JOURNAL JPSJOURNAL JPS
Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and SciencesBandotan (Ageratum conyzoides L) merupakan tanaman liar yang mudah ditemukan di Indonesia, dikenal memiliki khasiat obat dan bersifat antibakteri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi n-heksan dan etil asetat daun bandotan (Ageratum Conyzoides L) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental dengan meliputi pengumpulan sampel, pemeriksaaan makroskopis, pemeriksaan mikroskopis, pembuatan simplisia, pemeriksaan karakteristik, skrining fitokima, pembuatan ekstrak etanol, kemudian difraksinasi, selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dengan metode difusi disk. Data yang diperoleh dari diameter daya hambat dianalisis secara statistic menggunakan uji Anova, kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis dan uji Ducan. Hasil pemeriksaan makroskopik, dengan warna hijau tua, berbentuk bundar telur, duan runcing, pangkal daun tumpul, pinggir daun bergerigi, tulang daun pada permukaan atas dan bawah berambut, warna rambut putih dan tulang daun menyirip. Hasil pemeriksaan mikroskopik terdapat pada daun melintang yaitu kolenkim, epidermis atas dan sel sekresi , pada serbuk yaitu rambut penutup, mesofil dan Stomata tipe anomositik. Hasil karakteristik simplisia diperoleh kadar air 7,3%, kadar sari larut dalam air 32,72%, kadar sari larut dalam etanol 42,5%, kadar abu total 3,3% dan kadar abu tidak larut asam 1,8%. Skrining fitokimia serbuk simplisia dan ekstrak menunjukkan adanya kandungan alkaloid, glikosida, flavonoid, tannin, saponin dan steroid. Hasil uji aktivitas antibakteri fraksi n-heksan pada bakteri Staphylococcus Epidermidis pada konsentrasi 10%, 30%, 50% dan 70% termasuk kategori resistant. Sedangkan fraksi Etil asetat konsentrasi 10%,30% dan 50% adalah kategori resistant, pada konsentarsi 70% termasuk kategori Intermediate. Sehingga dapat disimpulkan bahwa fraksi n-heksan dan etil asetat daun bandotan (Ageratum conyziodes L) memiliki aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.
Skrining fitokimia serbuk simplisia dan ekstrak daun bandotan menunjukkan kandungan alkaloid, flavonoid, glikosida, tanin, saponin, serta steroid/terpenoid.Fraksi n-heksan dan etil asetat daun bandotan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis, dengan diameter zona hambat berturut-turut 6,88–11,53 mm untuk n-heksan (seluruhnya kategori resistant) dan 7,36–14,43 mm untuk etil asetat (kategori resistant pada konsentrasi ≤50% dan intermediate pada 70%).
Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan tiga arah utama berdasarkan temuan ini. Pertama, perlu dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa aktif spesifik dalam fraksi etil asetat yang menunjukkan aktivitas antibakteri kategori intermediate pada konsentrasi tinggi untuk menentukan mekanisme pasti penghambatannya terhadap S. epidermidis. Kedua, sebaiknya dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan pelarut lain seperti metanol atau air untuk membandingkan efektivitasnya dengan fraksi n-heksana dan etil asetat, mengingat penelitian sebelumnya menunjukkan potensi ekstrak etanol yang lebih kuat. Ketiga, penting untuk menguji spektrum antibakteri fraksi aktif terhadap bakteri patogen lain yang relevan secara medis seperti Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes, sebagaimana disebutkan dalam kajian pustaka, untuk mengembangkan aplikasi terapeutik yang lebih luas. Pengembangan ini akan melengkapi penelitian yang telah dilakukan dengan fokus pada optimasi ekstraksi dan ekspansi target patogen.
