ASRITANIASRITANI

Tumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu KehutananTumbuhan : Publikasi Ilmu Sosiologi Pertanian Dan Ilmu Kehutanan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah (Allium cepa L.) terhadap perlakuan jarak tanam dan konsentrasi enzim ekologis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jarak tanam dengan tiga level, yaitu J1 = 15 cm x 15 cm, J2 = 20 cm x 15 cm, dan J3 = 25 cm x 15 cm. Faktor kedua adalah konsentrasi enzim ekologis dengan tiga level, yaitu E1 = 0,8 ml ee/240 ml air, E2 = 1,6 ml ee/240 ml air, dan E3 = 2,4 ml ee/240 ml air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jarak tanam secara signifikan memengaruhi panjang akar dan diameter umbi per sampel, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot segar umbi. Perlakuan konsentrasi enzim ekologis tidak berpengaruh signifikan terhadap semua variabel pengamatan. Interaksi antara jarak tanam dan konsentrasi enzim ekologis juga tidak berpengaruh signifikan terhadap semua variabel pengamatan.

Perlakuan jarak tanam secara signifikan memengaruhi panjang akar dan diameter umbi bawang merah, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap bobot segar umbi.Konsentrasi enzim ekologis tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap semua parameter pertumbuhan dan produksi yang diamati.Interaksi antara jarak tanam dan konsentrasi enzim ekologis juga tidak signifikan, menunjukkan bahwa kedua faktor bekerja secara independen tanpa saling memperkuat atau mengurangi efek satu sama lain.

Penelitian selanjutnya dapat menguji jarak tanam yang lebih lebar dari 25 cm x 15 cm untuk menentukan apakah ada titik optimal di mana pertumbuhan umbi mencapai maksimum tanpa mengurangi jumlah tanaman per area. Selain itu, perlu dilakukan studi yang mengevaluasi efek konsentrasi enzim ekologis yang lebih rendah atau lebih tinggi dari yang digunakan dalam penelitian ini, terutama dengan mempertimbangkan metode pemberian melalui akar bukan hanya penyemprotan daun, karena kemungkinan pH rendah enzim merusak jaringan daun. Terakhir, penelitian lanjutan sebaiknya menggabungkan enzim ekologis dengan pupuk organik padat untuk melihat apakah ada sinergi yang meningkatkan penyerapan nutrisi dan memperbaiki pertumbuhan umbi, mengingat bahwa enzim sendiri tidak cukup memberi dampak signifikan jika diberikan secara terpisah dan mungkin hanya berfungsi sebagai pendukung, bukan sumber utama nutrisi.

  1. The Effect Of Planting Spatial And Eco Enzyme Concentration On The Growth And Production Of Shallots:... journal.asritani.or.id/index.php/Tumbuhan/article/view/327The Effect Of Planting Spatial And Eco Enzyme Concentration On The Growth And Production Of Shallots journal asritani index php Tumbuhan article view 327
  1. #hak asasi#hak asasi
  2. #produksi padi#produksi padi
Read online
File size419.01 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2kV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test