UNKRISUNKRIS

Journal of Urban and Regional Development StudiesJournal of Urban and Regional Development Studies

Kebutuhan akan ruang terbuka hijau (RTH) publik yang semakin meningkat seiring dengan pembangunan kota dan pertambahan penduduk. Adanya pembangunan RTH di sekitar kawasan sungai/kanal saat ini sangat berpotensi meningkatkan ketersediaan RTH di DKI Jakarta. Salah satu kawasan RTH di kawasan tepi sungai/kanal yang dibangun pemerintah yaitu kawasan Kanal Banjir Timur, yang sebagian terletak di Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Adapun tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk merumuskan strategi penataan kawasan Kanal Banjir Timur Kecamatan Duren Sawit yang sesuai dengan peraturan zonasi dan karakteristik kawasan. Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diketahui tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang antara kondisi eksisting dengan aturan zonasi tidak bersifat masif (parsial), sehingga selanjutnya penataan kawasan kedepannya dapat dilakukan dengan konsep yang lebih bersifat humanis yakni Waterfront. Untuk mencapai hal tersebut, langkah strategis yang dapat ditempuh dalam rangka penataan kawasan Kanal Banjir Timur Kecamatan Duren Sawit adalah dengan mengoptimalkan penataan ruang kawasan terbangun melalui implementasi Rencana Struktur Ruang dan Insentif Pemanfaatan Ruang, mempertahankan fungsi Kawasan Kanal Banjir Timur sebagai Ruang Terbuka Hijau Publik melalui revitalisasi fungsi area resapan eksisting sekaligus pengembangan Recreational Waterfront, melakukan promosi terhadap rencana pengembangan kawasan dalam rangka menarik minat investor swasta, dan melakukan meningkatkan peran serta masyarakat dalam dalam penataan pedagang kaki lima (PKL) dan parkir pada lokasi yang telah disediakan.

Tingkat kesesuaian pemanfaatan ruang antara kondisi eksisting dan aturan zonasi di kawasan Kanal Banjir Timur bersifat parsial, sehingga penataan kawasan dapat dilakukan dengan konsep humanis seperti Waterfront yang berkelanjutan.Strategi penataan yang direkomendasikan meliputi optimasi struktur ruang, revitalisasi fungsi resapan, pengembangan waterfront rekreasi, promosi kepada investor, serta keterlibatan masyarakat.Faktor dominan seperti aksesibilitas dan fungsi sebagai area resapan harus menjadi pertimbangan utama, dengan harapan strategi ini dapat diwujudkan melalui Panduan Rancang Kota.

Pertama, perlu penelitian lanjutan tentang desain ruang terbuka hijau berbasis komunitas di kawasan Kanal Banjir Timur, khususnya bagaimana model partisipasi masyarakat dapat diintegrasikan secara sistematis dalam perencanaan dan pengelolaan RTH, agar keberlanjutan dan rasa memiliki warga terhadap kawasan meningkat. Kedua, perlu dikaji potensi transformasi kawasan permukiman padat di sekitar Kanal Banjir Timur menjadi hunian vertikal berbasis green building, untuk mengevaluasi sejauh mana peningkatan ruang terbuka publik dapat dicapai tanpa mengorbankan keberlanjutan sosial dan lingkungan. Ketiga, penting untuk mengkaji efektivitas insentif pemanfaatan ruang dalam mendorong peran swasta dalam pengembangan waterfront rekreasi, termasuk skema kemitraan publik-swasta (PPP) yang ramah UMKM dan ramah lingkungan, agar pembangunan ekonomi lokal sejalan dengan tujuan kota berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini saling terkait dan dapat membentuk kerangka besar pengembangan kawasan tepian air yang berkelanjutan, manusiawi, dan partisipatif.

  1. #dki jakarta#dki jakarta
  2. #sistem transportasi#sistem transportasi
Read online
File size739.96 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-27U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test