuran. Hal ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmu pengetahuan tetapi juga membuka ruang dialog antarbudaya. Ketiga, untuk memberikan kontribusi praktis yang lebih konkret, penelitian mendatang dapat fokus pada upaya mengoperasionalisasikan taktik-taktik spesifik diplomasi Rasulullah yang berlandaskan kejujuran. Misalnya, dengan menganalisis secara mendalam proses negosiasi dalam Perjanjian Hudaibiyah atau pendekatan non-kekerasan pada Fathu Makkah, dapat dirumuskan model atau kerangka kerja yang dapat digunakan oleh para diplomat modern. Bagaimana tahapan-tahapan yang diambil Rasulullah, yang sarat nilai kejujuran, dapat diterjemahkan menjadi panduan praktis untuk penyelesaian konflik atau pembangunan hubungan antarnegara di masa kini? Pendekatan ini akan menjembatani teori dan praktik, serta memungkinkan aplikasi nyata dari ajaran Rasulullah dalam arena diplomasi global.

  1. PENDIDIKAN NILAI-NILAI ISLAM DI ERA GLOBALISASI | Pasiska | Journal of Research and Thought on Islamic... jurnaliainpontianak.or.id/index.php/jrtie/article/view/1233PENDIDIKAN NILAI NILAI ISLAM DI ERA GLOBALISASI Pasiska Journal of Research and Thought on Islamic jurnaliainpontianak index php jrtie article view 1233
  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #ilmu pengetahuan#ilmu pengetahuan
Read online
File size199.78 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-33y
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test