UPMUPM

Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan SosialPublicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan dan Sosial

Paradiplomasi merupakan hubungan diplomasi yang dilakukan oleh aktor non negara. Paradiplomasi merupakan bagian utama dari hubungan internasional era kontemporer. Tulisan ini dibuat untuk melengkapi kajian paradiplomasi yang masih tergolong baru populer di pertengahan tahun 1980-an sehingga belum banyak literatur yang mudah ditemukan dalam bahasa Indonesia. Paradiplomasi menguatkan asumsi bahwa hubungan internasional era sekarang tidak hanya diisi oleh aktor negara, melainkan juga aktor non negara. Bentuk paradiplomasi tertuang dalam kerjasama kota kembar (Sister City) antara Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Perfektur Kyoto. Latar belakang kerjasama sangat erat dengan kedekatan historis dan munisipal antara pemimpin daerah sehingga lahir pertukaran sosial dan budaya yang mendekatkan kesepahaman mutual. Kerjasama antara Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kyoto telah menjadi salah satu kerjasama Sister Province yang dikatakan cukup produktif dan menghasilkan banyak hal yang menguntungkan kedua belah pihak. Tulisan bertujuan untuk mengkaji implementasi kerjasama sejak tahun 2015 hingga tahun 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19. Penulis menggunakan metode deskriptif-analitik yang memungkinkan peneliti mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau informasi yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Penulis menggunakan data dari tahun 2015-2020. Penulis berasumsi bahwa kerjasama Sister City antara DIY dan Kyoto menghasilkan banyak hal yang produktif.

Kerjasama antara DIY dan Kyoto merupakan kerjasama Sister Province yang sangat cukup intensif dan kolaboratif sehingga menguntungkan.Kerjasama ini memfasilitasi pertukaran sosial dan budaya yang meliputi kegiatan yang dapat memperkuat kesepahaman mutual.Kerjasama ini di bidang pendidikan diisi dengan pertukaran pelajar dan berbagai lomba yang memungkinkan terjadi sharing culture.Kerjasama Sister Province ini dilandasi dengan perjalanan sejarah kedekatan dua kota utamanya yang diinisiasi oleh kedekatan pemimpin daerah masing-masing.Kedekatan Sultan Hamengkubuwono IX dan Yukio Hashida selaku dahulunya Kyoto, merupakan pasukan Jepang yang bertugas di Yogyakarta menjadi faktor penting yang sulit diabaikan.Berbagai kegiatan dilakukan dalam rangka mewujudkan kerjasama tersebut, seperti diadakan kegiatan lomba melukis setiap tahunnya dan lukisan terpilih akan dibawa ke Kyoto untuk dipamerkan, mengadakan Jogja-Japan Week setiap dua tahun sekali dan mengadakan berbagai kunjungan kerja baik di Yogyakarta dan di Kyoto.Pada perjalanan kerjasama, di tahun 2020 kerjasama ini ditangguhkan sementara karena kendala pandemi Covid-19 yang membuat seluruh energi pemerintah provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kyoto perlu untuk dipusatkan pada penanganan pandemi.Akibatnya, sejumlah kegiatan tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan kerjasama dua kota.

Berdasarkan analisis yang sudah penulis paparkan sebelumnya, masa depan kerjasama DIY-Kyoto akan selalu menjadi baik jika kedua belah pihak saling memutuskan untuk melanjutkan kerjasama di berbagai bidang yang menyokong kehidupan. Berawal dari hubungan pribadi antara Sultan Hamengkubuwono IX dengan Yukio Hashida yang mengabdi sebagai pasukan Jepang pada masa pra kemerdekaan Indonesia bertransformasi menjadi dan kerjasama diplomatik intensif yang berkepanjangan. Langkah pertama yang harus diperkuat oleh kedua belah pihak dalam kerjasama tersebut adalah kerjasama ekonomi. Pihak DIY harus dapat memancing masuknya investor dari Kyoto dan begitu juga harus dapat membangkitkan UMKM yang ada di provinsinya dan memberikan pelatihan ahli dari Kyoto, yang notabenenya lebih maju secara ekonomi dibandingkan DIY agar dapat bersaing di pasar global dan meningkatkan Produk Domestik Bruto Regional DIY. DIY juga dapat meningkatkan kerjasama di bidang budaya dan mengadakan kompetisi di Kyoto yang sebelumnya belum dilakukan, seperti lomba pidato bahasa Indonesia, mengadakan kursus gratis bahasa Indonesia, mengadakan seminar dengan ahli dari Yogyakarta dan segala hal yang dapat menambah eksistensi dari DIY dalam hubungan kerjasama tersebut. Tentu dalam hubungan kerjasama yang baik, eksistensi DIY dan Kyoto harus seimbang dan tidak boleh berlebihan. Selain daripada hal tersebut, kerjasama yang ada dapat dimanfaatkan untuk saling mempelajari mengenai hal hal yang terkait dengan pandemi Covid-19. DIY dapat mempelajari cara Kyoto dapat mengendalikan infeksi Corona yang berada di wilayahnya. Kyoto dapat mengirimkan ahli kesehatannya untuk mengadakan pelatihan dan penyuluhan mengenai epidemiologi agar dapat menambah pengetahuan para pembuat kebijakan agar dapat secara efektif menekan angka penyebaran pandemi jika terjadi lagi di masa depan. Selain daripada hal tersebut, Kyoto dapat berperan dalam pengadaan alat-alat kesehatan yang diperlukan dalam pandemi kali ini. Kyoto sendiri sudah berperan dengan aktif pada saat kejadian gempa tahun 2006 di Yogyakarta. Kyoto juga dapat mengirimkan bantuan sosial kepada daerah yang terdampak paling parah di DIY.

  1. #istimewa yogyakarta#istimewa yogyakarta
  2. #koperasi wanita#koperasi wanita
Read online
File size652.79 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-2BD
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test