STIKESEUBSTIKESEUB
Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health ScienceLatar belakang: Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan balita. Metode: Penelitian analitik cross sectional terhadap 87 ibu balita di Puskesmas Mekar Baru. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil: Sebanyak 80,4% ibu berpengetahuan baik tentang MP-ASI memiliki balita dengan status gizi baik, sedangkan hanya 31,7% ibu berpengetahuan kurang yang memiliki balita gizi baik. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan (p=0,000). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu balita mengenai MP-ASI dengan status gizi balita.
Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu balita mengenai MP-ASI dengan status gizi balita di Puskesmas Mekar Baru.Peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan di posyandu diperlukan untuk meningkatkan status gizi balita.
Bagaimana pengaruh pendampingan berkelanjutan oleh kader gizi terhadap ketahanan pengetahuan ibu MP-ASI setelah 6 bulan intervensi? Apakah penggunaan media video pendek berbahasa lokal dapat meningkatkan pemahaman ibu berpendidikan rendan tentang MP-ASI dibandingkan dengan ceramah konvensional? Studi longitudinal multi-puskesmas dapat mengungkap apakah variasi sosial-budaya memoderasi hubungan pengetahuan MP-ASI dan status gizi, sehingga dapat dirancang modul edukasi yang kontekstual.
| File size | 296.48 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer. Data yang telah terkumpulPenelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer. Data yang telah terkumpul
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Hasil menunjukkan prevalensi stunting relatif rendah, namun masih terdapat kendala ekonomi dan keterbatasan akses pangan bergizi. Edukasi gizi yang diberikanHasil menunjukkan prevalensi stunting relatif rendah, namun masih terdapat kendala ekonomi dan keterbatasan akses pangan bergizi. Edukasi gizi yang diberikan
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Dari enam balita penerima intervensi awal, lima di antaranya menunjukkan peningkatan status gizi yang signifikan. Secara keseluruhan, program ini tidakDari enam balita penerima intervensi awal, lima di antaranya menunjukkan peningkatan status gizi yang signifikan. Secara keseluruhan, program ini tidak
WIRARAJAWIRARAJA Sampel terdiri dari 120 balita (40 kasus dan 80 kontrol). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting meliputi beratSampel terdiri dari 120 balita (40 kasus dan 80 kontrol). Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting meliputi berat
GOMITGOMIT Untuk mencegah Indonesia kehilangan generasi emas di masa depan, stunting harus ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak pemberianUntuk mencegah Indonesia kehilangan generasi emas di masa depan, stunting harus ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak pemberian
SALNESIASALNESIA Pandemi Covid-19 mempunyai dampak yang sangat besar bagi sektor kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya mengenai tingkat kecukupan gizi. Asupan giziPandemi Covid-19 mempunyai dampak yang sangat besar bagi sektor kesehatan masyarakat di Indonesia khususnya mengenai tingkat kecukupan gizi. Asupan gizi
NEWINERANEWINERA Selain itu, Covid‑19 semakin menyoroti isu keamanan pangan dan gizi. Karena Covid‑19 berkaitan dengan kekuatan imun, kaitannya dengan makanan bergiziSelain itu, Covid‑19 semakin menyoroti isu keamanan pangan dan gizi. Karena Covid‑19 berkaitan dengan kekuatan imun, kaitannya dengan makanan bergizi
CERICCERIC Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita gizi kurang sangat beragam. PenelitianKesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi balita gizi kurang sangat beragam. Penelitian
Useful /
GOMITGOMIT 8% setelah pelatihan. Namun, sikap negatif terhadap IYCF meningkat dari 46. 2% menjadi 56. 4%, kemungkinan karena tantangan implementasi di lapangan. Temuan8% setelah pelatihan. Namun, sikap negatif terhadap IYCF meningkat dari 46. 2% menjadi 56. 4%, kemungkinan karena tantangan implementasi di lapangan. Temuan
GOMITGOMIT Sebagian besar lansia yang diperiksa di Lembaga Sosial Tresna Werdha Provinsi Bengkulu mengalami gangguan mata, terutama katarak, yang merupakan masalahSebagian besar lansia yang diperiksa di Lembaga Sosial Tresna Werdha Provinsi Bengkulu mengalami gangguan mata, terutama katarak, yang merupakan masalah
GOMITGOMIT Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) sebelum dan setelah pendidikanTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan keterampilan anggota Palang Merah Remaja (PMR) sebelum dan setelah pendidikan
UNDIKMAUNDIKMA Data pre-test dan post-test telah diuji dan keduanya menunjukkan distribusi yang homogen dan normal. Uji homogenitas menggunakan uji Levene dan uji normalitasData pre-test dan post-test telah diuji dan keduanya menunjukkan distribusi yang homogen dan normal. Uji homogenitas menggunakan uji Levene dan uji normalitas