BUMIGORABUMIGORA

Humanitatis : Journal of Language and LiteratureHumanitatis : Journal of Language and Literature

Indonesia merupakan negara beragam yang memiliki berbagai suku, agama, bahasa, dan adat. Suku Batak memiliki keunikan tersendiri, terutama dalam adat pernikahan yang memiliki aturan ketat dalam memilih pasangan. Aturan ini diangkat dalam film Mursala. Penelitian ini menganalisis stereotip adat pernikahan Batak yang digambarkan dalam film tersebut. Peneliti menggunakan pendekatan Mise En Scene dari Manon de Reeper dan teori representasi dari Stuart Hall. Hasilnya menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan stereotip bahwa orang Batak sebaiknya menikah dengan sesama Batak dan tidak boleh menikah dengan sesama marga karena dianggap melanggar adat.

Film Mursala menampilkan dua sikap masyarakat Batak terhadap adat pernikahan.sebagian mematuhi aturan marga secara ketat, sebagian lagi mempertanyakan relevansi aturan tersebut.Generasi muda Bakat kini lebih terbuka dalam memilih pasangan, meski tetap menghargai adat.Film ini berhasil membangun representasi beragam tentang pencarian pasangan dalam budaya Batak.

Bagaimana pengaruh media sosial terhadap perubahan sikap generasi muda Batak terhadap aturan perkawinan dalam marga? Apakah pelanggaran adat seperti pernikahan sesama marga PARNA masih mengakibatkan penguculan di era modern? Bagaimana strategi komunitas Batak urban dalam mempertahankan identitas budaya sekaligus menyesuaikan diri dengan nilai modern tentang kebebasan memilih pasangan?.

  1. The Stereotype of Batak Marriage Custom Represented in the Mursala Movie | Humanitatis : Journal of Language... doi.org/10.30812/humanitatis.v8i2.1926The Stereotype of Batak Marriage Custom Represented in the Mursala Movie Humanitatis Journal of Language doi 10 30812 humanitatis v8i2 1926
Read online
File size644.68 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test