ITHBITHB
Jurnal TelematikaJurnal TelematikaAbstrak— Antena mikrostrip MIMO 22 dengan double layer pada frekuensi kerja 2,35 GHz dirancang dan direalisasikan dalam penelitian ini. Struktur antena MIMO usulan terdiri atas dua patch rectangular simetris berbahan tembaga dan substrat berbahan FR4 Epoxy yang memiliki permitivitas relatif 4,3 dan ketebalan 1,6 mm. Antena MIMO 22 yang diusulkan dirancang bertingkat dengan dua layer, yaitu satu layer utama dan satu layer parasitik di atas layer utama dengan jarak pemisah (air gap) tertentu. Rancangan antena single layer dan double layer disimulasikan dengan software. Hasil simulasi menunjukkan gain antena pada single layer sebesar 2,8 dB, sedangkan pada antena double layer mencapai 4,55 dB. Bandwidth yang diperoleh pada antena single layer sebesar 69,8 MHz dan pada double layer sebesar 102,64 MHz. Dengan demikian terjadi peningkatan gain sebesar 62,5% dan peningkatan bandwidth mencapai 47% pada antena double layer. Antena yang dirancang dan disimulasikan telah berhasil difabrikasi pada frekuensi 2,35 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan adanya peningkatan gain sebesar 12,5% dan peningkatan bandwidth sebesar 18,84%.
Antena MIMO 2x2 double layer berhasil dirancang dan difabrikasi untuk beroperasi pada frekuensi 2,35 GHz.Hasil simulasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan bandwidth meningkat 47% dari 69,8 MHz menjadi 102,64 MHz dan gain meningkat 62,5% dari 2,8 dB menjadi 4,55 dB.Sementara itu, hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi juga mengkonfirmasi peningkatan kinerja, yaitu peningkatan bandwidth sebesar 18,84% dan gain sebesar 12,5%.
Penelitian ini membuktikan bahwa teknik double layer mampu meningkatkan gain dan bandwidth antena MIMO secara efektif. Namun, masih ada peluang besar untuk pengembangan lebih lanjut agar kinerjanya semakin optimal. Sebagai langkah lanjutan, sebuah penelitian baru bisa fokus untuk menjawab pertanyaan: Apakah penambahan jumlah lapisan parasitik dari satu menjadi lebih dari satu, seperti tiga atau empat lapisan, dapat memberikan peningkatan gain yang jauh lebih signifikan tanpa membuat antena terlalu tebal?. Arah penelitian yang kedua adalah dengan bereksperimen pada bentuk elemen antena itu sendiri. Pertanyaan menarik yang bisa diteliti adalah: Bagaimana pengaruh teknik double layer jika diterapkan pada antena MIMO dengan elemen berbentuk lingkaran atau bentuk geometri lain, dan apakah kombinasi ini mampu melampaui kinerja patch persegi panjang?. Terakhir, karena performa antena sangat ditentukan oleh material yang digunakan, penelitian berikutnya juga bisa mengarah pada analisis substrat. Sebuah studi komprehensif bisa menjawab: Seberapa besar pengaruh penggunaan substrat dengan nilai dielektrik berbeda atau yang memiliki kerugian (loss) lebih rendah terhadap efisiensi, gain, dan bandwidth keseluruhan dari antena MIMO double layer ini?. Dengan mengeksplorasi ketiga arah ini, diharapkan lahir desain antena yang lebih kompak, efisien, dan bertenaga untuk teknologi komunikasi masa depan.