- Journal of Pharmaceutical and Sciences. journal sciences quick jump page content main navigation sidebar... doi.org/10.36490/journal-jps.comJournal of Pharmaceutical and Sciences journal sciences quick jump page content main navigation sidebar doi 10 36490 journal jps
- Antibacterial activity test of n-hexane fraction and ethyl acetate of bandotan leaves (Ageratum conyzoides... doi.org/10.36490/journal-jps.com.v7i2.500Antibacterial activity test of n hexane fraction and ethyl acetate of bandotan leaves Ageratum conyzoides doi 10 36490 journal jps v7i2 500
| File size | 684.14 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIMMANUNIMMAN Penyakit yang berasal dari infeksi dan penyebaran kuman, bakteri dan virus merupakan salah satu permasalahan dalam bidang kesehatan yang dari waktu kePenyakit yang berasal dari infeksi dan penyebaran kuman, bakteri dan virus merupakan salah satu permasalahan dalam bidang kesehatan yang dari waktu ke
UnwahasUnwahas Ekstrak etanol daun singkong dosis 500 mg/KgBb memberikan efek antidepresan setara dengan kontrol positif amitriptilin. Senyawa flavonoid dalam daun singkongEkstrak etanol daun singkong dosis 500 mg/KgBb memberikan efek antidepresan setara dengan kontrol positif amitriptilin. Senyawa flavonoid dalam daun singkong
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Gel ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L. ) memiliki pengaruh terhadapBerdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Gel ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L. ) memiliki pengaruh terhadap
JOURNAL JPSJOURNAL JPS Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun jambu air dengan berbagai dosis mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus hiperlipidemia. EkstrakHasil menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat daun jambu air dengan berbagai dosis mampu menurunkan kadar kolesterol total pada tikus hiperlipidemia. Ekstrak
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Ekstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak dapat mencegah peningkatan kadar SGOT secara signifikan pada tikus yang diinduksi parasetamolEkstrak etanol kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) tidak dapat mencegah peningkatan kadar SGOT secara signifikan pada tikus yang diinduksi parasetamol
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Ekstrak etil asetat daun sirih hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1%–9% b/v menunjukkan aktivitas bakterisid terhadap Streptococcus mutans, denganEkstrak etil asetat daun sirih hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1%–9% b/v menunjukkan aktivitas bakterisid terhadap Streptococcus mutans, dengan
UNIMMANUNIMMAN Terutama komponen senyawa myristicin yang terdapat dalam minyak pala memiliki potensi sebagai antioksidan dan juga anti aging. Kandungan buah pala yangTerutama komponen senyawa myristicin yang terdapat dalam minyak pala memiliki potensi sebagai antioksidan dan juga anti aging. Kandungan buah pala yang
UNIMMANUNIMMAN Selain digunakan sebagai lalapan, daun kemangi digunakan sebagai obat untuk bronchitis, asma, malaria, diare, penyakit kulit, dan lain-lain. Telah dilakukanSelain digunakan sebagai lalapan, daun kemangi digunakan sebagai obat untuk bronchitis, asma, malaria, diare, penyakit kulit, dan lain-lain. Telah dilakukan
Useful /
JOURNAL JPSJOURNAL JPS Setiap tahun, hubungan antara hipertensi dan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah telah terbukti. Penelitian ini berlangsung dari Juli hinggaSetiap tahun, hubungan antara hipertensi dan kematian akibat penyakit jantung dan pembuluh darah telah terbukti. Penelitian ini berlangsung dari Juli hingga
JOURNAL JPSJOURNAL JPS saccharata) adalah 28,65% ± 0,0044, sedangkan kadar amylopectinnya 71,35%. Kadar amilosa tersebut tergolong tinggi, sehingga pati jagung manis berpotensisaccharata) adalah 28,65% ± 0,0044, sedangkan kadar amylopectinnya 71,35%. Kadar amilosa tersebut tergolong tinggi, sehingga pati jagung manis berpotensi
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Pengukuran volume urin selama 6 jam dilakukan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun adam hawa konsentrasi 0,8% b/v tidak menunjukkanPengukuran volume urin selama 6 jam dilakukan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun adam hawa konsentrasi 0,8% b/v tidak menunjukkan
UNIVMEDUNIVMED o), dan kelompok ekstrak etanol daun J. curcas dengan dosis 150 mg/kg BB (p. o), 300 mg/kg BB (p. o) dan 600 mg/kg BB (p. o). Setiap kelompok diinduksio), dan kelompok ekstrak etanol daun J. curcas dengan dosis 150 mg/kg BB (p. o), 300 mg/kg BB (p. o) dan 600 mg/kg BB (p. o). Setiap kelompok diinduksi