POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Gema KeperawatanJurnal Gema KeperawatanAsma merupakan gangguan inflamasi kronis di jalan napas. Arus puncak ekspirasi adalah salah satu uji fungsi paru manusia yang digunakan untuk menilai kemampuan fungsi paru dan memberikan gambaran gangguan pada jalan napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pernapasan Buteyko terhadap arus puncak ekspirasi pada pasien asma. Jenis penelitian adalahPre- Experimental Design dengan rancangan yang digunakanya itu One-Group Pretest-Posttest menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 22 orang. Arus puncak ekspirasi pasien diukur menggunakan peak flow meter. Hasil arus puncak ekspirasi pasien diuji menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus puncak ekspirasi sebelum pemberian teknik pernapasan Buteyko sebesar 75,764%, dan setelah diberikan teknik pernapasan Buteyko arus puncak ekspirasi pasien menunjukkan peningkatan menjadi sebesar 79,986%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan nilai ρ-value=0,000 Pemberian teknik pernapasan Buteyko berpengaruh terhadap arus puncak ekspirasi pada pasien asma di Instalasi Gawat Darurat RSUD Mangusada (p-value = 0,000 <0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa latihan pernapasan Buteyko sekali memberikan manfaat, tapi belum cukup untuk membuat fungsi paru kembali normal. Oleh karena itu, penting untuk meneliti berapa lama latihan ini harus dilakukan secara rutin agar hasilnya maksimal. Misalnya, apakah latihan selama dua minggu lebih baik daripada satu minggu, atau apakah ada jangka waktu paling ideal untuk mencapai perbaikan yang signifikan. Supaya hasil penelitiannya lebih bisa dipercaya, sebaiknya penelitian selanjutnya juga menggunakan kelompok pembanding. Artinya, ada satu kelompok yang latihan Buteyko dan satu kelompok lagi yang tidak, atau mungkin melakukan latihan pernapasan yang berbeda. Dengan begitu, kita bisa yakin bahwa perbaikannya memang karena teknik Buteyko. Selain itu, manfaat latihan pernapasan Buteyko bisa diteliti lebih dalam lagi. Penelitian mendatang bisa menjawab pertanyaan apakah teknik ini bisa mengurangi jumlah serangan asma yang dialami pasien. Penelitian juga bisa melihat apakah pasien menjadi lebih jarang menggunakan obat-obatan setelah rutin berlatih Buteyko. Ini akan memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang bagaimana teknik ini membantu kehidupan sehari-hari penderita asma.
File size 339.52 KB
Pages 9
DMCA Report
Related /
AKPERGITAMATURAABADIAKPERGITAMATURAABADI Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. A, seorang pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II yang mengalamiStudi ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan yang diberikan kepada Tn. A, seorang pasien dengan Diabetes Melitus Tipe II yang mengalami
UnwahasUnwahas Instrumen yang digunakan dalam penlitian ini adalah kuiseoner Brief Illness Perception Quistionnaire (B-IPQ) dan Diabetes Medication Satisfaction ToolInstrumen yang digunakan dalam penlitian ini adalah kuiseoner Brief Illness Perception Quistionnaire (B-IPQ) dan Diabetes Medication Satisfaction Tool
UNTADUNTAD Hasil: 45,5% pasien memiliki diabetes melitus, dengan skor HRQoL rata-rata 40,62 (buruk), sedangkan grup non-diabetes mencapai 55,36 (baik). HRQoL berhubunganHasil: 45,5% pasien memiliki diabetes melitus, dengan skor HRQoL rata-rata 40,62 (buruk), sedangkan grup non-diabetes mencapai 55,36 (baik). HRQoL berhubungan
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Masalah yang sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah penurunan kualitas hidup, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lama hemodialisis.Masalah yang sering terjadi pada pasien hemodialisis adalah penurunan kualitas hidup, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk lama hemodialisis.
MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN Sebanyak 46 responden (46,9%) berhasil dalam toilet training, sementara 52 responden (53,1%) tidak berhasil. Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuanSebanyak 46 responden (46,9%) berhasil dalam toilet training, sementara 52 responden (53,1%) tidak berhasil. Sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan
AKPERGAPU JAMBIAKPERGAPU JAMBI Pada diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah dilakukan senam kaki diabetes selama 5 kali pertemuan, pertemuan pertama glukosa darah Ny. S 600 mg/dLPada diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah dilakukan senam kaki diabetes selama 5 kali pertemuan, pertemuan pertama glukosa darah Ny. S 600 mg/dL
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR sebanyak 13 orang (59%), berdasarkan pendidikan adalah SMA sebanyak 14 orang (63%), Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 13 orang (59%),sebanyak 13 orang (59%), berdasarkan pendidikan adalah SMA sebanyak 14 orang (63%), Berdasarkan jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki 13 orang (59%),
CERICCERIC Hasil evaluasi berdasarkan respon organismik menunjukkan sebagian besar masalah dapat teratasi dan menunjukkan perbaikan meskipun belum teratasi secaraHasil evaluasi berdasarkan respon organismik menunjukkan sebagian besar masalah dapat teratasi dan menunjukkan perbaikan meskipun belum teratasi secara
Useful /
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Penelitian ini telah mengeksplorasi kritik Charles Taylor terhadap antropologi liberal, khususnya dalam kaitannya dengan filsafat politik John Rawls danPenelitian ini telah mengeksplorasi kritik Charles Taylor terhadap antropologi liberal, khususnya dalam kaitannya dengan filsafat politik John Rawls dan
IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO Dalam era digital dan kecerdasan buatan, pemahaman Dasein penting untuk menjaga kesadaran eksistensial agar manusia tidak terjebak dalam hidup yang tidakDalam era digital dan kecerdasan buatan, pemahaman Dasein penting untuk menjaga kesadaran eksistensial agar manusia tidak terjebak dalam hidup yang tidak
CERICCERIC Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti peran interpersonal, peran pengambilan keputusan, dan fungsi pengorganisasian kepala ruang berpengaruhHasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti peran interpersonal, peran pengambilan keputusan, dan fungsi pengorganisasian kepala ruang berpengaruh
CERICCERIC Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki tingkat pengetahuan yang baik (92%) mengenai kode etik secara umum dan cukup (47,3%)Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa keperawatan memiliki tingkat pengetahuan yang baik (92%) mengenai kode etik secara umum dan cukup (47,3%)