STT GKESTT GKE

Jurnal Teologi PambelumJurnal Teologi Pambelum

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergumulan mengenai stigma dan diskriminasi warga gereja terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA mendapat stigma sebagai pendosa, karena jemaat kerap mengidentikkan HIV/AIDS penyakit yang diakibatkan oleh dosa. Penulis menemukan kasus ini di Gereja Toraja Jemaat Batusura. Untuk meminimalkan kasus diskriminasi dalam perspektif jemaat terhadap ODHA, penulis menganalisis model pendekatan pastoral yang terdapat dalam kisah Ayub menggunakan studi kepustakaan. Penderitaan Ayub menjadi kritik bagi teologi retributif yang selalu menggeneralisasi penyakit sebagai akibat dari dosa. Para sahabat Ayub mengunjungi Ayub dan membantunya memahami penderitaannya dengan pendekatan pastoral deduktif dan teologi retributif sebagai landasan berpikir. Namun, Tuhan menunjukkan kekeliruan sahabat Ayub dan mengklaim penderitaan Ayub berada di bawah otoritas hikmat dan kreativitas-Nya. Penulis menemukan bahwa kisah Ayub menekankan pendekatan pastoral yang korelasional. Pendekatan ini menolak diskriminasi dan generalisasi terhadap orang dengan HIV/AIDS, karena tidak semua penyakit adalah akibat dosa, termasuk ODHA. Stigma pendosa tidak akan memulihkan ODHA, tetapi justru mendiskriminasinya. Pendekatan korelasional juga dapat membantu jemaat berjumpa dengan penyebab lain dari HIV/AIDS yang bukan tindakan dosa.

Kisah Ayub menjadi kritik bagi teologi pastoral deduktif yang menjadikan teologi retributif sebagai titik tolak dalam menilai ODHA.Stigma dan diskriminasi yang lahir dari teologi retributif, berikut dampak dari diskriminasi ini menunjukkan ketidakefektifan metode ini dalam pemulihan ODHA.Melalui kisah Ayub, penulis menemukan bahwa penderitaan dan penyakit perlu ditelusuri seluk-beluknya masing-masing dalam pendekatan teologi pastoral korelasional.Pendekatan ini memungkinkan jemaat untuk berjumpa dengan berbagai kemungkinan penyebab HIV/AIDS, termasuk jika ternyata itu disebabkan oleh peristiwa atau tindakan yang bukan kesalahan.Melalui pendekatan ini, stigma dan diskriminasi terhadap ODHA dapat diminimalkan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada studi kasus ODHA dengan latar belakang eksplisit dari pergaulan bebas (perzinaan atau narkoba) untuk mengamati bagaimana pendekatan pastoral korelasional berbeda diterapkan. Selain itu, perlu diuji kesesuaian model teologi pastoral yang dikembangkan bagi komunitas luar lingkungan gereja yang lebih pluralistik. Studi juga sebaiknya mengeksplorasi penyebab non-kesalahan lain yang menyebabkan HIV/AIDS, seperti transmitan maternal atau faktor medis, untuk memperkaya kerangka analisis pastoral yang inklusif.

  1. Kesepuluh Orang Kusta (Lukas 17:11-19) dari Perspektif Penyintas Hiv di Maumere- Flores | GEMA TEOLOGIKA:... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/gemateologika/article/view/1056Kesepuluh Orang Kusta Lukas 17 11 19 dari Perspektif Penyintas Hiv di Maumere Flores GEMA TEOLOGIKA journal theo ukdw ac index php gemateologika article view 1056
  2. Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) Di Kabupaten Aceh Utara | Media Publikasi Promosi... jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/MPPKI/article/view/1028Stigma Masyarakat Terhadap Orang Dengan HIV AIDS ODHA Di Kabupaten Aceh Utara Media Publikasi Promosi jurnal unismuhpalu ac index php MPPKI article view 1028
  3. FAKTOR -FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV DAN AIDS (ODHA) | Jurnal Endurance.... publikasi.lldikti10.id/index.php/endurance/article/view/1140FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STIGMA TERHADAP ORANG DENGAN HIV DAN AIDS ODHA Jurnal Endurance publikasi lldikti10 index php endurance article view 1140
  1. #promosi kesehatan#promosi kesehatan
  2. #sahabat ayub#sahabat ayub
Read online
File size310.86 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-2ho
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test