SISFOKOMTEKSISFOKOMTEK

Jurnal Media InformatikaJurnal Media Informatika

Labuhanbatu termasuk daerah yang memiliki objek wisata menarik. Tetapi masih banyak wisatawan luar yang tidak mengetahui objek wisata di Labuhanbatu. Labuhanbatu kurang memanfaatkan teknologi informasi dan masih dilakukan secara mandiri oleh pihak pengelola objek wisata. Kurang maksimal memberikan informasi yang baik. Hal tersebut mempersulit wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata di Labuhanbatu. Karena kurangnya informasi yang lengkap, pihak pengelola objek wisata hanya melakukan promosi dan tidak ada sistem yang berjalan. Seharusnya pihak pengelola objek wisata bertindak cepat untuk pembangunan pariwisata di Labuhanbatu agar mempercepat meningkatnya kualitas wisata di Labuhanbatu. Berdasarkan survei terdapat beberapa objek wisata di Labuhanbatu di antaranya Kolam Air Terjun Sirao-rao, Air Terjun Linggahara, Sapadia Boombara Waterpark, Wisata Pasuruan, Wisata Penatapan, Tugu Juang 45, dan Waterboom. Perancangan Sistem Informasi Geografis Objek Wisata Labuhanbatu menggunakan metode waterfall yang dilakukan tahap demi tahap dalam penyelesaian perancangan sistem yang dibangun. Sistem Informasi Geografis Objek Wisata Labuhanbatu dibangun menggunakan Codeigniter, Xampp, PHP, MySQL, Google Maps, dan Notepad . Pengujian Sistem Informasi Geografis Objek Wisata Labuhanbatu menggunakan Blackbox Testing.

Sistem Informasi Geografis Objek Wisata Labuhanbatu berbasis Web SIG memberikan informasi tentang objek wisata di Labuhanbatu dan menyediakan fitur rute perjalanan.Sistem ini memudahkan wisatawan dalam menemukan lokasi dan rute menuju objek wisata.Sistem dibangun menggunakan Codeigniter, Xampp, MySQL, dan Google Maps API dengan perancangan berbasis metode waterfall serta diagram use case, sequence, dan activity.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian tentang integrasi aplikasi sistem informasi geografis objek wisata dengan perangkat mobile berbasis Android atau iOS untuk memudahkan akses pengguna secara real-time, termasuk navigasi langsung dari lokasi pengguna ke tempat wisata. Kedua, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penerapan fitur augmented reality (AR) dalam menampilkan informasi objek wisata secara interaktif, sehingga pengunjung dapat memperoleh gambaran visual yang lebih menarik dan informatif sebelum berkunjung. Ketiga, diperlukan kajian tentang sistem rekomendasi cerdas berbasis preferensi pengguna, seperti minat terhadap wisata alam atau buatan, sehingga sistem dapat menyarankan objek wisata yang sesuai dengan keinginan individu, meningkatkan pengalaman wisatawan dan memperluas jangkauan promosi pariwisata Labuhanbatu. Kombinasi ketiga ide ini dapat menciptakan sistem yang lebih dinamis, personal, dan responsif terhadap kebutuhan pengguna modern.

  1. Penerapan Model Waterfall Pada Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Smk Swasta Teladan... jurnal.ulb.ac.id/index.php/informatika/article/view/731Penerapan Model Waterfall Pada Perancangan Sistem Informasi Pendaftaran Siswa Baru Smk Swasta Teladan jurnal ulb ac index php informatika article view 731
  1. #wisata air terjun#wisata air terjun
  2. #perancangan sistem#perancangan sistem
Read online
File size1.48 MB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-2eN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test