STMIKLOMBOKSTMIKLOMBOK
Jurnal Informatika dan Rekayasa ElektronikJurnal Informatika dan Rekayasa ElektronikPeranan guru sangat penting dalam proses pembelajaran, serta memajukan dunia pendidikan. Oleh karena itu kualitas guru menjadi aspek yang sangat penting, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional pendidikan agar dapat menjalankan tugas dan perannya dengan standar kompetensi yang baik yang menghasilkan peserta didik menjadi manusia yang berilmu dan memiliki keterampilan. Menurut buku pedoman pemilihan guru berprestasi, pemilihan guru berprestasi bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru dalam meningkatkan professionalisme. Pemilihan guru berprestasi dimulai dari tingkat satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, provinsi hingga ke Nasional. Atas dasar itulah. Pemerintah memberikan apresiasi kepada guru berprestasi yang dituangkan dalam Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 36 ayat (1) yang mengatakan bahwa “Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan. Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru berprestasi adalah membantu dalam promosi jabatan. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru maka kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja guru ini berdasarkan pada kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi professional dan masing-masing kriteria memiliki sub kriteria. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan menggunakan metode Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) digunakan untuk menentukan nilai alternatif tertinggi atau nilai kinerja guru honorer tertinggi berdasarkan bobot yang telah ditentukan dengan proses perankingan. Dengan tujuan akhir metode ini dapat digunakan sebagai pemecahan masalah dalam mengevaluasi kinerja guru honorer.
Multi metode Aplikasi sistem pendukung keputusan ini dapat mempermudah proses pemilihan guru beprestasi.Aplikasi Sistem pendukung keputusan untuk mengevaluasi kinerja guru honorer dengan menggunaan Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis (MOORA) dapat diterapkan dan menghasilkan perhitungan yang sama antara perhitungan manual dan sistem.Hasil perhitungan perhitungan masih dilakukan secara umum sehingga belum memberikan nilai kompetensi batas (threshold competencies) sebagai titikfokus pihak-pihak yang terlibat, misalanya pada kriteria dan atau subkriteria mana yang memiliki nilai tertinggi dan terendah guru tersebut dengan tujuan jika guru tersebut mengetahui pada kriteria mana yang perlu ditingkatkan dan pada kriteria mana yang perlu dipertahankan.
Penelitian ini membuka peluang untuk pengembangan lebih lanjut yang lebih mendalam. Sebagai arah pertama, suatu penelitian berikutnya bisa fokus menentukan nilai ambang batas kompetensi yang jelas dan terstandar. Tujuannya adalah agar hasil evaluasi tidak hanya menunjukkan siapa yang terbaik dalam peringkat, tetapi juga mengkategorikan kinerja setiap guru, misalnya Sangat Baik, Cukup, atau Perlu Perbaikan untuk setiap sub-kriteria, yang akan sangat membantu guru mengetahui area spesifik yang perlu ditingkatkan. Kedua, penting untuk meneliti sejauh mana model evaluasi ini dapat diadaptasi dan memberikan hasil yang konsisten jika diterapkan pada populasi guru yang lebih luas, seperti guru dengan status pegawai negeri atau di wilayah dengan karakteristik budaya yang berbeda, untuk menguji generalisasi dari metode ini. Ketiga, sebuah studi komparatif yang menantang dapat dilakukan untuk membandingkan keunggulan metode MOORA-AHP dengan teknik pengambilan keputusan multi-kriteria lainnya seperti TOPSIS atau Sistem Inferensi Fuzzy, terutama dalam menangani data penilaian yang bersifat kualitatif dan mengandung ketidakpastian. Hasil dari ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat melahirkan sistem evaluasi yang tidak hanya objektif, tetapi juga lebih komprehensif, adil, dan secara nyata memberikan masukan konstruktif bagi pengembangan profesional guru.
