IPBIPB

Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan)

Sarjana Membangun Desa (SMD) adalah program pemberdayaan peternak yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Program ini telah dilaksanakan sejak tahun 2007, dengan jumlah penerima manfaat program sebanyak 2,694 kelompok yang tersebar di seluruh Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program SMD, mulai dari identifikasi potensi daerah, evaluasi efektivitas program hingga perumusan strategi pengembangan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program SMD belum dilaksanakan berdasarkan potensi wilayah kelompok penerima. Hasil evaluasi efektivitas program SMD terhadap indikator ekonomi, indikator teknis dan indikator kelembagaan, menunjukkan bahwa program tersebut belum efektif dalam mencapai tujuannya. Melalui evaluasi CIPP (Context, Input, Process, dan Product), diidentifikasi bahwa faktor penghambat ketidakefektifan program SMD adalah: (1) rencana strategis belum dibuat, (2) partisipasi para pemimpin pemerintahan dan masyarakat setempat masih rendah, dan (3) kurangnya efektivitas dalam proses seleksi (perekrutan), pelaporan, serta monitoring dan evaluasi program. Berdasarkan analisis Analytic Hierarchy Process (AHP), strategi prioritas utama untuk meningkatkan efektivitas program SMD adalah melalui penguatan sumber daya manusia. Strategi ini dapat dilakukan melalui pelatihan dan konseling.

Program Sarjana Membangun Desa (SMD) belum dilaksanakan sesuai potensi daerah penerima.Evaluasi menunjukkan program SMD tidak efektif dalam mencapai tujuan karena kurangnya perencanaan strategis, partisipasi masyarakat, dan efektivitas proses seleksi.Strategi prioritas untuk meningkatkan efektivitas SMD adalah penguatan sumber daya manusia melalui pelatihan dan konseling.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi peran masyarakat dalam penguatan kelembagaan program SMD. Selain itu, diperlukan studi tentang dampak jangka panjang penerapan strategi penguatan sumber daya manusia terhadap kinerja kelompok ternak. Penelitian juga disarankan untuk membandingkan efektivitas metode evaluasi CIPP dan AHP dalam mengukur kinerja program pemberdayaan peternak. Riset ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan model program yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan lokal.

Read online
File size871.26 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test