STIECENDEKIAKUSTIECENDEKIAKU

E-logis : Jurnal Ekonomi LogistikE-logis : Jurnal Ekonomi Logistik

Adanya pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) pada tahun 2020 yang dimana negara-negara besar terkena dampaknya tanpa terkecuali Indonesia. Adanya pendemi ini pemerintah langsung mengeluarkan Permendes No. 6 Tahun 2020 yang mengatur kembali tentang prioritas pengunaan dana desa tahun 2020 yang isinya memuat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diambilkan dari mininal 25% sampai 30% dana desa itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan uji validitas dan uji reabilitas yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana Proses Penyaluran Program Bantuan Langsung Tunai di Desa Tanggulrejo. Apakah Kendala dalam Pelaksanaan Penyaluran Program Bantuan Langsung Tunai Desa Tanggulrejo. Dan Bagaimana Implementasi Penyaluran Bantuan Langsung Tunai di Desa Tanggulrejo. Hasil implementasi BLT sesuai hal ini dibuktikan dalam penelitian bahwa : Mekanisme penyaluran BLT telah sesuai permendes no 6 Tahun 2020 dengan jumlah penerimanya ada 175 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Saat menerima warga membawa undangan, fotokopi KK dan KTP dan menaati protokol Kesehatan adanya program BLT membantu membantu kesejahteraan di Desa Tanggulrejo.

Pelaksanaan penyaluran bantuan langsung tunai dana desa tahun 2020 di Desa Tanggulrejo menunjukkan bahwa jadwal penyaluran BLT (65,7%) dan ketiadaan kesenjangan sosial (65,7%) menjadi aspek utama keberhasilan.Kesesuaian BLT dengan sasaran (60,0%) dan proses pendataan (54,3%) juga tercapai dengan baik.BLT berdampak signifikan pada kesejahteraan masyarakat, terutama bagi karyawan swasta yang mengalami PHK, dengan kontribusi terbesar dari kelompok tersebut (16%).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang BLT terhadap kesejahteraan masyarakat pasca-pandemi, seperti peningkatan keterampilan atau pengembangan usaha kecil. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang peran partisipasi masyarakat dalam pengawasan distribusi BLT untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Terakhir, peneliti bisa membandingkan implementasi PermenDes No. 6 Tahun 2020 di daerah lain untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program BLT. Dengan pendekatan ini, hasil penelitian bisa memberikan wawasan lebih luas tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam menghadapi situasi krisis ekonomi. Penelitian kuantitatif juga bisa digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap mekanisme penyaluran BLT. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi potensi integrasi BLT dengan program pelatihan keterampilan agar masyarakat lebih siap menghadapi perubahan ekonomi. Penelitian juga bisa fokus pada peran lembaga desa dalam memastikan sasaran BLT tepat sasaran, terutama bagi keluarga rentan yang belum terdata. Dengan memperhatikan aspek-aspek ini, penelitian lanjutan dapat memberikan rekomendasi yang lebih konkret untuk meningkatkan efektivitas program BLT di masa depan. Selain itu, evaluasi terhadap keterbatasan penelitian sebelumnya, seperti keterbatasan waktu dan akses data, juga bisa menjadi fokus penelitian lanjutan untuk memperbaiki metodologi. Penelitian tentang kebijakan pendistribusian BLT di daerah dengan karakteristik demografi berbeda juga bisa memberikan perspektif baru dalam pengembangan kebijakan pemerintah.

  1. #identifikasi bahaya#identifikasi bahaya
  2. #program blt#program blt
Read online
File size235.83 KB
Pages12
Short Linkhttps://juris.id/p-284
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test