ICIICI

Journal Of Nursing Science ResearchJournal Of Nursing Science Research

Penuaan adalah suatu proses alami yang dialami setiap orang dan pada tahap ini, tubuh mengalami berbagai perubahan baik fisik, mental, maupun sosial. Terapi musik dangdut sangat penting untuk menciptakan perasaan ketenangan bagi lansia, dikarenakan musik dangdut dapat merangsang sistem otak yang berkaitan dengan saraf emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif pre experimental dengan metode one-group pretest-post-design. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan diberikan terapi musik dangdut. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 28 orang. Data ini dianalisis menggunakan Uji Paired Samples Test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada di Panti Bhakti Kasih Siti Anna Pangkalpinang dengan nilai p-value intervensi pertama 0,006 dan nilai p-value intervensi kedua 0,000 (< 0,05).

Rata-rata tingkat stres setelah terapi musik dangdut sesi pertama menurun dibandingkan sebelum terapi, dengan nilai p-value sebesar 0,006 (< 0,05).Pada sesi kedua, tingkat stres kembali menurun secara signifikan dengan nilai p-value 0,000 (< 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi musik dangdut efektif menurunkan stres lansia.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dangdut dalam jangka panjang, apakah manfaatnya berkelanjutan atau hanya sementara setelah sesi terapi berakhir. Kedua, penting untuk menyelidiki jenis musik dangdut mana yang paling efektif meredakan stres lansia, apakah lagu dengan tempo cepat, lambat, atau yang memiliki lirik bernuansa nostalgia. Ketiga, sebaiknya diteliti bagaimana kombinasi terapi musik dangdut dengan aktivitas fisik ringan seperti senam lansia atau aktivitas sosial dapat memperkuat efek penurunan stres. Studi ini juga dapat membandingkan efektivitas musik dangdut dengan genre musik lain yang populer di kalangan lansia, seperti musik keroncong atau campursari. Selain itu, penting untuk menggali persepsi lansia terhadap terapi musik dangdut, termasuk preferensi pribadi dan pengalaman emosional selama mendengarkan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi pengaruh terapi terhadap parameter fisiologis seperti tekanan darah dan detak jantung. Idealnya, studi berikutnya menggunakan desain dengan kelompok kontrol dan sampel yang lebih besar untuk meningkatkan validitas hasil. Penelitian lebih luas juga bisa dilakukan di berbagai panti jompo atau komunitas lansia di daerah lain untuk melihat pengaruh konteks sosial-budaya. Selain itu, perlu dianalisis peran perawat dan caregiver dalam memfasilitasi terapi ini secara rutin. Dengan demikian, terapi musik dangdut dapat dikembangkan menjadi bagian dari program kesejahteraan lansia yang komprehensif dan berkelanjutan.

  1. #mahasiswa program studi#mahasiswa program studi
  2. #gagal ginjal#gagal ginjal
Read online
File size325.12 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-2sn
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test