UICMUICM

Ekonam: Jurnal Ekonomi, Akuntansi & ManajemenEkonam: Jurnal Ekonomi, Akuntansi & Manajemen

Financial distress dimulai dari ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. Perusahaan yang mengalami penurunan berturut‑turut mengalami financial distress sebelum kebangkrutan terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh rasio profitabilitas, rasio aktivitas, dan rasio leverage terhadap financial distress pada perusahaan jasa sub‑sektor properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif‑verifikatif; analisis deskriptif untuk mengukur nilai variabel bebas, sedangkan verifikatif untuk menguji pengaruh variabel independen secara parsial dan simultan. Hasil uji t menunjukkan rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap kesulitan keuangan, sedangkan rasio aktivitas tidak berpengaruh signifikan.

Rasio profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada perusahaan jasa sub‑sektor property dan real estate.Rasio aktivitas tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress pada perusahaan tersebut.Ketiga rasio—profitabilitas, aktivitas, dan leverage—secara simultan memberikan pengaruh signifikan terhadap financial distress.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana faktor tata kelola perusahaan memoderasi hubungan antara rasio keuangan (profitabilitas, aktivitas, dan leverage) dengan financial distress pada sektor jasa properti dan real estate, sehingga dapat mengidentifikasi peran mekanisme pengawasan internal dalam mengurangi risiko kebangkrutan. Selanjutnya, dengan memperluas kerangka waktu data hingga tahun terkini dan memasukkan variabel makroekonomi seperti tingkat suku bunga, inflasi, dan nilai tukar, peneliti dapat mengevaluasi dinamika hubungan rasio keuangan dan financial distress secara temporal, serta menguji apakah perubahan kondisi ekonomi mempengaruhi kekuatan pengaruh masing‑masing rasio. Selain itu, penerapan metode pembelajaran mesin (machine learning) yang mengintegrasikan indikator keuangan tradisional dengan data non‑keuangan seperti reputasi perusahaan, kepemilikan institusional, dan citra publik dapat meningkatkan akurasi prediksi financial distress, membuka peluang pengembangan model prediktif yang lebih robust dan aplikatif bagi para pemangku kepentingan.

  1. #audit tata kelola#audit tata kelola
  2. #tata kelola teknologi#tata kelola teknologi
Read online
File size358.76 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-1ZK
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test