| File size | 791.84 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKPELSULUTPOLTEKPELSULUT TKBM perlu diberikan pelatihan dan bimbingan terkait bidang pekerjaannya untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja. Kepemilikan sertifikat kompetensiTKBM perlu diberikan pelatihan dan bimbingan terkait bidang pekerjaannya untuk meningkatkan kompetensi dan keselamatan kerja. Kepemilikan sertifikat kompetensi
AMIKOMAMIKOM Paper ini menyarankan bahwa Islam tidak mendukung sistem ekonomi yang mengutamakan beberapa pihak, menempatkan perempuan sebagai objek, tidak ramah lingkungan,Paper ini menyarankan bahwa Islam tidak mendukung sistem ekonomi yang mengutamakan beberapa pihak, menempatkan perempuan sebagai objek, tidak ramah lingkungan,
STAISKUTIMSTAISKUTIM Evaluasi pelaksanaan supervisi akademik menggunakan Discrepancy Evaluation Model pada SMP Negeri 2 Sangatta Utara menunjukkan bahwa seluruh tahapan—desain,Evaluasi pelaksanaan supervisi akademik menggunakan Discrepancy Evaluation Model pada SMP Negeri 2 Sangatta Utara menunjukkan bahwa seluruh tahapan—desain,
STAISKUTIMSTAISKUTIM Berdasarkan hal tersebut penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui. Penulisan dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan jenisBerdasarkan hal tersebut penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui. Penulisan dalam artikel ini menggunakan pendekatan kualititatif dengan jenis
UNYUNY Gender, jenjang, dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru. Pengembangan kompetensi guru berdasarkan masa kerja memberikan masukanGender, jenjang, dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap kompetensi guru. Pengembangan kompetensi guru berdasarkan masa kerja memberikan masukan
IAINAMBONIAINAMBON Pendidikan tersebut harus bersifat integral dengan menyatukan pengetahuan umum dan agama, serta tidak membedakan antara ilmu dari Barat dan Timur agarPendidikan tersebut harus bersifat integral dengan menyatukan pengetahuan umum dan agama, serta tidak membedakan antara ilmu dari Barat dan Timur agar
UIN ALAUDDINUIN ALAUDDIN Langkah-langkah pengawasan meliputi perencanaan melalui pembuatan jadwal dan dialog, pelaksanaan pengamatan, serta evaluasi dan tindak lanjut dengan dampakLangkah-langkah pengawasan meliputi perencanaan melalui pembuatan jadwal dan dialog, pelaksanaan pengamatan, serta evaluasi dan tindak lanjut dengan dampak
UADUAD Adapun penarikan sampelnya menggunakan purposive sampling. Alat penelitian meliputi studi kepustakaan dan wawancara. Selanjutnya dianalisis dengan metodeAdapun penarikan sampelnya menggunakan purposive sampling. Alat penelitian meliputi studi kepustakaan dan wawancara. Selanjutnya dianalisis dengan metode
Useful /
UBAYAUBAYA Oleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih spesifik dan terfokus untuk remaja perempuan. Selain itu, studi ini juga menyorotiOleh karena itu, diperlukan strategi pencegahan dan intervensi yang lebih spesifik dan terfokus untuk remaja perempuan. Selain itu, studi ini juga menyoroti
UNYUNY Rata-rata penguasaan mahasiswa di kelompok eksperimen meningkat sebesar 11% dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan efektivitas pendekatan berpusatRata-rata penguasaan mahasiswa di kelompok eksperimen meningkat sebesar 11% dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan efektivitas pendekatan berpusat
UNYUNY Penelitian ini mengungkap pengalaman dan makna pengajaran pendidikan jasmani inklusif di sekolah reguler, menekankan pentingnya pengetahuan latar belakangPenelitian ini mengungkap pengalaman dan makna pengajaran pendidikan jasmani inklusif di sekolah reguler, menekankan pentingnya pengetahuan latar belakang
UNYUNY Data diperoleh dari survei peserta Seleksi Nasional Siswa Baru untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN-IC) tahun 2021, yang melibatkan 8. 258 peserta, terdiriData diperoleh dari survei peserta Seleksi Nasional Siswa Baru untuk Madrasah Aliyah Negeri (MAN-IC) tahun 2021, yang melibatkan 8. 258 peserta, terdiri