PPJBSIPPPJBSIP

Jurnal BébasanJurnal Bébasan

Sejauh ini, penggunaan bahasa dalam tindak tutur, khususnya yang digunakan dalam kampanye, banyak ditemukan pada spanduk. Berbagai macam makna yang terkandung dalam tindak tutur tersebut cukup menarik untuk dianalisis dan diketahui. Demikian juga penggunaan bentuk tindak tutur pada wacana pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota Palu tahun 2020, berbagai macam makna sangat menarik untuk dikaji. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tindak tutur dalam spanduk kampanye pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah serta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Palu tahun 2020. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik observasi, foto rekam, dan pencatatan serta perekaman, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode agih atau metode struktural. Hasil analisis menunjukkan bahwa bentuk tindak tutur pada spanduk pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota Palu adalah tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Makna yang terkandung dalam tindak tutur adalah memperkenalkan diri tanpa tendensi kepada mitra tutur, menginformasikan sesuatu berupa program kerja, serta melakukan sesuatu kepada mitra tutur, yaitu memengaruhi mitra tutur untuk memilih kandidat.

Bentuk tindak tutur dalam spanduk pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah dan Wali Kota Palu tahun 2020 terdiri atas tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi.Makna yang terkandung mencakup perkenalan diri tanpa tendensi, penyampaian program kerja, serta ajakan untuk memilih.Empat spanduk calon Wali Kota Palu teridentifikasi memiliki makna yang bertujuan memengaruhi mitra tutur agar memilih kandidat tersebut.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana efektivitas tindak tutur dalam spanduk kampanye terhadap pemilih muda di media sosial, mengingat generasi milenial cenderung lebih aktif di platform digital dibandingkan media konvensional. Kedua, penting untuk meneliti penggunaan bahasa daerah dalam tindak tutur kampanye dari perspektif penerimaan masyarakat multietnis, apakah penggunaan bahasa daerah seperti bahasa Kaili justru memperkuat kohesivitas sosial atau justru menciptakan jarak dengan kelompok etnis lain. Ketiga, perlu dilakukan studi komparatif tentang strategi tindak tutur antara calon petahana dan calon baru dalam kampanye, untuk melihat apakah perbedaan posisi memengaruhi jenis dan fungsi tindak tutur yang digunakan, serta bagaimana masyarakat menanggapi kedua strategi tersebut dalam proses pengambilan keputusan politik.

  1. #gubernur wakil sulawesi#gubernur wakil sulawesi
Read online
File size348.21 KB
Pages19
Short Linkhttps://juris.id/p-2vE
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test