IPBIPB

Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)

Penelitian ini bertujuan untuk memantau dan menganalisis dinamika spasio-temporal perkembangan perkotaan di Provinsi Kalimantan Barat selama periode 2019-2025 dengan menggunakan pendekatan penginderaan jauh berbasis Google Earth Engine (GEE). Metode klasifikasi tutupan lahan menggunakan algoritma Random Forest. Indeks spektral NDBI, NDVI, dan MNDWI digunakan sebagai variabel untuk mengidentifikasi area terbangun, vegetasi, dan badan air. Hasil klasifikasi kemudian dianalisis secara spasial menggunakan diagram ROSE untuk menilai arah, intensitas, dan pola pertumbuhan kawasan terbangun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola perkembangan lahan terbangun di Kalimantan Barat bersifat terarah dan konsisten antartahun, dengan dominasi pertumbuhan pada sektor barat (W) dan barat laut (NW) sebagai inti aglomerasi, disertai ekspansi sekunder yang menguat ke arah Selatan (S) dan Tenggara (SE) sejak tahun 2022.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan luas lahan terbangun secara konsisten dari tahun ke tahun, dengan laju ekspansi signifikan setelah 2021, terutama di kawasan Pontianak, Kubu Raya, dan sekitarnya.Analisis orientasi menggunakan diagram ROSE menegaskan bahwa arus ekspansi ruang kota terarah dengan poros dominan pada barat (W), selatan (S), dan tenggara (SE).Koridor Pontianak–Mempawah bertindak sebagai inti densifikasi, sementara jalur menuju Kubu Raya–Rasau Jaya dan Sungai Ambawang menjadi sumbu perembetan baru.Arah utara (N) dan timur laut (NE) relatif ajeg dengan penambahan terbatas, selaras dengan fungsi ekologis kawasan rawa dan sempadan sungai.Tipologi pertumbuhan berbasis ROSE-LET memperlihatkan dominasi edge-expansion, sedangkan outlying muncul sporadis di tepi peri-urban.Pola ini mengindikasikan dua proses yang berjalan bersamaan.pemadatan dan peremajaan jaringan kota pada inti aglomerasi, dan ekspansi terkendali ke wilayah hinterland.Meski demikian, indikasi outlying di NW–N perlu diawasi untuk mencegah fragmentasi dan beban jaringan layanan dasar.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam tentang dampak perluasan perkotaan terhadap lingkungan dan masyarakat di Kalimantan Barat. Selain itu, perlu juga dilakukan studi tentang strategi-strategi pengendalian urbanisasi yang efektif dan berkelanjutan, serta integrasi sistem pemantauan berbasis GEE dalam evaluasi RTRW/RDTR untuk deteksi dini perubahan dan penyesuaian kebijakan yang adaptif. Pendekatan komputasi awan GEE terbukti efektif dan mudah direplikasi, sehingga dapat mendukung pengelolaan pertumbuhan metropolitan Kalimantan Barat yang terukur dan berkelanjutan.

  1. SYSTEM DYNAMICS MODELING OF LAND USE CHANGE IN WEST KALIMANTAN, INDONESIA | BIOTROPIA. system dynamics... doi.org/10.11598/btb.2018.25.2.792SYSTEM DYNAMICS MODELING OF LAND USE CHANGE IN WEST KALIMANTAN INDONESIA BIOTROPIA system dynamics doi 10 11598 btb 2018 25 2 792
  2. Determinan Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan: Kasus Desa Pesisir Kalimantan Barat | Hidayah... doi.org/10.14710/jil.20.2.382-395Determinan Keberlanjutan Usahatani Padi Sawah Tadah Hujan Kasus Desa Pesisir Kalimantan Barat Hidayah doi 10 14710 jil 20 2 382 395
Read online
File size483.01 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test