- Multiband MIMO Antenna for GSM, DCS, and LTE Indoor Applications | IEEE Journals & Magazine | IEEE... doi.org/10.1109/LAWP.2016.2517188Multiband MIMO Antenna for GSM DCS and LTE Indoor Applications IEEE Journals Magazine IEEE doi 10 1109 LAWP 2016 2517188
- Dual-layer Microstrip Antenna Design for Wireless Communications. dual layer microstrip antenna design... pubs.sciepub.com/ajeee/6/2/3/index.htmlDual layer Microstrip Antenna Design for Wireless Communications dual layer microstrip antenna design pubs sciepub ajeee 6 2 3 index html
- PENURUNAN MUTUAL COUPLING ANTENA MIMO MENGGUNAKAN PERIODIK DEFECTED GROUND STRUCTURE U-SHAPE | TEKTRIKA... journals.telkomuniversity.ac.id/tektrika/article/view/3991PENURUNAN MUTUAL COUPLING ANTENA MIMO MENGGUNAKAN PERIODIK DEFECTED GROUND STRUCTURE U SHAPE TEKTRIKA journals telkomuniversity ac tektrika article view 3991
- Double layer parasitic radiator for S-Band antennas to increase gain and bandwidth performances - IOPscience.... doi.org/10.1088/1742-6596/1402/4/044030Double layer parasitic radiator for S Band antennas to increase gain and bandwidth performances IOPscience doi 10 1088 1742 6596 1402 4 044030
| File size | 985.01 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-25j |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwaAnalisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
HTPHTP Informan terdiri dari 8 orang, yaitu dokter, perawat, bidan, ketua dan anggota komite K3 RS, Kasubag tata usaha, Kasie pelayanan dan keperawatan, sertaInforman terdiri dari 8 orang, yaitu dokter, perawat, bidan, ketua dan anggota komite K3 RS, Kasubag tata usaha, Kasie pelayanan dan keperawatan, serta
UCYUCY Namun, terdapat tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan kebutuhan pelatihan yang berkelanjutan bagi pendidik. Dengan demikian, inovasi digitalNamun, terdapat tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan kebutuhan pelatihan yang berkelanjutan bagi pendidik. Dengan demikian, inovasi digital
HOSTJOURNALSHOSTJOURNALS Tahap berikutnya adalah pengumpulan data primer dan sekunder, kemudian penerapan Fuzzy Sugeno untuk kategorisasi bahan baku. Selanjutnya dilakukan analisisTahap berikutnya adalah pengumpulan data primer dan sekunder, kemudian penerapan Fuzzy Sugeno untuk kategorisasi bahan baku. Selanjutnya dilakukan analisis
JOURNAL COMPUTINGJOURNAL COMPUTING Hal tersebut mengakibatkan sering terjadinya tumpang tindih data maupun kehilangan data sehingga data yang dihasilkan tidak valid dikarenakan pencatatanHal tersebut mengakibatkan sering terjadinya tumpang tindih data maupun kehilangan data sehingga data yang dihasilkan tidak valid dikarenakan pencatatan
DINASTIREVDINASTIREV Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui penelusuran dokumen. AnalisisData yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui penelusuran dokumen. Analisis
DINASTIREVDINASTIREV Dari ketiga pengaruh tersebut menunjukkan adanya tuntutan kecerdasan dan pemahaman untuk lebih memahami pesan dan hukum dari sumber ajaran Islam. Globalisasi,Dari ketiga pengaruh tersebut menunjukkan adanya tuntutan kecerdasan dan pemahaman untuk lebih memahami pesan dan hukum dari sumber ajaran Islam. Globalisasi,
STAIDENPASARSTAIDENPASAR Manusia diciptakan sebagai khalifah untuk mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan optimal dan cara-cara yang sesuai syariat. Manusia memakmurkanManusia diciptakan sebagai khalifah untuk mengelola dan memanfaatkan bumi dan segala isinya dengan optimal dan cara-cara yang sesuai syariat. Manusia memakmurkan
Useful /
BCRECBCREC Validasi terhadap data eksperimen mengonfirmasi akurasi model, terutama untuk karakteristik arus lucutan, dengan arus puncak 2,5 mA. Analisis resolusiValidasi terhadap data eksperimen mengonfirmasi akurasi model, terutama untuk karakteristik arus lucutan, dengan arus puncak 2,5 mA. Analisis resolusi
BCRECBCREC Penelitian ini menunjukkan bahwa cacat akibat kehilangan penghubung MeIm memiliki energi yang lebih rendah dibandingkan cacat akibat kehilangan ion logamPenelitian ini menunjukkan bahwa cacat akibat kehilangan penghubung MeIm memiliki energi yang lebih rendah dibandingkan cacat akibat kehilangan ion logam
RESEARCHHUBRESEARCHHUB Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian gizi lebih. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi intervensiSebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian gizi lebih. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi intervensi
169169 Karya tari “Kampung yang Hilang diciptakan dengan pola garap tari kontemporer dengan pendekatan ekokultural dan partisipatori, untuk mengambil objekKarya tari “Kampung yang Hilang diciptakan dengan pola garap tari kontemporer dengan pendekatan ekokultural dan partisipatori, untuk mengambil objek