PESMA ANNURPESMA ANNUR

An-Nur International Journal of Islamic ThoughtAn-Nur International Journal of Islamic Thought

Sejarah mencatat kejadian berulang di mana perguruan sufi berubah menjadi negara territorial, khususnya dalam Kekaisaran Safawi, Caliphate Sokoto, dan gerakan perlawanan Afrika Utara. Namun, studi akademik sering menggabungkan identitas mistis pendiri dengan realitas administratif politik ini, mengasumsikan keberlanjutan pemerintahan sufi yang dibantah oleh bukti empiris. Studi ini menggunakan analisis historis komparatif untuk mendekonstruksi Sultanat Sufi sebagai tipe politik. Dengan membandingkan fiskalisasi Naqshbandi di Asia Tengah, mobilisasi Qādirī di Afrika Barat, dan tribalisasi Sanūsī di Libya, penelitian ini mengisolasi mekanisme struktural pembentukan negara. Temuan menunjukkan proses konsisten penghapusan epistemik, di mana ikatan murshid-murīd yang esensial untuk mobilisasi awal secara sistematis dihancurkan atau transsubstantiasi otoritas legal-rasional setelah kekuasaan terkonsolidasi. Baik melalui pengadilan syariah maupun birokratisasi hibah, infrastruktur sufi hanya berfungsi sebagai kerangka revolusioner. Artikel ini menantang konsep Eksklusivitas Sufi, berargumen bahwa Negara Sufi bersifat sementara dan pada akhirnya berubah menjadi pemerintahan Islam konvensional untuk memastikan kelangsungan politik.

Studi ini menunjukkan bahwa Sultanat Sufi bukanlah tipe institusi permanen, tetapi fase sementara kerangka revolusioner.Infrastruktur mistis perguruan sufi tidak kompatibel secara ontologis dengan kebutuhan birokrasi negara.Konsep Transsubstantiasi Karismatik menjelaskan bagaimana baraka volatil pemimpin sufi dikonversi menjadi otoritas legal-rasional.Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kelangsungan negara memerlukan penghapusan perguruan sufi.Namun, penghapusan ini bersifat epistemik dan struktural, bukan penghapusan total praktik mistis.Budaya dan patronase sufi sering tetap bertahan sebagai wajah legitimasi.

1. Penelitian lebih lanjut tentang peran perguruan sufi dalam pemerintahan modern, khususnya bagaimana mereka beradaptasi dengan sistem hukum nasional. 2. Analisis ekonomi dan dampak struktural dari fiskalisasi sufi pada pembentukan negara, dengan fokus pada hubungan antara hibah dan penguasaan kekuasaan. 3. Studi tentang evolusi institusi sufi pasca-kejatuhan negara, termasuk bagaimana mereka mempertahankan pengaruh melalui budaya atau tradisi tanpa struktur politik formal, serta implikasinya terhadap identitas keagamaan masyarakat.

  1. POLITICS OF SUFISM IN THE OTTOMAN EMPIRE: A COMPARATIVE ANALYSIS - International Journal of History and... doi.org/10.52735/bellek.1191079POLITICS OF SUFISM IN THE OTTOMAN EMPIRE A COMPARATIVE ANALYSIS International Journal of History and doi 10 52735 bellek 1191079
  2. «Совершенный человек» vs «Праведный факих»: суфийские... doi.org/10.21146/0042-8744-2022-5-181-191AAAOAU NAAA vs AAAU EIA AEEAA doi 10 21146 0042 8744 2022 5 181 191
  3. The Paradox of the Sufi Sultanate: Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft... doi.org/10.62032/aijit.v3i2.139The Paradox of the Sufi Sultanate Charismatic Scaffolding and Epistemic Erasure in Islamic Statecraft doi 10 62032 aijit v3i2 139
  4. Tradition, Innovation, and Authentication: Replicating the "Ahl as-Sunna wa Jamaat" in Britain... journal.equinoxpub.com/CIS/article/view/9603Tradition Innovation and Authentication Replicating the Ahl as Sunna wa Jamaat in Britain journal equinoxpub CIS article view 9603
Read online
File size611.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test