JURNALUGNJURNALUGN
STATIKASTATIKADinding merupakan elemen vertikal struktur yang berfungsi sebagai penyekat antar ruang maupun penyekat antar bagian dalam dan bagian luar gedung. Material penyusun dinding bangunan yang umum digunakan adalah batu bata. Bahan batu bata hingga sekarang masih menjadi pilihan utama masyarakat meskipun sudah banyak penemuan baru dalam bidang teknologi bahan seperti batako, bata hebel dan sebagainya. Batako atau bata hebel adalah campuran antara semen, agregat, dan air dengan atau tanpa bahan tambahan. Adapun tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan dinding batu bata dan batako pada Gedung bertingkat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan Tahun 2016. Dari hasil analisis data, dapat diambil kesimpulan, yaitu: biaya pemasangan dinding bata merah pada gedung bertingkat sebesar Rp.157.327.437,90 sedangkan pemasangan dinding batako sebesar Rp.248.877.737,60 sehingga diperoleh perbandingan biaya antara keduanya sebesar Rp.91.550.299,70. Jika ditinjau dari waktu pelaksanaan, pemasangan dinding bata merah dibutuhkan selama 33 hari sedangkan pemasangan dinding batako selama 41 hari sehingga diperoleh perbandingan waktu pelaksanaan antara keduanya selama 8 hari dengan jumlah tukang yang sama yaitu 5 orang per hari.
Biaya pemasangan dinding bata merah sebesar Rp 157.437,90, sedangkan dinding batako sebesar Rp 248.Waktu pemasangan dinding bata merah memerlukan 33 hari, sementara batako memerlukan 41 hari dengan tenaga kerja yang sama, sehingga batako membutuhkan 8 hari lebih lama.Masyarakat di Padangsidimpuan cenderung memilih dinding bata merah karena materialnya lebih murah dan lebih mudah diperoleh dibandingkan batako.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh penggunaan agregat ringan pada batako terhadap biaya, waktu, dan kualitas dinding dibandingkan batako konvensional dan bata merah pada bangunan bertingkat; selanjutnya, analisis jejak karbon dan dampak lingkungan material dinding seperti bata merah, batako konvensional, serta batako yang memanfaatkan limbah konstruksi atau industri dapat memberikan wawasan tentang keberlanjutan pilihan material; terakhir, pengembangan model pendukung keputusan yang mengintegrasikan faktor biaya, waktu, tenaga kerja, serta daya tahan material dapat membantu para perencana konstruksi memilih material dinding yang optimal sesuai kondisi geografis dan ekonomi daerah masing‑masing.
| File size | 390.85 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
JOMPARNDJOMPARND Namun, masih terdapat keraguan terkait jangkauan distribusi ke daerah terpencil yang perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan sosialisasi. PelaksanaanNamun, masih terdapat keraguan terkait jangkauan distribusi ke daerah terpencil yang perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan sosialisasi. Pelaksanaan
UNARUNAR Transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas,Transformasi digital dalam sistem pelayanan kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di seluruh fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas,
4141 Keterlibatan perempuan dalam industri ini tidak hanya menopang perekonomian keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap dinamika pasar kerja danKeterlibatan perempuan dalam industri ini tidak hanya menopang perekonomian keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap dinamika pasar kerja dan
POLNAMPOLNAM Batako merupakan material untuk pembangunan dinding rumah yang berbahan dasar semen, agregat dan air. Batako saat ini banyak digunakan dalam pembangunanBatako merupakan material untuk pembangunan dinding rumah yang berbahan dasar semen, agregat dan air. Batako saat ini banyak digunakan dalam pembangunan
POLNAMPOLNAM Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batu bata pada dua desa yaitu desa hatu dan desa laha menggunakan pengujian sifat fisis dan mekanisPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas batu bata pada dua desa yaitu desa hatu dan desa laha menggunakan pengujian sifat fisis dan mekanis
POLNAMPOLNAM Hasilnya menunjukkan bahwa penambahan abu batu secara signifikan meningkatkan nilai stabilitas, flow, VIM, dan VMA, namun menyebabkan penurunan pada nilaiHasilnya menunjukkan bahwa penambahan abu batu secara signifikan meningkatkan nilai stabilitas, flow, VIM, dan VMA, namun menyebabkan penurunan pada nilai
IAIHPANCORIAIHPANCOR Masyarakat Desa Korleko Selatan sebagian besar bermata pencaharian sebagai tukang kebun dan petani, terutama tukang kebun kelapa, petani padi, buruh, danMasyarakat Desa Korleko Selatan sebagian besar bermata pencaharian sebagai tukang kebun dan petani, terutama tukang kebun kelapa, petani padi, buruh, dan
UNIMALUNIMAL keduanya dipertahankan melalui kepercayaan, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, dan penetapan harga standar. Dinamika jaringan menunjukkankeduanya dipertahankan melalui kepercayaan, peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, dan penetapan harga standar. Dinamika jaringan menunjukkan
Useful /
POLTEKKES TANJUNGPINANGPOLTEKKES TANJUNGPINANG 002 di Kelurahan Tebing Kabupaten Karimun tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang002 di Kelurahan Tebing Kabupaten Karimun tahun 2021. Penelitian ini termasuk penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel yang
JOMPARNDJOMPARND Stunting masih menjadi masalah gizi kronis yang menghambat kualitas sumber daya manusia di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bima, sehingga diperlukan upayaStunting masih menjadi masalah gizi kronis yang menghambat kualitas sumber daya manusia di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bima, sehingga diperlukan upaya
POLNAMPOLNAM Dan total nlai cost slope yang di peroleh sebesar Rp 632.659.694. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode CPM mengidentifikasi empat pekerjaan kritisDan total nlai cost slope yang di peroleh sebesar Rp 632.659.694. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode CPM mengidentifikasi empat pekerjaan kritis
POLNAMPOLNAM Kerusakan ini meliputi struktur kolom sebesar 5%, balok 16%, konstruksi atap 4%, plafon 12%, dinding 19%, utilitas 7%, dan finishing 5%. Total persentaseKerusakan ini meliputi struktur kolom sebesar 5%, balok 16%, konstruksi atap 4%, plafon 12%, dinding 19%, utilitas 7%, dan finishing 5%. Total persentase